Captain America: Civil War
Spider-Man adalah salah satu bagian terbaik yang pernah dimiliki oleh Marvel. Ketika Marvel melepas hak kepemilikan untuk difilmkan untuk Spider-Man kepada Sony, hal itu bukanlah sebuah kesalahan karena treatment yang diberikan Sony kepada Spider-Man sangat bagus pada awalnya. Kita melihat bagaimana Spider-Man dan Spider-Man 2 ketika diperankan oleh Tobey Maguire sangatlah bagus. Spider-Man 2 bahkan banyak yang menyebut sebagai seri Spider-Man terbaik yang pernah dibuat filmnya.
Masalah terjadi ketika Spider-Man 3 muncul. Hal itu karena pada Spider-Man 3, Sony melakukan banyak kekonyolan seperti tokoh Peter Parker yang joget-joget seperti babon, terlalu konflik drama antara Peter Parker - Gwen Stacy - Mary Jane, dan yang paling fatal adalah membuat musuh abadi Spider-Man yaitu Venom nggak mengalami perkembangan dalam karakter yang harusnya digambarkan sangatlah kuat dan jahat. Hal ini membuat penonton Spider-Man kecewa dan mulai mengejek-ejek Spider-Man 3. Kekecewaan penonton inilah yang akhirnya membuat Sony menghentikan seri Spider-Man yang diperankan oleh Tobey Maguire dan melakukan reboot beberapa tahun setelahnya.
Reboot Spider-man pada tahun 2012 dengan judul The Amazing Spider-Man awalnya mendapatkan apresiasi yang bagus dari penonton film. Bahkan banyak yang memuji karakter Spider-Man yang diperankan oleh Andrew Garfield ini sebagai karakter Spider-Man yang sama seperti komiknya baik itu postur Andrew Garfield maupun lemparan jokes-nya sepanjang film. The Amazing Spider-Man sukses dipasaran, ratusan juta dollar berhasil diraup Sony saat itu.
Meskipun untung besar, film The Amazing Spider-Man sendiri nggak memuaskan penonton film terutama pecinta komiknya karena ceritanya yang biasa saja. Bisa dibilang, penonton puas dengan karakter Spider-Man di The Amazing Spider-Man namun nggak menyukai bagaimana cerita filmnya berjalan. Hal ini membuat para fans Spider-Man akhirnya berteriak agar Sony mengembalikan Spider-Man kepada pemilik aslinya yaitu Marvel.
Dalam banyak hal, saya setuju apabila Sony mengembalikan hak kepemilikan Spider-Man kepada Marvel. Hal itu bisa dilihat dari beberapa hal seperti:
Spider-Man adalah Salah Satu Karakter Penting dalam Marvel Cinematic Universe Fase Ketiga
Sejatinya, Spider-Man merupakan anggota dari The Avengers.
Tell me people, who wants to see Spider-Man in The Avengers movie? Semua orang pasti akan berteriak ‘yaaaaa!’ secara bersamaan. Spider-Man adalah tokoh penting dalam The Avengers karena berkali-kali ikut bergabung dan berperang melawan musuh-musuh The Avengers di dalam komiknya. Ketika Marvel mengumumkan judul Captain America: Civil War semua orang berteriak ‘yeahh! inilah yang kami inginkan!’
Well, kita semua tahu isu Civil War dalam komik Marvel sangatlah menarik karena melibatkan peperangan antar superhero yang terpecah dalam dua pihak. Pihak yang dipimpin oleh Captain America melawan pihak yang diketuai oleh Tony Stark (Iron Man). Kehadiran Spider-Man pada isu Civil War sangatlah penting karena akhirnya Spider-Man membuka jati dirinya kepada publik bahwa dia adalah Peter Parker. Dalam Civil War, Spider-Man berpihak pada Tony Stark pada awalnya namun, kemudian berganti sisi dengan mengikuti kepemimpinan Captain America.
