Kamis, 11 Juli 2019

Spider-Man: Far From Home


Halo, ketemu lagi deh di blog ini, dan pada kesempatan kali ini saya mau bikin review tentang film Spider-Man: Far From Home yang baru aja rilis tanggal 2 Juli kemarin. By the way, karena saya udah nonton filmnya sampai dua kali, maka dari itu dalam post kali ini saya mau mereview film ini dari segi kacamata saya.

Baru kemarin saya nonton filmnya untuk yang kedua kali.


Jreng! Mari kita review.


Sinopsis


Beberapa waktu setelah kejadian 'The Blip' — alias kembalinya orang-orang setelah menghilang akibat ulah Thanos dalam Avengers: Endgame — situasi di Bumi makin terasa damai meski masih ada beberapa orang yang masih belum bisa move on dari kejadian tersebut. Begitu pula di Midtown High School tempat Peter Parker bersekolah, banyak perubahan yang terjadi sehingga Peter dan kawan-kawannya mau nggak mau harus tetap mengulang tahun sekolah mereka sebelum mereka terkena 'snap' akibat ulah Thanos. Dari kurikulum tersebut, diagendakanlah wisata ke luar negeri, tepatnya ke beberapa negara di Eropa, dan Peter beserta kawan-kawannya pun nggak absen mengikuti wisata sekolah tersebut.


Di tengah cerita, Peter yang ingin merasakan keceriaan berwisata sembari menghabiskan waktu berdua bersama MJ — teman sekelasnya yang dia suka — dan berusaha move on dari kematian Tony Stark, mau nggak mau harus bertemu dengan Nick Fury yang memberinya tugas untuk mengalahkan empat makhluk dari dimensi lain bernama Elementals. Dibantu oleh Quentin Beck sebagai Mysterio, bisakah Peter menjalankan semua agenda yang diberikan kepadanya di tengah kemelut cinta dan duka yang tengah ia alami sebagai Spider-Man?


Review


Dari awal nonton trailernya, saya udah menurunkan ekspektasi terhadap film ini setelah dua tahun yang lalu mempunyai ekspektasi tinggi terhadap film Spider-Man: Homecoming yang ternyata bagi saya kurang begitu wah layaknya film Captain America: The Winter Soldier meski jalan ceritanya memang bisa dibilang lumayan bagus. Tapi setelah saya nonton filmnya sekali, ada rasa pengen nonton lagi dan alhasil saya jadi nonton dua kali, nggak seperti di saat saya nonton prekuelnya yang cuma sekali.

Meskipun alur ceritanya mirip-mirip film alur cerita Captain Marvel (oh ya by the way saya mungkin akan melewatkan posting review film Captain Marvel dan Avengers: Endgame di sini karena udah lumayan kelewat dan akibat saya lagi beneran sibuk banget hehe), tapi plot twist yang disajikan di film ini lebih menarik. Mysterio yang sejak di trailer pertama diperlihatkan sebagai kawan pun ternyata mempunyai ambisi jahat akibat masa lalunya sebagai mantan karyawan di Stark Industries. Iya, musuh Spider-Man di sini lagi-lagi mantan karyawan Tony Stark yang mendendam sama si bos meskipun lebih menarik ceritanya daripada kisah Vulture di Spider-Man: Homecoming. Peter Parker di sini meskipun masih dibayang-bayangi oleh sosok Tony Stark, dia udah bisa berjuang sendiri tanpa bantuan orang lain maupun bantuan AI bernama Karen yang tersemat di kostum merah-birunya. Berkat hal tersebut, dia bisa mengembangkan Spider Sense (sadly, di film ini disebut Peter Tingle) dan bisa keluar dari tipu muslihat Mysterio serta mengalahkannya.

Hubungan Peter bersama MJ dan teman-temannya juga diceritakan dengan smooth dan menghibur, meski ada juga hal-hal yang bagi saya kurang penting diceritakan misalnya seperti kedekatan Happy Hogan dan Aunt May. Humornya juga lucu dan nggak berlebihan, serta akting Tom Holland yang makin ke sini makin menunjukkan bahwa dia pantas jadi sosok Spider-Man pun nggak bisa dilewatkan begitu aja. Jake Gyllenhaal yang memerankan Quentin Beck alias Mysterio yang labil dan berbahaya pun juga pantas diberi tepuk tangan karena perannya yang lebih mengancam ketimbang Vulture di film prekuelnya. Btw, J. K. Simmons yang memerankan J. Jonah Jameson di trilogi Spider-Man punya Sam Raimi juga hadir lagi lho di film ini, jadi bikin nostalgia dan memang J. K. Simmon ini saya rasa nggak ada yang bisa menggantikan untuk memerankan J. Jonah Jameson, sang kepala eksekutif Daily Bugle. 


Ada dua after credit scene di film ini, dan semuanya ngagetin.


Di mid credit scene, kita bisa melihat Spider-Man dibongkar identitasnya oleh Mysterio di depan banyak orang di New York. Gimana nih cara Peter Parker berusaha keluar dari permasalahan ini? Akankah ini jadi petunjuk untuk villain di film selanjutnya? Kraven the Hunter, barangkali? Atau Scorpion? Lalu di post credit scene, diperlihatkan bahwa Nick Fury beserta Maria Hill sebenarnya adalah bangsa Skrull bernama Talos dan istrinya yang sedang menyamar. Hmmm... pantas aja ya Nick Fury mudah ditipu Mysterio di film ini, hahaha. Jadi terjawab sudah beberapa hal yang menurut saya agak ganjil di film ini, dan bagi siapapun yang melewatkan dua after credit scene ini mungkin akan keluar dari studio bioskop dengan bertanya-tanya. Jadi saya saranin sih jangan buru-buru keluar bioskop aja setelah filmnya selesai.


Score


Secara pribadi saya kasih skor 4/5 atau 8.5/10 untuk film ini. Meskipun nggak semegah film Marvel Cinematic Universe yang lain seperti Captain America: The Winter Soldier atau malahan Avengers: Infinity War dan Endgame kemarin, Spider-Man: Far From Home menurut saya udah berhasil melampaui prekuelnya dan melampaui film Captain Marvel yang memiliki formula penceritaan yang agak sama. Sebagai fans Spider-Man juga saya merasa puas dan terhibur oleh film ini, dengan bukti bahwa saya nonton film ini sebanyak dua kali hehehe! Just keep up, and I really hope that Spidey will get the better and better movie in the next following phase.


Akhir kata, cukup segini aja review yang saya tulis, mohon maaf jika ada salah-salah kata dalam penulisan post kali ini, dan terima kasih udah membaca.


See you.