Kemarin Sabtu, tanggal 25 April 2015, rencananya saya mau bikin pesta kecil-kecilan bareng Ardan, Aryo, dan Rendra di rumah. Di pesta itu, kita berencana mau bakar-bakar ikan buat dimakan bareng-bareng. Bagian mancing untuk mendapatkan ikan dilakukan oleh Ardan dan Rendra, sedangkan bagian persiapan alat dan bahan masak dlakukan oleh Aryo dan saya sendiri di rumah.
Tapi karena kendala cuaca yang memang udah mendung sedari pagi, membuat kita mengurungkan niat untuk mengadakan pesta kecil-kecilan tadi. Apalagi bagi Ardan dan Rendra yang mau pergi mancing, mereka nggak mau mancing sambil ujan-ujanan. Alhasil, kita berencana malam minggu kita lewatkan dengan main dan nongkrong seperti biasanya. Tapi, siangnya si Ardan mendadak chat saya dan mengajak ke Hotel Horizon Semarang karena ada acara. Saya sempat ragu sama ajakannya karena kalo Ardan ngajak ke suatu tempat tanpa perencanaan, yang ada hanyalah momen zonk semata menurut saya, haha! Tapi karena malam minggu juga saya nggak mau suwung di rumah, akhirnya saya megiyakan ajakannya. Ardan juga berencana ngajak Rendra dan Aryo sekalian sih sebenernya, tapi keduanya menolak. Rendra lebih pengen jaga rumah, sementara Aryo pengen nonton pertandingan Barcelona di Indomaret Point.
Saya diminta berpakaian formal, dan nurut aja karena saya pikir mungkin acara yang Ardan maksud adalah sebuah kondangan atau resepsi perikahan dari saudaranya. Saya pake setelah kaos yang saya tutupi dengan blazer beserta sepatu pantofel biar keliatan gagah, sementara Ardan pake kemeja putih dengan celana jeans beserta sepatunya yang trendy. Saya berangkat naik mobil beserta Ardan dan saudara-saudaranya menuju ke lokasi.
Sesampainya disana, saya baru ngeh terhadap acara apa yang akan saya datangi ini.
Yap, acara pemilihan Denok dan Kenang Semarang 2015.
Ternyata, salah satu saudaranya Ardan yang bernama Toni menjadi kandidat Kenang Semarang 2015. Saya didapuk menjadi salah satu supporter bagi si Toni ini. Saya awalnya mau-mau aja, tapi saya sadar bahwa ada temen saya, cewek, juga menjadi kandidat Denok Semarang 2015. Dilema pun terjadi...
Tanpa pikir panjang, saya dukung keduanya. Di acara itu, para peserta pake setelan kebaya dan baju adat atau baju daerah Semarang. Para kandidat itu jalan di catwalk pelaaan banget, entah emang disuruh pelan supaya anggun atau mereka nggak mau terpeleset kain jarik yang sedang mereka pake. Setelahnya sih seinget saya ada perform dari kelompok nyanyi yang terdiri dari 2 orang cowok dan 1 orang cewek. Saya menikmati alunan lagu mereka sambil lihat sana-sini kali aja ada orang yang saya kenal, dan ternyata ada. Saya ketemu sama 2 orang temen SMP dan seorang temen SMA. Si Ardan juga ketemu dengan temen kuliahnya 2 orang. Nggak pake lama, akhirnya kita membaur dan foto bareng.
Setelah foto bareng, akhirnya acara pemilihan 10 besar kandidat Denok dan Kenang Semarang 2015 dimulai. Temen saya yang cewek itu ternyata lolos, sementara sayangnya si Toni nggak lolos 10 besar. Saya mikir, apakah dengan nggak lolosnya si Toni ini, kita langsung pulang? Ternyata nggak, dan saya bersyukur masih bisa lihat temen saya di sesi tanya-jawab pertanyaan setelah ini.