Begitu penting peran Spider-Man dalam isu Civil War membuat sudah seharusnya Spider-Man hadir dalam film Captain America: Civil War pada tahun 2016 nanti. ‘Just do it Marvel! Make it happen please!’
Tidak Becusnya Sony Memperlakukan Spider-Man
The Amazing Spider-Man
Ada beberapa studio yang dijadikan tempat penitipan superhero oleh Marvel. Selain Sony yang memiliki Spider-Man, ada juga Fox yang juga dititipkan X-Men dan Fantastic Four oleh Marvel. Treatment yang dilakukan Sony dan Fox kepada karakter-karakter titipan Marvel ini sangatlah berbeda. Fox sukses melakukan soft reboot dengan membuat X-Men: First Class dan X-Men: Days of Future Past yaitu dengan menempatkan kembali karakter-karakter utama X-Men dengan timeline dan aktor yang berbeda dari sebelumnya.
Sony juga melakukan hal yang cukup mirip dengan Fox yaitu dengan menyegarkan karakter dan cerita Spider-Man dalam The Amazing Spider-Man dan The Amazing Spider-Man 2 namun, ‘oh my god’ baik The Amazing Spider-Man juga sekuelnya ini seperti layaknya sebuah film drama daripada film superhero. Memang benar The Amazing Spider-Man dan film lanjutannya sangatlah sukses namun ini seperti menonton film percintaan remaja antara Peter parker dan Gwen Stacy daripada film aksi jagoan yang memberantas musuhnya. Besarnya porsi drama dalam The Amazing Spider-Man dan sekuelnya adalah kesalahan Sony yang fatal. Saya sendiri berpendapat kesuksesan finansial yang Sony dapatkan dalam The Amazing Spider-Man dan kelanjutannya adalah karena nama besar Spider-Man bukan karena bagusnya film tersebut dibuat oleh Sony.
Apabila dibandingkan dengan X-Men: First Class dan X-Men: Days of Future Past yang dibuat oleh Fox, dari segi kekuatan cerita The Amazing Spider-Man dan sekuelnya yang dibuat oleh Sony sangat kalah jauh. Dua hal ini seperti melihat film superhero dengan film drama remaja padahal baik Spider-Man dan X-Men adalah film bertema superhero bukan film drama seperti 500 Days of Summer. Ups...
Hal yang menyedihkan dalam The Amazing Spider-Man dan sekuelnya adalah pengembangan karakter musuh yang nggak kuat. Karakter musuh yang dihadirkan antara X-Men: First Class dan X-Men: Days of Future Past dibandingkan The Amazing Spider-Man dan sekuelnya sangatlah kalah jauh. Ini belum berbicara dengan DC yang konon katanya memiliki musuh-musuh yang sangat menarik. ‘You got my money Nolan because of your Batman trilogy’
The Amazing Spider-Man dan sekuelnya membawa Green Goblin, Lizard, dan Electro sebagai supervillain. Musuhnya Spider-Man sendiri sangat-sangat biasa dan nggak ada begitu memorable dan memiliki hal yang menarik dalam karakternya, ‘Mungkin Marc Webb sibuk sama 500 Days of Spider-nya’. Sementara, Fox memiliki cerita dan kedalaman karakter musuh yang cukup complex di dalam filmnya. Lihat bagaimana transformasi Magneto menjadi supervillain dalam X-Men: First Class serta kuatnya penggambaran musuh yaitu kumpulan robot-robot Sentinel yang seakan-akan nggak bisa dikalahkan juga karakter Dr. Bolivar Trask yang vulnerable tapi jahat dalam X-Men: Days of Future Past. Dalam hal penggambaran musuh di atas, Sony kalah jauh dibanding Fox dalam hal ini.
