Selasa, 18 Agustus 2015

Dawn, Sebuah Trailer Baru dari Final Fantasy XV



Gue baru aja nonton trailer Final Fantasy XV yang terbaru, kira-kira rilis tanggal 4 Agustus lalu dalam konferensi game di Jerman. Bagi yang mau menontonnya, coba tonton video di bawah:



Disitu terlihat bahwa Lunafreya muda disiksa oleh entah siapa, kemungkinan ayahnya. Dan kita juga bisa melihat pasukan dari kerajaan tertentu sedang bersiaga, dengan seekor anjing yang menyelinap (anjing itulah yang kemungkinan nanti bisa dimainkan dalam Final Fantasy XV kalo udah rilis nanti). Scene terakhir, yang paling bikin gue tersentuh (ceilah), yaitu kedekatan antara Raja Regis Lucis Caelum CXIII terhadap puteranya, sang pangeran Noctis Lucis Caelum semasa muda, eh anak-anak maksudnya. Dalam scene tersebut, Regis menggendong Noctis kecil dan berdiri di depan sebuah bangunan besar, kemungkinan istananya sendiri, dan berbisik bahwa ia akan selalu ada untuk Noctis. Kemungkinan, sesuatu terjadi pada mereka sebelumnya.



Dalam trailer yang berjudul Dawn tersebut, juga diselipkan sinopsis dari Final Fantasy XV walaupun secara garis besar udah bisa ketebak dari para penggemar. Sinopsis ini punya cerita yang sederhana, berikut gue kutip dari situs Siliconera.com:



In a matter of days, the Kingdom of Lucis is to sign an armistice, ending a long and bitter conflict with Niflheim. Ahead of the ceremony, Prince Noctis, heir to the Lucian Throne, sets forth from his marriage to the Lady Lunafreya of the imperial province of Tenebrae. The offer of peace, however, is no more than a ruse to lower the Lucian shield, and the Imperial Army takes the Crown City and its sacred crystal in one fell swoop. En route to his destination, Noctis is shocked to learn that he, his father The King, and his betrothed are believed dead. Overnight, the dream of peace has faded into a distant memory. His world crumbling around him, Noctis has naught but his resolve and his loyal companions to see him through the trials to come.



Kurang lebih kalo gue artikan akan menjadi seperti berikut:

Dalam beberapa hitungan hari, Kerajaan Lucis sedang mengadakan perjanjian gencatan senjata untuk mengakhiri konflik yang panjang dan pahit dengan Niflheim. Dalam upacara, pangeran Noctis, pewaris dari Tahta Lucian, mempersiapkan pernikahannya yang secara politis itu dengan Puteri Lunafreya dari kekaisaran Tenebrae. Demi kedamaian tentu saja, namun, hal itu hanyalah jalan untuk mengendurkan proteksi dari Kerajaan Lucian, dan Imperial Army bertujuan untuk menguasai Crown City dan mengambil kristal suci dalam satu serangan. Sejalan dengan tujuannya dalam perjalanan, Noctis terkejut saat mengetahui bahwa dia, ayahnya sang raja, serta tunangannya dipercaya telah tewas dalam kejadian tersebut. Selama satu malam, impian kedamaian telah memudar menjadi sebuah kenangan. Dunianya telah berantakan, tapi Noctis tetap berkeras untuk berusaha memecahkan permasalahan bersama teman-temannya yang setia yang ingin melihatnya melalui semua ujian yang akan datang nantinya.




Gue disini agak terkejut juga bahwa Noctis, yang selama ini gue sangka jomblo, ternyata udah bertunangan dengan Lunafreya, walaupun pertunangan itu bertujuan untuk mendamaikan kedua belah pihak kerajaan dan adanya unsur politik yang mendasari. Disini gue mulai melihat ada hal yang menarik dalam storyline Final Fantasy XV, karena Noctis satu-satunya hero Final Fantasy yang punya partner tepat di awal storyline.



Gue jadi nggak sabar menunggu gamenya rilis, apalagi Hajime Tabata, kepala development Final Fantasy XV, mengatakan bahwa gamenya akan rilis sebelum tahun 2017. Entah rumor itu benar apa nggak, tapi worth it lah untuk ditunggu. Well, see you around, prince Noctis!