Minggu, 01 Maret 2020

Bergeraklah, Jangan Hanya Mencari Kenyamanan



Saya oke-oke aja sih kalau dijadikan sebuah pilihan, tapi terbatas untuk pilihan 'ya' atau 'tidak' saja. Kamu boleh menerima saya, dan kamu boleh menolak saya karena masalah preferensi dan penilaian pribadimu tentang saya. Tapi kalau dijadikan pilihan antara 'saya' dan 'dia', mohon maaf saya mending mundur, karena menjadi sebuah penghinaan untuk saya di saat saya dibandingkan oleh seseorang yang jelas-jelas berbeda kualitasnya.


Semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tapi saat dibandingkan antara satu dengan yang lain, secara langsung kamu menghina saya, dan secara tidak langsung kamu menghina Tuhan sebagai Sang Pencipta.


Nobody is the same, bahkan dua orang kembar sekalipun punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri, karena keadilan Tuhan salah satunya juga terletak di keberagaman kita sebagai manusia dari segi apapun. So, please don't have a knack to compare everybody, especially to your benefit. You aren't my boss, and I ain't your option. Bahkan kamu bisa saja nggak lebih baik dari orang-orang di sekelilingmu. Tegaslah dengan memilih 'iya' atau 'tidak'. Saya paling nggak suka dengan kata 'mungkin' yang menyiratkan keraguan, karena mental pengkhianat berasal dari sifat keragu-raguan yang terus dipiara dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap diri sendiri yang direfleksikan kepada orang lain.




Saya mengatakan hal ini secara universal, bukan secara hal-hal khusus, karena pikirkan saja kita pasti juga akan merasa jengkel jika dibandingkan dengan seseorang (apalagi bagi mereka yang harga dirinya tinggi, jadi sebuah penghinaan sekali pastinya). So please stop comparing each other. Kalau memang harus membandingkan, janganlah diperlihatkan kepada orang yang bersangkutan. It's a no no. Saya tahu proses seleksi untuk hal-hal yang menurut kita terbaik itu penting, misalnya seleksi pekerjaan, seleksi pasangan, atau seleksi dalam hal-hal kecil seperti membandingkan sepatu waktu pengen beli di mall. It's fine. Tapi kalau membandingkan seseorang, lakukanlah hal tersebut secara manusiawi yang tidak menyakiti hati.


Udah berulang kali saya bertemu dengan orang-orang yang pengen banget masalahnya terselesaikan, mereka menuntut saya untuk dipilihkan sebuah pilihan yang menurut saya adalah yang terbaik. Tapi apa yang terjadi adalah mereka justru mendengarkan perkataan orang lain yang malah membuat mereka makin terperosok lebih dalam ke keraguan yang sebenarnya kian hari kian membuat mereka terpuruk. Saya sebenarnya mendengarkan dan membuat keputusan secara subjektif, dengan melihat situasi yang ada secara fakta maupun intuitif yang didasarkan atas kondisi mental orang yang bersangkutan.


Tapi yang namanya perubahan memang selalu terasa berat, dan itu selalu saya tekankan di setiap pertemuan dengan orang-orang yang mau bercerita. Bukannya saya mau mempromosikan diri atau apa, tapi terkadang ada orang-orang yang meminta saran kepada orang yang keliru. Keliru di sini adalah mereka meminta kepada orang yang hanya sanggup untuk mendengar. Biasanya orang-orang semacam ini hanya bisa memberikan comfort tanpa memberikan solusi atas permasalahan yang sedang terjadi. Tapi mau sampai kapan kamu berada zona nyaman terus tanpa adanya usaha untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi di hidupmu? Kamu menyalahkan dan membandingkan saya dengan orang lain karena keputusan yang saya pilihkan terasa berat, tapi kamu sendiri juga nggak mau terjebak di permasalahan yang sedang kamu hadapi. Kalau memang pengen terselesaikan, maka BERGERAKLAH, bukan malah mencari kenyamanan.


Saya memang galak kalau udah ada kaitannya dengan pilihan keputusan atau "leap of faith". Saya tahu itu nggak mudah. Tapi saya juga jengah kalau ada orang-orang yang selalu cerita ke saya dengan permasalahan yang sama terus-terusan. Kamu mau bilang saya promosi juga nggak apa-apa. Lagian saya berbuat begini juga nggak dibayar. I did it because I think it's a right thing to do.


I'm just done having this bottled-up inside my mind.