Sony dan Fox bukanlah tanpa kegagalan. Kita #menolaklupa ketika Sony melakukan kehancuran di Spider-Man 3 dan Fox yang membuat brutal mess-up ketika membuat X-Men: The Last Stand. Menurut saya, dua film itu hancurnya luar biasa. Saya juga malas menonton lagi bahkan untuk mengingat kedua film tersebut. Argh! Padahal baik Sony dan Fox memiliki cerita manis di Spider-Man 2 dengan musuh Doctor Octopus dan cerita yang bagus pada X-Men: X2. Tapi dalam hal melakukan reboot, Fox berhasil membayar kegagalan dalam film sebelumnya sementara Sony belum juga melakukan perbaikan signifikan.
By the way, Fox masih memiliki dosa lainnya yang belum diampuni yaitu X-Men Origins: Wolverine dan The Wolverine dengan membuatnya dengan penuh kehancuran. Terutama di film X-Men Origins: Wolverine: ‘I HATE YOU FOR WHAT YOU DID TO OUR BELOVED DEADPOOL!’. Jangan lupakan juga bagaimana Fox membuat kehancuran di Fantastic Four dan Fantastic 4: Rise of the Silver Surfer. 'Yaelaaah kok cerita yang “Fantastic 4: Rise of the Silver Surfer” kayak gitu amat sih Fox?'
Baiklah jujur, argumen di bawah ini sangatlah spekulatif tapi ini semua demi kembalinya Spider-Man ke pangkuan Marvel. Saya bilang aja bahwa nggak semua film-film superhero buatan Marvel itu bagus, maka nggak ada jaminan kalo Spider-Man di tangan Marvel nantinya juga akan menjadi baik. Simak bagaimana kacaunya Marvel membuat Iron Man 3, juga bagaimana flat-nya jalan cerita dalam film Thor dan Thor: The Dark World (THANK GOD, Loki is in there).
Jujur saya bilang, saat ini ketika menunggu film buatan Marvel diputar di bioskop, saya pasti sangat excited namun ketika menonton filmnya malah biasa aja dan kadang kecewa, tapi ada hal yang saya tunggu dan selalu bikin deg-degan adalah ketika bagian setelah after credits scene. Entah kenapa selalu gembira lihat sesuatu ditampilkan oleh Marvel tentang kelanjutan pada Marvel Cinematic Universe-nya setiap akhir credits scene.
Berdasarkan hal di atas, saya menaruh kecurigaan jangan-jangan Marvel hanya membuat jalinan film solo superhero-nya hanya untuk berujung pada pamungkasnya yaitu The Avengers yang selalu mengakhiri setiap fase dalam Marvel Cinematic Universe. Marvel seperti bodo amat mau film solo superhero-nya hancur yang penting benang merah ke The Avengers terjalin baik. Hal ini seperti menonton Girls’ Generations atau JKT48 jadinya, kalau nonton Taeyeon bernyanyi solo di panggung Girls’ Generations tentulah aneh sama seperti melihat Melody tanpa member lainnya kemudian joget-joget sendirian tentulah tidak begitu menarik para Wota kan? Itulah yang saya rasakan pada film-film Marvel saat ini, solo superhero terkesan biasa aja namun ketika superhero tersebut dikelompokan menjadi satu (which is The Avengers) menjadi sangatlah luar biasa.
Meskipun saya pesimis namun nggak sedikit film solo superhero Marvel yang sangat baik seperti Iron Man dan Captain America: The Winter Soldier, di titik inilah kemudian saya melihat cahaya harapan kalo Spider-Man apabila dikembalikan ke Marvel bisa digarap dengan baik. Akhir-akhir ini juga, Marvel juga sudah menuju arah yang lebih baik dari sebelumnya, yaitu dengan membuat Captain America: The Winter Soldier dan Guardians of the Galaxy yang mendapat pujian dari kritikus dan sukses secara finansial.
