Hei pembaca semua, kali ini gue mau bahas game yang paling gue tunggu-tunggu kehadirannya: Final Fantasy XV. Dengan dirilisnya Final Fantasy XV versi demo, gue jadi semangat banget buat mencari tahu apa-apa yang ada di dalam game besutan Square Enix ini. Mulai dari karakter, storyline, serta elemen-elemen penting yang pastinya ada di dalam game, seperti battle system, grafis, dan tutorial yang akan memudahkan gamers dalam memainkan seri Final Fantasy ke-15 ini.
Yap, langsung aja kita bahas Final Fantasy XV versi demo ini.
Storyline
Noctis Lucis Caelum, seorang pangeran dari Kerajaan Lucis, sedang melakukan sebuah perjalanan beserta ketiga koleganya, yaitu Ignis, Gladio, dan Prompto. Mereka melakukan perjalanan dengan mengendarai sebuah mobil. Di tengah-tengah perjalanan, mobil mereka mengalami kerusakan (ada indikasi kuat bahwa yang merusakkan mobil mereka adalah Prompto). Untuk memperbaiki mobil, mereka datang ke seseorang bernama Cindy (Cidney untuk versi Jepang), seorang mekanik yang mampu memperbaiki mobil mereka. Sayangnya, Noctis dan ketiga temannya nggak punya uang yang cukup untuk memperbaiki mobil mereka, dan mereka sepakat untuk mencari cara bagaimana mendapatkan uang dalam jumlah yang sesuai untuk memperbaiki mobil mereka. Mereka pun mulai mencari cara tersebut dengan berkelana kesana-kemari, bertanya pada para penduduk, dan mencari informasi-informasi yang diperlukan.
Di suatu pagi, di dalam tenda yang telah mereka buat untuk bermalam di suatu tempat di Duscae, Ignis terbangun karena alarm dari ponselnya berbunyi. Lalu, dia membangunkan Prompto dan Gladio juga. Hanya Noctis satu-satunya orang yang paling susah dibangunin. Gladio terpaksa membangunkan Noctis dengan cara menariknya untuk duduk, tapi dasar si Pangeran emang punya watak kebo, dia masih tidur dalam keadaan duduk sampai Ignis membujuknya untuk keluar karena cuaca di luar sedang cerah.
Mereka berjalan menyusuri dataran Duscae.
Keempatnya berjalan menyusuri dataran di Duscae, sampai Gladio menemukan sebuah poster yang tertempel di papan pengumuman terdekat. Poster tersebut berisi sebuah gambar dengan tulisan "WANTED" di atasnya. Noctis membacanya, dan diketahui bahwa seekor Bahemoth bernama Dead-Eye menjadi ancaman bagi warga karena sering memporak-porandakan tempat tinggal mereka. Para warga membuat sebuah pengumuman untuk siapa aja yang bisa mengalahkan Dead-Eye, dia akan diberi uang 25.000 gil. Noctis dan kawan-kawan pun menyanggupi pengumuman tersebut, dan memulai pencarian untuk menemukan sang Bahemoth.
Setelah mencari dengan susah payah karena mereka harus melawan monster-monster yang ada di sekeliling mereka atau melawan pasukan tentara Magitek dari kerajaan lain yang sedang lewat dan menyergap mereka, akhirnya mereka menemukan sarang dari Dead-Eye. Ignis, sebagai otak dari keempatnya, menyusun strategi untuk melawan Dead-Eye. Prompto ditugaskan untuk meledakkan sebuah tabung gas besar yang ada di sudut bebatuan, Gladio bertugas untuk membuat serangan dadakan yang bisa melumpuhkan Dead-Eye, dan Noctis ditugaskan untuk memancing Dead-Eye dan menyelesaikannya dengan sekali serangan di bagian vital sang Bahemoth. Ignis memberi instruksi untuk melakukan serangan. Awalnya serangan mereka terlihat berhasil, sampai sang Bahemoth kembali bangkit dan menjatuhkan sang Pangeran dari punggungnya.
