Sebagai mahasiswa di program studi bahasa Jepang, saya seringkali melihat kebanyakan orang memakai istilah dalam bahasa Jepang namun mereka salah kaprah menggunakannya. Saya terkadang merasa geli dan tergerak untuk mengoreksi mereka akan kesalahkaprahan yang mereka ucapkan, tapi karena emang udah terlanjur melekat di kehidupan, kesalahkaprahan itu menjadi susah untuk dikoreksi.
Berikut adalah beberapa kesalahan dalam penyebutan istilah yang sering diucapkan oleh kebanyakan orang.
1. Manga dan Anime
Rata-rata anime diangkat dari manga. Tapi nggak semua anime persis 100% sama cerita di manga. Biasanya di anime ada cerita tambahan yang nggak ada di manga atau sebaliknya, ada cerita dari manga aslinya yang nggak dijadikan anime. Soalnya kalau nggak begitu, episode anime bakal mendahului chapter dalam manga. Walaupun begitu, bukan hanya jalan cerita aja yang sama, terkadang ada tambahan tokoh, perbedaan warna, atau style. Nggak jarang perbedaan ini menimbulkan pro dan kontra apalagi buat penggemar fanatik sebuah manga.
Oh iya mungkin masih banyak yang memperdebatkan anime itu beda sama kartun. Yah... senyamannya kalian aja sih, tapi nggak usah sampai berantem juga gara-gara itu ya, haha. Saya sih lebih sreg membedakan dari mana diproduksinya. Misalnya, anime itu dari Jepang, di luar itu adalah animasi atau kartun. Meskipun Avatar: The Legend of Aang style-nya mirip anime, tapi saya tetep nyebutnya kartun. How about you?
2. Ocha
3. Samurai dan Katana
Kebanyakan orang masih salah kaprah menyebutkan kedua istilah ini.
Ini Samurai,
Ini Katana.
Nah kedua kata ini juga sering salah digunakan. Kebanyakan orang menyebut katana dengan istilah samurai. Padahal, samurai itu menunjukkan orangnya, sedangkan katana adalah senjata yang digunakan si samurai. Jadi kalau bilang:
"Ini tajem lho, kayak samurai gitu." seharusnya
"Ini tajem lho, setajam katana."
Selama saya belajar sejarah Jepang di semester satu lalu, istilah samurai malah jarang digunakan. 'Bushido' atau jalan 'Bushi' lebih sering dipakai dosen saya untuk menyebut kasta tertinggi di Jepang masa lalu.
4. Fujiyama
5. Kimochi
Sebenernya saya agak ragu-ragu mau jelasin ini atau nggak, tapi akhirnya saya masukin aja biar menambah wawasan kita semua. Entah kenapa, kata kimochi ini merujuk ke arah mesum jika diucapkan, apalagi oleh kebanyakan masyarakat awam. Emang bener sih sering muncul di manga, anime, atau bahkan film mesum. Bagi masyarakat awam, istilah ini udah melekat dengan arti yang berbeda. Begitu mendengar kata kimochi, hal apa yang terlintas di benak kalian? Kha, hayo ngaku... Padahal kimochi (気持ち) sendiri memiliki arti perasaan, feeling, atau mood, bukan yang aneh-aneh.
Nah beberapa dari kalian mungkin masih ada yang bingung sebenernya kimochii (huruf i-nya dobel ya) itu artinya apa sih? Terkadang orang Jepang mengekspresikan hal yang menyenangkan dengan istilah itu. Misalnya gini deh:
"Wah angin disini enak banget yah, sepoi-sepoi gitu." terus respon dari lawan bicaranya bisa aja "Kimochii!" yang artinya "Wuih enak banget!" karena kali aja cuaca lagi panas-panasnya. Biasanya sih kalo bilang "Hmmm enaaak" gitu, orang Jepang pake partikel 'ga' jadi seharusnya "Kimochi ga ii". Jadi kalo kimochii tergantung situasinya. Tekadang, orang Jepang suka melesapkan partikel juga sih.
6. J-Rock atau J-Rocks?
Nah, tentang "J-Rock" juga nih, banyak yang salah kaprah ketika forum internasional ngebahas mengenai hal ini. Dikira orang-orang sini, J-Rock itu band lokal. Padahal, J-Rock itu nama genre musik, sedangkan band lokal yang sebenernya dimaksud adalah J-Rocks (pake 's' ya di akhirannya). Arti J-Rock yang sebenernya genre musik ini merupakan singkatan dari Japanese Rock. Tapi istilah ini ada aja yang menggunakan dan dipersempit ruang lingkupnya menjadi nama sebuah band. Bikin rancu sih sebenernya, misalnya kalo kita ketik keyword J-Rock di Google, mau nggak mau pasti band J-Rocks ini ikutan nongol di hasil pencarian.
7. OTAKU
Istilah otaku ini seringkali diidentikkan dengan orang-orang yang menyukai segala hal yang berbau Jepang secara berlebihan, terutama manga dan anime. Otaku lebih pantas menjadi sebutan bagi mereka yang super-duper fanatik dengan SESUATU, bukan hanya manga dan anime aja sebenernya. Ada cosplay otaku, game otaku, idol otaku, dan lain-lain. Di Jepang sendiri otaku berkonotasi negatif lho, karena otaku jika diartikan dalam bahasa Inggris adalah freak atau maniac. Namun, entah kenapa di Indonesia banyak yang dengan bangganya mengaku otaku.
Segini aja beberapa istilah yang sering saya denger karena banyak disebutkan orang-orang secara salah kaprah. Ada yang bisa menambahkan istilah yang lainnya? Oh iya, semoga bermanfaat ya.









