Sekarang saya akan membahas sedikit mengenai Defense Mechanism dalam diri manusia. Kita mungkin udah pernah mendengar tentang istilah Defense Mechanism atau mekanisme pertahanan, tapi mungkin juga ada orang-orang yang belum mengenalnya. Saya coba kasih sedikit gambaran, contohnya...
Mungkin waktu jaman SD, kamu sering dikatain sama seorang teman begini:
"Eh, kamu suka yaa sama si Cindy? Ciye ciyeee!"
Tapi selang beberapa lama setelah kata-kata tersebut terlontarkan, ternyata justru teman kamu sendiri yang malah jadian sama si Cindy. Nah, sebenarnya dalam ilmu psikologi, perilaku ini mengacu pada Defense Mechanism yang disebut sebagai Proyeksi.
Lah, apa itu Proyeksi? Saya akan jelaskan seperti di bawah ini secara runtut.
Ide mengenai Defense Mechanism ini dielaborasi pertama kali oleh Sigmund Freud pada tahun 1926 (Freud 1926-1959) dan kemudian disempurnakan lebih lanjut oleh anaknya yaitu Anna Freud (A. Freud, 1946). Defense Mechanism ini secara umum dapat ditemui dalam masyarakat, antara lain:
1. Repression (Ditekan)
"Whenever the ego is threatened by undesirable impulses, it protects itself by repressing those impulses; that is, it forces threatening feelings into the unconscious."
Intinya, apabila kamu merasa terancam oleh suatu hal, kamu akan memendam rasa tersebut dalam alam tidak sadar.
Contohnya, ketika kamu mendengar seseorang menghina kamu di depan umum, kamu mungkin nggak akan langsung membalas hinaan tersebut, tapi kamu akan memendamnya ke dalam alam bawah sadar. Jadi kalo kamu melihat orang dihina-hina dan cuma tersenyum aja, bukan berarti dia fine-fine aja lho, barangkali justru dia pendam untuk nanti dilampiaskan. Better be careful, kalo kamu merasa menyakiti hati seseorang, ada baiknya minta maaf dengan segera.
2. Reaction Formation (Reaksi Formasi)
"Reactive behavior can be identified by its exaggerated character and by its obsessive and compulsive form."
Maksudnya adalah, bahwa perilaku berlebih yang ditunjukkan pelaku kepada seseorang — contohnya marah-marah, sok cuek, atau bahkan membenci — bisa jadi merupakan hal yang sebaliknya dirasakan oleh pelaku tersebut. Juga bisa apabila seseorang menunjukkan rasa cinta yang berlebihan, bisa jadi secara nggak sadar dia malah membenci orang tersebut.
Contohnya apa ya... Bagi kamu yang tahu istilah Tsundere, kamu pasti tahu seperti apa contohnya.
3. Displacement (Penggantian)
"In displacement, people can redirect their unacceptable urges onto a variety of people or objects so that the original impulse is disguised or concealed."
Rasa benci, marah, atau nggak suka dengan sesuatu bahkan seseorang, bisa digantikan pada objek yang lain.
Contohnya, ketika dosen memarahi kamu di kampus, kamu mungkin bakal melampiaskan hal itu pada orang di jalan, ke adik, pacar, kucing lewat, atau bahkan pada meja yang bisa aja kamu tendang dan pada tembok yang kamu tinju sekuat tenaga.
4. Fixation (Fiksasi)
"Technically, fixation is the permanent attachment of the libido onto an earlier, more primitive stage of development."
Artinya, kamu mempertahankan suatu perilaku yang pernah kamu lakukan saat kamu masih dalam tahap masa perkembangan, bisa masa anak-anak, masa puber, masa remaja, dan seterusnya.
Contohnya, saat merasa gelisah nunguin pacar lagi on the way sendiri di jalan, kamu gigit-gigit jari supaya rasa gelisah tersebut hilang. Dan menurut Freud, perilaku ini ada kaitannya dalam tahap perkembangan oral atau mulut.
5. Regression (Mundur)
"Once the libido has passed a developmental stage, it may, during times of stress and anxiety, revert back to that earlier stage. Such a reversion is known as regression."
Intinya, ketika kamu merasa tekanan yang terjadi dalam hidup terlalu berlebih, kamu bakal memperlihatkan perilaku seperti anak kecil lagi.
Contoh, saat kamu nggak lulus UN atau SNMPTN/SBMPTN, kamu bisa aja menangis keras sekali seperti orang kesurupan.
6. Projection (Proyeksi)
"...as seeing in others unacceptable feelings or tendencies that actually reside in one's own unconscious."
Maksudnya adalah, kamu melihat orang lain dengan kecenderungan yang sebenarnya ada dari diri sendiri.
Misalnya, udah dijelaskan di atas tadi. Kamu naksir sama cewek, tapi dengan anehnya kamu malah suka jodohin atau men-ciye-ciye-kan temen kamu sama cewek yang kamu taksir karena malu. Tapi sebenernya, kamu juga takut kalo semisal temen kamu naksir beneran. Bener nggak?
7. Introjection (Introyeksi)
"Defense mechanism whereby people incorporate positive qualities of another person into their own ego."
Intinya adalah dimana orang mengadopsi kualitas yang dianggap positif dari orang lain untuk diadopsi dalam dirinya.
Contohnya, kamu melihat gaya rambut pesepakbola Oliver Giroud yang bergaya pompadour dan menganggap itu keren, kemudian kamu adopsi gaya rambut tersebut ke rambutmu.
8. Sublimation (Sublimasi)
"The sublimated aim is expressed most obviously in creative cultural accomplishments such as art, music, and literature, but more subtly, it is part of all human relationships and all social pursuits."
Ketika kamu merasa tertekan, perilaku tertekan itu kamu salurkan untuk hal-hal yang dianggap bisa diterima.
Contohnya, ketika kamu lagi putus cinta, daripada melakukan hal-hal yang negatif, kamu memilih untuk membuat lagu, membuat gambar, melukis, memperkuat agama, dan sebagainya. Tapi sekarang orang-orang cenderung membuat status-status galau atau marah-marah di sosmed ya daripada melakukan hal-hal yang berguna. Ini saya banget deh.
Bagi kamu yang melihat perilaku ini, baik pada diri sendiri atau pada orang di sekitar, kamu nggak perlu khawatir. Perilaku ini sebenarnya umum dari sudut pandang ilmu psikologi, asalkan nggak dalam tahap ekstrim.
"Although defense mechanisms are normal and universally used, when carried to an extreme they lead to compulsive, repetitive, and neurotic behavior " — (Feist, 2008)
Jadi, tahap Defense Mechanism manakah yang paling sering terjadi di kehidupanmu?