Ada salah satu hal yang mengganjal, mengapa banyak sekali spekulasi tentang film The Amazing Spider-Man 3? Sampai post ini ditulis, The Amazing Spider-Man 3 masih berbentuk rumor di sisi pemeran Spider-Man yaitu Andrew Garfield. Meski begitu The Amazing Spider-Man 3 akan dijadwalkan rilis pada tahun 2018. Dengan masih rumornya pemeran Spider-Man ini bisa bisa jadi ini batal dirilis atau Sony memilih penundaan.
Saya ngerti, sangat sulit ikut bertanding dalam kompetisi antara DC vs Marvel antara tahun 2015 – 2020 karena dua studio itu sudah mempersiapkan beragam macam film solo superhero-nya. Marvel akan sibuk dengan Marvel Cinematic Universe fase ke-3 dan DC akan membuat Justice League. Tentu aja ini membuat ketar-ketir Sony dan sepertinya nggak menjadi pede dengan project The Amazing Spider-Man miliknya. Fox masih nggak perlu khawatir karena Fox memiliki harapan meski tipis di reboot Fantastic Four dan banyak keyakinan dengan X-Men: Apocalypse.
Ketidakpedean Sony juga terlihat dengan tidak jelasnya status film nemesis Spider-Man yaitu Venom. Memang, Sony telah memilih Alex Kurtzman ‘#menolaklupa busuknya The Amazing Spider-Man 2′ di kursi sutradara tapi nggak ada update lanjutan tentang film spin-off ini. Di sisi lain, Sony memiliki harapan ketika mereka mengumumkan The Sinister Six (film tentang berkumpulnya musuh-musuh Spider-Man dan membuat kelompok bernama Sinister Six). Namun, saat ini Sony pantas khawatir karena antusias penonton yang biasa aja kepada film itu.
Sangat berbeda dengan DC dan Marvel yang langsung dengan percaya diri mengumumkan jadwal film-film mereka dan merilis foto serta aktor yang akan bermain di filmnya, Sony terkesan sangat misterius atau bisa dibilang setengah yakin dengan project The Amazing Spider-Man milik mereka. Saya ngerti kalo yang Sony lakukan adalah ujungnya mempertemukan Spider-Man dengan Sinister Six seperti halnya The Avengers berujung pada Thanos dalam Infinity War dan The Justice League yang katanya akan melawan Darkseid atau Doomsday, namun dengan ketidakjelasan project The Amazing Spider-Man maka Sony udah kalah langkah, bahkan mungkin udah kalah telak dengan DC dan Marvel karena pusat perhatian pada film-film superhero sudah menjadi milik Marvel dan DC dalam 5 tahun kedepan.
Buat Fox, awas kalo The Fantastic Four hancur, saya juga bakal nyuruh kembalikan Fantastic Four kepada Marvel juga seperti yang saya lakukan kepada Sony dalam Spider-Man. Apalagi The Avengers akan perang antar luar angkasa dan ada Guardians of The Galaxy di dalamnya. Akan sangat sayang kalo Fantastic Four yang juga suka mengambil tema ruang angkasa untuk nggak join fight melawan Thanos di Avengers: Infinity War.
Karena permintaan maaf untuk sebuah kesalahan hanyalah sekali. Fox sudah meminta maaf melalui X-Men: First Class dan X-Men: Days of Future Past sementara Sony melakukan kesalahan lagi dengan project The Amazing Spider-Man-nya maka kembalikan Spider-Man SEKARANG!
PS: ‘I blame Brett Ratner for making “X-Men: The Last stand”. andddd I hate you Marc Webb (back to your drama movie now!), Roberto Orci and Alex Kurtzman (back to the Enterprise please, Captain Kirk need you now!) for make such a lame story in The Amazing Spider-Man 2.
Pada hari ini, Marvel mengumumkan kepada publik bahwa pihak Sony dan Marvel sudah menemui kata sepakat dan sebuah jalan tengah untuk film Spider-Man dan juga untuk kehadiran Spider-Man di Marvel Cinematic Universe. Seperti apa deal Sony dan Marvel? Coba kita lihat.