Merasa kalah kuat dengan Dead-Eye, keempatnya kabur dan mencari informasi lebih detail mengenai Dead-Eye dari warga sekitar. Akhirnya, ada seorang warga yang memberi tahu bahwa ada sebuah gua yang dihuni oleh ratusan Goblin yang di dalamnya terdapat sebuah kekuatan misterius. Noctis dan kawan-kawan sepakat menuju kesana. Di gua yang gelap gulita dan hanya mengandalkan senter mini untuk penerangan, mereka berhasil masuk ke bagian dalam gua, sampai sekelompok Goblin menyerang mereka.
Noctis berhadapan dengan Goblin.
Di dalam gua, Noctis mendapatkan Armiger Arsenal, sebuah kekuatan kristal dalam bentuk pedang-pedang yang dimilikinya, yang bisa dia gunakan sebagai perisai dan untuk melakukan serangan. Kekuatan Armiger Arsenal cukup efektif dengan keempat pedang yang baru dimilikinya, walaupun dengan resiko dia cepat kehabisan stamina (MP) dan itu bisa membuatnya dalam keadaan Stasis: nggak bisa menyerang dan bertahan karena terlalu kelelahan. Eksplorasi gua yang memakan waktu lama akhirnya terselesaikan, dengan hasil Noctis mendapatkan kekuatan Summon, kekuatan untuk memanggil sebuah entitas yang berasal dari Etro, sang Dewi Kematian.
Armiger Arsenal, limit break milik Noctis.
Setelah menyusun rencana kembali untuk mengalahkan Dead-Eye, Noctis dan kawan-kawan sampai di sarang sang Bahemoth dan mulai melakukan penyerangan. Tapi tetap aja sia-sia, mereka belum bisa menandingi kekuatan Dead-Eye dan berusaha kabur untuk kedua kalinya. Dalam keadaan sekarat, Noctis memanggil sebuah entitas (Eidolon) dengan kekuatan barunya: Summon. Langit kemudian menjadi gelap, dan petir menyambar-nyambar. Lalu, sosok orang berjanggut putih berukuran raksasa mengambil Noctis dan diangkatnya. Sosok tersebut mempunyai tongkat dan dijadikannya sebuah petir raksasa. Dia adalah Ramuh, sang penguasa petir.
Noctis memanggil Ramuh untuk membantunya.
Ramuh melemparkan petirnya pada Dead-Eye, dan dengan sekali serangan itu, Dead-Eye dapat dikalahkan. Noctis dan ketiganya bersorak dan mengambil tanduk Dead-Eye sebagai bukti bahwa mereka telah mengalahkan Bahemoth tersebut. Dengan diterimanya uang sebesar 25.000 gil, mereka kembali ke Cindy dan mobil mereka berhasil diperbaiki.
Dalam perjalanan, dengan siaran radio yang terdengar di mobil, mereka mendapat kabar bahwa Insomnia (salah satu kota di kerajaan Lucis) telah runtuh akibat dijajah oleh negara atau kerajaan lain. Dalam berita tersebut juga terdengar kabar bahwa Regis Lucis Caelum CXIII, ayah Noctis, gugur dalam insiden tersebut. Dan lebih jauh lagi, Noctis terkejut bahwa dia juga diberitakan gugur. Seseorang dari keluarga Fleuret dan berasal dari Tenebrae, Lunafreya Nox Fleuret, berhasil kabur dari insiden tersebut. Dalam akhir game, Regis berkata pada Noctis bahwa Noctis harus tetap tegar dan mengangkat kepalanya (dengan harga diri tinggi) untuk menyelesaikan insiden tersebut, apalagi dia juga membawa nama para raja Lucis terdahulu, Lucis Caelum.
