"Ada nggak sih orang yang kayak gue? Hidup kok sepi banget nggak ada yang ngimbangin… Trus gunanya gue ada juga buat apa coba kalau nggak ada yang bisa memahami gue?"
Beneran mempertanyakan kenapa diri sendiri hidup, tujuannya juga apa. Mencari figur "rumah" intinya, dan ini beneran "nyiksa."
![]() |
| Longing for home but don't know where it is. |
Oh nggak, kami nggak berpikiran bahwa kami ini kepribadian yang paling dalem dalam berpikir, apalagi berpikiran bahwa kami the best. Kami hanya merasa butuh adanya koneksi dengan seseorang secara in depth. Intimasi harus selalu ada di dalam setiap kedekatan. Jadi rasanya pengen banget ada orang yang bisa mengimbangi kami secara pola pikir dan gagasan mengenai makna hidup. Sejauh ini mayoritas orang kan memandang segalanya dari segi material dan fisik, but not for us. Material dan fisik memang penting, tapi hidup tanpa makna sama aja bohong buat kami.
Itulah kenapa populasi INFJ kurang dari sama dengan 1% di seluruh dunia karena pola pikir kami memang "beda" apalagi dalam masalah hidup-kehidupan. Kami merasa terlalu dalam di antara orang-orang yang berpikir dengan logika, tapi kami juga terlalu logis di antara orang-orang yang serba merasa dalam melakukan sesuatu. Sekalinya ada seseorang yang "cocok" pasti akan susah juga bagi kami untuk melepas orang tersebut. "Kapan lagi sih bisa nemu orang yang bisa cocok sama kita?" pasti gitu mikirnya. Alhasil, kami pasti akan memprioritaskan mereka tanpa diminta. Sadly, nggak setiap orang yang cocok dengan kami punya prioritas yang sama.
![]() |
| Oh ya, we're always feeling alone. |
That's the reason why existential crisis exists in some of us. Beneran susah nemu orang yang "cocok" dan mau memprioritaskan kami sama baiknya. Bahkan ada pula kejadian di mana sesama INFJ pun nggak selalu cocok dalam hal tertentu (bisa jadi karena faktor apakah dia INFJ turbulent atau assertive), atau faktor-faktor lain terlepas dari ciri khas kepribadian INFJ karena toh orang berkembang menurut pengalaman serta masa lalu yang udah dijalani. But still, the basic is the same. Susah hidup jadi "minoritas", apalagi juga ketambahan status sebagai highly sensitive person.
Oh ya, saya mau cerita sedikit.
![]() |
| Yes, besides INFJ, I'm an old soul too. |
People often assume that I'm a serious person in social media (judged by my various deep tweets or status perhaps? No idea). But once they meet me, they'll assume that I'm a… well… goofy person, hahaha. I mean, I ain't that serious person, actually. That's why there are sooooo many people misunderstand me like I have two personalities or something. No, I'm a normal person, seriously, only live in contradiction. I can be playful, I can be a bit naughty, and I can be wise like an old man. You choose which one is necessary for you.
Please don't misunderstand me anymore… it doesn't hurt to ask, anyway. It's always better to ask rather than to assume if there's something we don't understand. Trust me.
It's waaay better to ask.