Yes! Bagaikan matahari yang datang ketika musim hujan terus menerus-menerus, akhirnya Spider-Man berhasil dipulangkan oleh Marvel. Namun, kepulangan Spider-Man ke Marvel nggak sepenuhnya kembali, karena Sony masih memiliki hak dalam kepemilikan Spider-Man. Jangan lupa, Sony membayar Marvel tujuh juta dollar pada tahun 1999 untuk hak pembuatan film Spider-Man. Sony tentu saja nggak akan mau rugi karena franchise Spider-Man telah memberikan Sony keuntungan hingga 4 milyar dollar sejauh ini.
Bentuk kerjasama antara Sony dan Marvel untuk film Spider-Man sendiri adalah Spider-Man akan di co-produced oleh tim Marvel yang dipegang oleh Kevin Feige (presiden studio film Marvel) dan Amy Pascal dari Sony yang telah membuat film-film Spider-Man sejak 13 tahun yang lalu. Jadi, Feige dan Pascal akan berkolaborasi dalam membuat film Spider-Man yang direncanakan untuk muncul pada 28 Juli 2017. Meskipun begitu, Sony tetaplah pemilik, pemberi dana, distributor dan pemberi keputusan kreatif terakhir pada film Spider-Man nantinya.
Sepertinya Sony masih memegang banyak di Spider-Man ya kalau melihat hal seperti di atas. Tapi, yang dimiliki oleh Marvel sebenarnya lebih precious pada deal Sony dan Marvel ini karena Marvel dapat mengintegrasikan Spider-Man ke dalam Marvel Cinematic Universe miliknya. Woohoo! Artinya Spider-Man akan muncul di film-film Marvel nantinya. Saya menebak Spider-Man akan muncul dalam Captain America: Civil War yang direncanakan rilis pada 6 Mei 2016, well karena kita semua tahu betapa pentingnya karakter Spider-Man di event Civil War Marvel makanya sayang banget kalau Spider-Man nggak ada di dalamnya. Dalam deal antara Sony dan Marvel ini sepertinya, Marvel mau memuaskan penontonnya dengan memasukan Spider-Man ke dalam Marvel Cinematic Universe milik mereka. Jangan lupakan juga, Spider-Man adalah salah satu anggota The Avengers, jadi kemungkinan ia akan muncul di film Avengers: Infinity War yang akan rilis pada tahun 2018 dan 2019. Pada akhirnya kita bisa melihat The Avengers secara lengkap. Thanks Marvel for brings Spidey home.
Tanggal rilis film Spider-Man terbaru adalah 28 Juli 2017 yang itu artinya akan membuat perubahan untuk tanggal rilis beberapa film Marvel yang akan tayang. Pada awalnya, 28 Juli 2017 adalah milik Thor: Ragnarok, yang akhirnya diundur menjadi 3 November 2017. Berikut tanggal rilis terbaru film-film Marvel:
Sementara itu, nggak ada perubahan untuk Avengers: Infinity War part 1 (4 Mei 2018) dan Avengers: Infinity War part 2 (3 Mei 2019).
Kesimpulannya, keputusan Marvel dan Sony ini adalah keputusan win-win solution untuk keduanya. Nggak ada lagi desakan kepada Sony untuk memberikan Spider-Man kepada Marvel dan untuk Marvel memliki keuntungan karena bisa melengkapi karakter The Avengers dalam Marvel Cinematic Universe milik mereka. Well done.
SUMBER 1
SUMBER 2
Sony dan Fox bukanlah tanpa kegagalan. Kita #menolaklupa ketika Sony melakukan kehancuran di Spider-Man 3 dan Fox yang membuat brutal mess-up ketika membuat X-Men: The Last Stand. Menurut saya, dua film itu hancurnya luar biasa. Saya juga malas menonton lagi bahkan untuk mengingat kedua film tersebut. Argh! Padahal baik Sony dan Fox memiliki cerita manis di Spider-Man 2 dengan musuh Doctor Octopus dan cerita yang bagus pada X-Men: X2. Tapi dalam hal melakukan reboot, Fox berhasil membayar kegagalan dalam film sebelumnya sementara Sony belum juga melakukan perbaikan signifikan.