Karakter-karakter dari game ini antara lain:
Noctis Lucis Caelum
Seorang pangeran dari kerajaan Lucis, anak dari Regis Lucis Caelum CXIII. Punya sifat pemalu saat bertemu dengan orang-orang baru, tapi dia selalu nutupin hal itu dengan bersifat sok cool. Mudah khawatir dan cemas, kadang suka overthink, dan punya bakat dalam melanggar peraturan, khususnya peraturan kerajaannya sendiri. Tukang tidur dan paling susah dibangunin kalo udah kebo banget. Ketiga temannya selalu protektif terhadapnya.
Prompto Argentum
Temen sekolah Noctis sejak kecil. Punya sifat ceroboh, suka caper kalo lagi di depan cewek, dan punya sifat ceria di antara keempatnya. Easygoing dan paling nyeleneh di antara semuanya. Senjatanya adalah berbagai jenis pistol, yang notabene sebenarnya dilarang di wilayah kerajaan Lucis.
Ignis Stupeo Scientia
Temen yang sekaligus bertindak sebagai penasihat dan ahli strategi Noctis. Bersifat tenang dan kalem, emosinya susah ditebak, dan paling rapi di antara keempatnya. Bisa nyetir, masak, dan selalu dibutuhkan oleh Noctis, Prompto, serta Gladio.
Gladiolus Amicitia
Temen deket Noctis yang udah seperti saudaranya sendiri. Sering bertindak sebagai bodyguard dan partner latihan Noctis. Sifatnya berbanding terbalik dengan penampilannya yang kekar, besar, dan gahar. Dia emosional, tapi baik hati dan terkadang nunjukin sikapnya yang peduli dengan Noctis. Senjatanya tipikal Greatsword yang notabene pedang besar dan berat, tapi punya damage besar.
Cidney/Cindy
Seorang mekanik serba bisa. Dia punya kakek namanya Cid. Penampilannya seksi abis, walaupun belepotan oli dan debu di sana-sini, dia tetep kelihatan hot. Noctis berterima kasih banget ke Cindy atas kemampuannya memperbaiki mobil dengan sempurna.
Regis Lucis Caelum CXIII
Ayah Noctis. Belum diceritakan secara detil bagaimana sikap dan sifat dari sang Raja ini. Tapi bisa disimpulkan dia adalah raja yang tegas dan sabar dalam menghadapi gempuran sana-sini dari para musuh.
Lunafreya Nox Fleuret
Seseorang dari Tenebrae, biasa dipanggil Luna. Belum diketahui juga gimana sifatnya sampai saat ini. Kelihatannya berhasil melarikan diri saat Insomnia dikuasai oleh para musuh. Dalam sebuah trailer, Luna punya sesuatu yang harus diserahkan kepada Noctis dan ia meminta Noctis menemuinya di suatu tempat.
Gameplay
Final Fantasy XV - Episode Duscae ini udah bagus, menurut gue. Gameplay Roaming membuat Noctis mampu menjelajahi seluruh dunia atau lingkungan dengan cakupan yang luas. Walaupun ada wilayah yang nggak bisa dilewati oleh pemain dalam demo ini. Kalo pemain nekat melewati wilayah tersebut, permainan akan masuk fase Game Over secara tiba-tiba. Selain itu, pemain cuma bisa mengendalikan karakter Noctis aja dalam game ini. Dalam battle system, dikenal istilah Active Cross Battle (AXB). AXB ini menggunakan strategi menyerang dan bertahan secara langsung, tanpa adanya proses giliran seperti game-game Final Fantasy terdahulu. Jadi, kemampuan pemain untuk menekan tombol secara cepat dan akurat diperlukan dalam battle system ini. Kira-kira hampir mirip dengan battle system game Kingdom Hearts. Health Point (HP) bisa meningkat dengan naiknya level Noctis dan kawan-kawan, begitupula dengan Experience (EXP) dan Mana Point (MP). Bedanya, disini MP nggak hanya digunakan untuk keperluan casting magic (walaupun command magic dalam menu belum ada dalam demo ini), tapi juga digunakan untuk bertahan (Guard/Dodge), serangan balik (Parrying), Warp, dan Special Attack. Kalo Noctis kehabisan MP dalam pertarungan, dia akan memasuki mode Stasis yang membuat Noctis jadi nggak berguna sama sekali. Dia jadi nggak bisa menyerang dan bertahan, dan dari gesturnya, Noctis tampak kelelahan. Untuk mengatasi ini, Noctis perlu take cover ke pohon, batu, atau teman-temannya untuk memulihkan MP yang habis. Atau dia bisa berlari kesana-kesini menghindari serangan demi serangan sampai MP-nya terisi kembali.