Di tengah-tengah kegembiraan saya atas terpilihnya temen saya karena masuk 10 besar Denok 2015, saya dikagetkan oleh tepukan keras nan cetar dari seorang temen kuliah yang bernama Tafdi. Ternyata dia juga nonton dan posisi dia berada di deket saya selama ini, tapi saya nggak menyadarinya saking senengnya. Dia nonton sama temennya, entah emreka nonton untuk mencari tahu tentang acara ini, tertarik dengan acara ini, atau untuk mengusir kesendirian di malam minggu doang. Tapi si Tafdi kelihatannya punya passion buat ikut serta di acara Denok dan Kenang Semarang tahun depan. Saya cuma bisa mendukung, walopun agak geli juga waktu denger tentang keinginannya untuk ikut serta di di acara ini tahun depan.
Oh iya, di sesi tanya-jawab, diberikan waktu 30 detik bagi kandidat untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dewan juri. Pertanyaannya sih seputar permasalahan yang ada di Semarang, seperti permasalahan kenakalan remaja, pelanggaran lalu lintas, danupaya untuk memperkenalkan Semarang ke daerah luar. Temen saya menjawab pertanyaan seputar masalah lalu lintas, tapi sayangnya dia agak gugup sehingga waktu menjawab dia sedikit gagap. Alhasil, di pemilihan 3 besar Denok dan Kenang 2015, dia nggak lolos.
Karena acara masih agak lama, saya dan Ardan menyempatkan diri untuk berselfie dengan latar panggung yang menyala-nyala.
Setelahnya, acara selesai. Saya menyempatkan diri bertemu dengan temen saya di belakang panggung untuk menyelamati dia. Inisial dia MJ. Ditemenin sama Ardan dan Toni, saya berhasil menemui MJ ini dan bercerita panjang lebar mengenai penilaian saya terhadapnya selama di atas panggung, serta nggak lupa saya ngajak dia nonton film The Avengers 2: Age of Ultron sebagai tindakan yang aji mumpung, hehehe! Dia mengiyakan, dan saya harus nunggu di selesai UTS untuk bisa nonton bareng di bioskop. Tapi sayangnya, saya nggak sempat foto bareng dia karena lupa, yah... bener-bener disayangkan.
Yap, segitu aja pengalaman nonton acara Pemilihan Denok & Kenang Semarang 2015. Terima kasih udah membaca, dan sampai ketemu di post selanjutnya.
Tapi karena kendala cuaca yang memang udah mendung sedari pagi, membuat kita mengurungkan niat untuk mengadakan pesta kecil-kecilan tadi. Apalagi bagi Ardan dan Rendra yang mau pergi mancing, mereka nggak mau mancing sambil ujan-ujanan. Alhasil, kita berencana malam minggu kita lewatkan dengan main dan nongkrong seperti biasanya. Tapi, siangnya si Ardan mendadak chat saya dan mengajak ke Hotel Horizon Semarang karena ada acara. Saya sempat ragu sama ajakannya karena kalo Ardan ngajak ke suatu tempat tanpa perencanaan, yang ada hanyalah momen zonk semata menurut saya, haha! Tapi karena malam minggu juga saya nggak mau suwung di rumah, akhirnya saya megiyakan ajakannya. Ardan juga berencana ngajak Rendra dan Aryo sekalian sih sebenernya, tapi keduanya menolak. Rendra lebih pengen jaga rumah, sementara Aryo pengen nonton pertandingan Barcelona di Indomaret Point.
Saya diminta berpakaian formal, dan nurut aja karena saya pikir mungkin acara yang Ardan maksud adalah sebuah kondangan atau resepsi perikahan dari saudaranya. Saya pake setelah kaos yang saya tutupi dengan blazer beserta sepatu pantofel biar keliatan gagah, sementara Ardan pake kemeja putih dengan celana jeans beserta sepatunya yang trendy. Saya berangkat naik mobil beserta Ardan dan saudara-saudaranya menuju ke lokasi.
Sesampainya disana, saya baru ngeh terhadap acara apa yang akan saya datangi ini.
Yap, acara pemilihan Denok dan Kenang Semarang 2015.
Ini panggungnya.