By the way, Fox masih memiliki dosa lainnya yang belum diampuni yaitu X-Men Origins: Wolverine dan The Wolverine dengan membuatnya dengan penuh kehancuran. Terutama di film X-Men Origins: Wolverine: ‘I HATE YOU FOR WHAT YOU DID TO OUR BELOVED DEADPOOL!’. Jangan lupakan juga bagaimana Fox membuat kehancuran di Fantastic Four dan Fantastic 4: Rise of the Silver Surfer. 'Yaelaaah kok cerita yang “Fantastic 4: Rise of the Silver Surfer” kayak gitu amat sih Fox?'
Hanya Marvel yang Tahu bagaimana Spider-Man Diperlakukan dengan Baik
Baiklah jujur, argumen di bawah ini sangatlah spekulatif tapi ini semua demi kembalinya Spider-Man ke pangkuan Marvel. Saya bilang aja bahwa nggak semua film-film superhero buatan Marvel itu bagus, maka nggak ada jaminan kalo Spider-Man di tangan Marvel nantinya juga akan menjadi baik. Simak bagaimana kacaunya Marvel membuat Iron Man 3, juga bagaimana flat-nya jalan cerita dalam film Thor dan Thor: The Dark World (THANK GOD, Loki is in there).
Jujur saya bilang, saat ini ketika menunggu film buatan Marvel diputar di bioskop, saya pasti sangat excited namun ketika menonton filmnya malah biasa aja dan kadang kecewa, tapi ada hal yang saya tunggu dan selalu bikin deg-degan adalah ketika bagian setelah after credits scene. Entah kenapa selalu gembira lihat sesuatu ditampilkan oleh Marvel tentang kelanjutan pada Marvel Cinematic Universe-nya setiap akhir credits scene.
Berdasarkan hal di atas, saya menaruh kecurigaan jangan-jangan Marvel hanya membuat jalinan film solo superhero-nya hanya untuk berujung pada pamungkasnya yaitu The Avengers yang selalu mengakhiri setiap fase dalam Marvel Cinematic Universe. Marvel seperti bodo amat mau film solo superhero-nya hancur yang penting benang merah ke The Avengers terjalin baik. Hal ini seperti menonton Girls’ Generations atau JKT48 jadinya, kalau nonton Taeyeon bernyanyi solo di panggung Girls’ Generations tentulah aneh sama seperti melihat Melody tanpa member lainnya kemudian joget-joget sendirian tentulah tidak begitu menarik para Wota kan? Itulah yang saya rasakan pada film-film Marvel saat ini, solo superhero terkesan biasa aja namun ketika superhero tersebut dikelompokan menjadi satu (which is The Avengers) menjadi sangatlah luar biasa.
Meskipun saya pesimis namun nggak sedikit film solo superhero Marvel yang sangat baik seperti Iron Man dan Captain America: The Winter Soldier, di titik inilah kemudian saya melihat cahaya harapan kalo Spider-Man apabila dikembalikan ke Marvel bisa digarap dengan baik. Akhir-akhir ini juga, Marvel juga sudah menuju arah yang lebih baik dari sebelumnya, yaitu dengan membuat Captain America: The Winter Soldier dan Guardians of the Galaxy yang mendapat pujian dari kritikus dan sukses secara finansial.
Nggak Jelasnya Kelanjutan Project The Amazing Spider-Man di Sony
Upcoming poster dari The Sinister Six
Ada salah satu hal yang mengganjal, mengapa banyak sekali spekulasi tentang film The Amazing Spider-Man 3? Sampai post ini ditulis, The Amazing Spider-Man 3 masih berbentuk rumor di sisi pemeran Spider-Man yaitu Andrew Garfield. Meski begitu The Amazing Spider-Man 3 akan dijadwalkan rilis pada tahun 2018. Dengan masih rumornya pemeran Spider-Man ini bisa bisa jadi ini batal dirilis atau Sony memilih penundaan.