Armiger Arsenal
Limit Break Noctis adalah Armiger Arsenal, yaitu kemampuan untuk mengendalikan seluruh senjata (mayoritas pedang) yang dia punya dengan kekuatan telekinesis, yang bisa digunakan untuk menyerang dan sebagai perisai tak terlihat. Sejauh ini dalam Final Fantasy XV Episode Duscae, Noctis hanya bisa melakukan Armiger Arsenal dengan keempat senjata yang dia punya: Aqesior, Secace, Galatine, dan Rhongomyniad. Armiger Arsenal otomatis menguras MP sampai nol saat digunakan, dan saat itu juga pemain harus secepatnya melakukan cover untuk memulihkan MP Noctis yang telah habis.
Dalam permainan demo yang dirilis oleh Square Enix ini, dunia Final Fantasy XV memperkenalkan sistem siang dan malam dengan durasi waktu masing-masing 30-40 menit. Musuh-musuh yang muncul juga berbeda. Musuh dan monster yang muncul pada malam hari lebih kuat daripada musuh dan monster yang muncul pada siang hari. Noctis dan kawan-kawan juga perlu tidur untuk mengakumulasi jumlah EXP mereka ke dalam tingkatan level. Kalo mereka nggak tidur, mereka akan gampang lelah dan kemampuan bertarung mereka juga akan mengalami kemunduran. Final Fantasy XV juga dihuni oleh sebuah entitas yang bernama Eidolon. Eidolon adalah makhluk yang mempunyai hubungan dengan Etro. Noctis bisa mendapatkan kekuatan mereka dengan cara mencari sebuah kristal yang berkaitan dengan para Eidolon ini (seperti kasus Ramuh) atau mengalahkan mereka untuk mendapatkan kekuatan mereka (seperti saat Noctis melawan Titan). Sejauh ini, baru diperlihatkan tiga Eidolon yang muncul dalam trailer atau dalam game versi demo, yaitu Ramuh, Titan, dan Leviathan.
Karakter (yang kemungkinan) love-interest Noctis, Stella Nox Fleuret, belum muncul dalam Final Fantasy XV Episode Duscae ini. Sempat ada rumor bahwa Stella digantikan perannya dengan Lunafreya. Tapi entah itu benar atau salah, pihak Square Enix belum mau menjawab pertanyaan tersebut. Jadi, kita simpulkan aja bahwa Lunafreya dan Stella merupakan karakter yang berbeda, yang memiliki andil sendiri dalam perkembangan storyline game ini.
Yap, segitulah hal-hal yang bisa gue ulas dari game Final Fantasy XV Episode Duscae. Walaupun cuma sekedar demo, tapi game ini udah bikin gue excited banget dan nggak sabar menunggu full release dari Square Enix entah untuk beberapa bulan ke depan. Oh iya, Square Enix juga ingin meminta feedback dari gamers yang udah memainkan Final Fantasy XV Episode Duscae ini untuk memperbaiki kekurangan yang sekiranya ada dalam game versi demo.
Hehe!
Sekian post dari gue mengenai Final Fantasy XV Episode Duscae ini ya, nantikan post gue selanjutnya. Dadaaah.


.jpg)
.jpg)