Ternyata, salah satu saudaranya Ardan yang bernama Toni menjadi kandidat Kenang Semarang 2015. Saya didapuk menjadi salah satu supporter bagi si Toni ini. Saya awalnya mau-mau aja, tapi saya sadar bahwa ada temen saya, cewek, juga menjadi kandidat Denok Semarang 2015. Dilema pun terjadi...
Tanpa pikir panjang, saya dukung keduanya. Di acara itu, para peserta pake setelan kebaya dan baju adat atau baju daerah Semarang. Para kandidat itu jalan di catwalk pelaaan banget, entah emang disuruh pelan supaya anggun atau mereka nggak mau terpeleset kain jarik yang sedang mereka pake. Setelahnya sih seinget saya ada perform dari kelompok nyanyi yang terdiri dari 2 orang cowok dan 1 orang cewek. Saya menikmati alunan lagu mereka sambil lihat sana-sini kali aja ada orang yang saya kenal, dan ternyata ada. Saya ketemu sama 2 orang temen SMP dan seorang temen SMA. Si Ardan juga ketemu dengan temen kuliahnya 2 orang. Nggak pake lama, akhirnya kita membaur dan foto bareng.
Dari kiri ke kanan: Ardan, temennya Ardan (saya lupa namanya), saya, dan Sultan.
Masih di posisi yang sama.
Kali ini posisi si Sultan digantiin oleh mas Didit, saudaranya Ardan.
Gelaaap...
Di tengah-tengah kegembiraan saya atas terpilihnya temen saya karena masuk 10 besar Denok 2015, saya dikagetkan oleh tepukan keras nan cetar dari seorang temen kuliah yang bernama Tafdi. Ternyata dia juga nonton dan posisi dia berada di deket saya selama ini, tapi saya nggak menyadarinya saking senengnya. Dia nonton sama temennya, entah emreka nonton untuk mencari tahu tentang acara ini, tertarik dengan acara ini, atau untuk mengusir kesendirian di malam minggu doang. Tapi si Tafdi kelihatannya punya passion buat ikut serta di acara Denok dan Kenang Semarang tahun depan. Saya cuma bisa mendukung, walopun agak geli juga waktu denger tentang keinginannya untuk ikut serta di di acara ini tahun depan.
Oh iya, di sesi tanya-jawab, diberikan waktu 30 detik bagi kandidat untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dewan juri. Pertanyaannya sih seputar permasalahan yang ada di Semarang, seperti permasalahan kenakalan remaja, pelanggaran lalu lintas, danupaya untuk memperkenalkan Semarang ke daerah luar. Temen saya menjawab pertanyaan seputar masalah lalu lintas, tapi sayangnya dia agak gugup sehingga waktu menjawab dia sedikit gagap. Alhasil, di pemilihan 3 besar Denok dan Kenang 2015, dia nggak lolos.
Karena acara masih agak lama, saya dan Ardan menyempatkan diri untuk berselfie dengan latar panggung yang menyala-nyala.
Karena bosen, kita selfie aja hehehe.
Sekali lagi.
Ini nggak sengaja sih, pose kita mirip Noctis dan Ace dari seri Final Fantasy. Ibarat dua pangeran yang lagi mencari tuan puterinya masing-masing, hahaha.
Setelahnya, acara selesai. Saya menyempatkan diri bertemu dengan temen saya di belakang panggung untuk menyelamati dia. Inisial dia MJ. Ditemenin sama Ardan dan Toni, saya berhasil menemui MJ ini dan bercerita panjang lebar mengenai penilaian saya terhadapnya selama di atas panggung, serta nggak lupa saya ngajak dia nonton film The Avengers 2: Age of Ultron sebagai tindakan yang aji mumpung, hehehe! Dia mengiyakan, dan saya harus nunggu di selesai UTS untuk bisa nonton bareng di bioskop. Tapi sayangnya, saya nggak sempat foto bareng dia karena lupa, yah... bener-bener disayangkan.
Yap, segitu aja pengalaman nonton acara Pemilihan Denok & Kenang Semarang 2015. Terima kasih udah membaca, dan sampai ketemu di post selanjutnya.