Saya ngerti, sangat sulit ikut bertanding dalam kompetisi antara DC vs Marvel antara tahun 2015 – 2020 karena dua studio itu sudah mempersiapkan beragam macam film solo superhero-nya. Marvel akan sibuk dengan Marvel Cinematic Universe fase ke-3 dan DC akan membuat Justice League. Tentu aja ini membuat ketar-ketir Sony dan sepertinya nggak menjadi pede dengan project The Amazing Spider-Man miliknya. Fox masih nggak perlu khawatir karena Fox memiliki harapan meski tipis di reboot Fantastic Four dan banyak keyakinan dengan X-Men: Apocalypse.
Ketidakpedean Sony juga terlihat dengan tidak jelasnya status film nemesis Spider-Man yaitu Venom. Memang, Sony telah memilih Alex Kurtzman ‘#menolaklupa busuknya The Amazing Spider-Man 2′ di kursi sutradara tapi nggak ada update lanjutan tentang film spin-off ini. Di sisi lain, Sony memiliki harapan ketika mereka mengumumkan The Sinister Six (film tentang berkumpulnya musuh-musuh Spider-Man dan membuat kelompok bernama Sinister Six). Namun, saat ini Sony pantas khawatir karena antusias penonton yang biasa aja kepada film itu.
Sangat berbeda dengan DC dan Marvel yang langsung dengan percaya diri mengumumkan jadwal film-film mereka dan merilis foto serta aktor yang akan bermain di filmnya, Sony terkesan sangat misterius atau bisa dibilang setengah yakin dengan project The Amazing Spider-Man milik mereka. Saya ngerti kalo yang Sony lakukan adalah ujungnya mempertemukan Spider-Man dengan Sinister Six seperti halnya The Avengers berujung pada Thanos dalam Infinity War dan The Justice League yang katanya akan melawan Darkseid atau Doomsday, namun dengan ketidakjelasan project The Amazing Spider-Man maka Sony udah kalah langkah, bahkan mungkin udah kalah telak dengan DC dan Marvel karena pusat perhatian pada film-film superhero sudah menjadi milik Marvel dan DC dalam 5 tahun kedepan.
Penutup dan Kesimpulan
Dengan alasan-alasan di atas, saya memohon kepada Sony agar Spider-Man segera dikembalikan ke Marvel. Kalo nggak bisa dikembalikan, mohonlah dipinjamkan dahulu demi kepentingan Captain America: Civil War dan Avengers: Infinity War nanti.Buat Fox, awas kalo The Fantastic Four hancur, saya juga bakal nyuruh kembalikan Fantastic Four kepada Marvel juga seperti yang saya lakukan kepada Sony dalam Spider-Man. Apalagi The Avengers akan perang antar luar angkasa dan ada Guardians of The Galaxy di dalamnya. Akan sangat sayang kalo Fantastic Four yang juga suka mengambil tema ruang angkasa untuk nggak join fight melawan Thanos di Avengers: Infinity War.
Karena permintaan maaf untuk sebuah kesalahan hanyalah sekali. Fox sudah meminta maaf melalui X-Men: First Class dan X-Men: Days of Future Past sementara Sony melakukan kesalahan lagi dengan project The Amazing Spider-Man-nya maka kembalikan Spider-Man SEKARANG!
PS: ‘I blame Brett Ratner for making “X-Men: The Last stand”. andddd I hate you Marc Webb (back to your drama movie now!), Roberto Orci and Alex Kurtzman (back to the Enterprise please, Captain Kirk need you now!) for make such a lame story in The Amazing Spider-Man 2.
Update!
Akhirnya Spider-Man kembali kepada Marvel!
Pada hari ini, Marvel mengumumkan kepada publik bahwa pihak Sony dan Marvel sudah menemui kata sepakat dan sebuah jalan tengah untuk film Spider-Man dan juga untuk kehadiran Spider-Man di Marvel Cinematic Universe. Seperti apa deal Sony dan Marvel? Coba kita lihat.
Yes! Bagaikan matahari yang datang ketika musim hujan terus menerus-menerus, akhirnya Spider-Man berhasil dipulangkan oleh Marvel. Namun, kepulangan Spider-Man ke Marvel nggak sepenuhnya kembali, karena Sony masih memiliki hak dalam kepemilikan Spider-Man. Jangan lupa, Sony membayar Marvel tujuh juta dollar pada tahun 1999 untuk hak pembuatan film Spider-Man. Sony tentu saja nggak akan mau rugi karena franchise Spider-Man telah memberikan Sony keuntungan hingga 4 milyar dollar sejauh ini.
Bentuk kerjasama antara Sony dan Marvel untuk film Spider-Man sendiri adalah Spider-Man akan di co-produced oleh tim Marvel yang dipegang oleh Kevin Feige (presiden studio film Marvel) dan Amy Pascal dari Sony yang telah membuat film-film Spider-Man sejak 13 tahun yang lalu. Jadi, Feige dan Pascal akan berkolaborasi dalam membuat film Spider-Man yang direncanakan untuk muncul pada 28 Juli 2017. Meskipun begitu, Sony tetaplah pemilik, pemberi dana, distributor dan pemberi keputusan kreatif terakhir pada film Spider-Man nantinya.
Sepertinya Sony masih memegang banyak di Spider-Man ya kalau melihat hal seperti di atas. Tapi, yang dimiliki oleh Marvel sebenarnya lebih precious pada deal Sony dan Marvel ini karena Marvel dapat mengintegrasikan Spider-Man ke dalam Marvel Cinematic Universe miliknya. Woohoo! Artinya Spider-Man akan muncul di film-film Marvel nantinya. Saya menebak Spider-Man akan muncul dalam Captain America: Civil War yang direncanakan rilis pada 6 Mei 2016, well karena kita semua tahu betapa pentingnya karakter Spider-Man di event Civil War Marvel makanya sayang banget kalau Spider-Man nggak ada di dalamnya. Dalam deal antara Sony dan Marvel ini sepertinya, Marvel mau memuaskan penontonnya dengan memasukan Spider-Man ke dalam Marvel Cinematic Universe milik mereka. Jangan lupakan juga, Spider-Man adalah salah satu anggota The Avengers, jadi kemungkinan ia akan muncul di film Avengers: Infinity War yang akan rilis pada tahun 2018 dan 2019. Pada akhirnya kita bisa melihat The Avengers secara lengkap. Thanks Marvel for brings Spidey home.
Tanggal rilis film Spider-Man terbaru adalah 28 Juli 2017 yang itu artinya akan membuat perubahan untuk tanggal rilis beberapa film Marvel yang akan tayang. Pada awalnya, 28 Juli 2017 adalah milik Thor: Ragnarok, yang akhirnya diundur menjadi 3 November 2017. Berikut tanggal rilis terbaru film-film Marvel:
- Thor: Ragnarok – 3 November 2017
- Black Panther – 6 Juli 2018
- Captain Marvel – 2 November 2018
- Inhumans – 12 Juli 2019
Sementara itu, nggak ada perubahan untuk Avengers: Infinity War part 1 (4 Mei 2018) dan Avengers: Infinity War part 2 (3 Mei 2019).
Kesimpulannya, keputusan Marvel dan Sony ini adalah keputusan win-win solution untuk keduanya. Nggak ada lagi desakan kepada Sony untuk memberikan Spider-Man kepada Marvel dan untuk Marvel memliki keuntungan karena bisa melengkapi karakter The Avengers dalam Marvel Cinematic Universe milik mereka. Well done.
SUMBER 1
SUMBER 2




