Minggu, 17 Mei 2015

Sepuluh Fakta Spider-Man yang Jarang Diketahui



Spider-Man bisa dikatakan sebagai karakter paling populer di Marvel Comics. Karakter Spider-Man yang cukup membumi serta ceplosan-ceplosan lucunya membuat Spider-Man tetap eksis selama lebih dari 40 tahun lamanya. Bahkan saking suksesnya, banyak fans yang mengharapkan karakter ini, dan juga Wolverine, untuk masuk ke dalam Marvel Cinematic Universe. Awalnya, karena terbentur masalah pemegang lisensi, maka hal itu sangatlah sulit untuk terjadi. Walaupun akhirnya, Spider-Man saat ini udah bisa masuk ke dalam Marvel Cinematic Universe.



Gue nggak akan cerita panjang lebar gimana asal-usul Peter Parker bisa jadi The Webslinger. Kali ini gue tertarik untuk menuliskan 10 trivia atau fakta yang jarang diketahui banyak orang tentang karakter yang memiliki julukan The Friendly Neighborhood ini.




1. Sama halnya dengan Batman, Spider-Man merupakan karakter superhero yang memiliki karakter-karakter penjahat yang sangat banyak dan populer. Kalo kebanyakan superhero hanya memiliki satu-dua karakter penjahat populer, Spider-Man punya segudang karakter penjahat yang bahkan memiliki kelompok tersendiri: The Sinister Six. Jadi seandainya mau dibuat seri ke-10 pun, pihak produser kayaknya nggak akan kehabisan stok penjahatnya.




2. Spider-Man bisa dikatakan adalah karakter superhero remaja pertama yang awal kemunculannya bukan menjadi seorang sidekick. Pada era tersebut, untuk menarik minat remaja, banyak diciptakan karakter superhero remaja tapi belum dipercaya untuk berpetualang secara solo di awal kemunculannya. Sebut aja Bucky dan seabrek anggota Teen Titans.



3. Banyak yang nggak tahu, sebelum jadi pembasmi kejahatan, Spider-Man berprofesi sebagai bintang TV. Ketika pertama kali mendapatkan kekuatannya, Peter menggunakannya untuk melawan pegulat Crusher Hogan. Penonton begitu kagum melihat orang tidak dikenal bisa mengangkat dan mengalahkan pegulat yang berpostur jauh lebih besar darinya. Karena hal itulah, Peter didekati seorang pencari bakat TV bernama Max.


Peter kemudian menciptakan baju yang keren dan menyebut dirinya sebagai Spider-Man. Untuk beberapa lama dia membintangi talkshow dan acara-acara spesial TV lainnya. Dia mempertunjukkan kebolehannya dalam mengangkat mobil dan memanjat tembok serta langit-langit tanpa bantuan alat apapun. Meskipun banyak yang menyangka Peter adalah seorang pesulap. Sampai suatu saat ketika pulang dari stasiun TV, Peter berpapasan dengan seorang perampok. Merasa dirinya adalah seorang superstar dan bukan seorang satpam, Peter nggak mau berbuat apa-apa. Sampai beberapa bulan kemudian sang paman, Ben Parker, malah terbunuh oleh perampok tersebut.




4. Salah satu event terbesar dalam saga Spider-Man adalah kematian true love pertamanya, Gwen Stacy. Banyak yang mencurigai kalo kematian sang kekasih sebenarnya berada di tangan sang Spider-Man sendiri, tanpa disengaja tentunya. Dalam komik Amazing Spider-Man #121 yang diterbitkan tahun 1973, Green Goblin melempar Gwen Stacy dari atas jembatan George Washington. Spider-Man dengan sigap menangkap Gwen dengan menggunakan jaringnya. Ketika ditarik ke atas, Spider-Man mengetahui bahwa Gwen udah meninggal.

Banyak yang mencurigai, termasuk Spider-Man sendiri malahan, bahwa sebenarnya kematian Gwen disebabkan oleh patah leher akibat berhenti mendadak ketika jaring laba-laba menangkapnya. Walaupun dalam film The Amazing Spider-Man 2, diketahui Gwen meninggal akibat kepalanya terbentur tanah dengan keras meski jaring Spider-Man berhasil menangkapnya. Anyway, sebenarnya tempat terjadinya insiden tadi juga bukan di George Washington Bridge, tapi di Brooklyn Bridge. Kekeliruan ini terjadi akibat miskomunikasi dalam pembuatan komik tersebut.




5. Aslinya, jaring laba-laba yang dipakai oleh Spider-Man dihasilkan oleh sepasang alat yang bernama Web-Shooter. Web-Shooter adalah sepasang gelang logam yang diciptakan dan dipakai Peter dan kalo diberi tekanan sebesar 65 pound di tombolnya, alat ini akan mengeluarkan sejenis cairan yang bisa menciptakan semacam jaring laba-laba. Web-Shooter sendiri dipercaya fans sebagai penemuan Peter Parker yang terbaik.

Namun pada awal 90-an ketika film Spider-Man akan digarap oleh sutradara James Cameron, muncul ide untuk mengubah Web-Shooter dari sistem mechanic (memakai alat) menjadi sistem organic (tanpa bantuan alat). Hal ini didasari dengan ketidakmungkinan seorang remaja biasa-biasa saja yang kesulitan ekonomi mampu memproduksi sebuah alat yang sudah pasti akan membutuhkan biaya sangat mahal. Ketika produksi film tersebut putus di tengah jalan dan James Cameron akhirnya sibuk dengan proyek lainnya, ide tersebut akhirnya dipakai oleh Sam Raimi, yang menyutradarai film Spider-Man hingga Spider-Man 3. Tapi kalo kita telaah baik-baik, sebenarnya laba-laba nggak memproduksi jaring dari salah satu kakinya, tapi dari tubuh bagian belakangnya. Jadi, seharusnya Peter Parker mengeluarkan jaringnya dari pantat. Tapi jadi nggak keren juga sih kalo ngebayangin Spider-Man kentutin Green Goblin untuk ngeluarin jaring.




6. Sebuah Production House asal Jepang, Toei Corporation, pernah membuat serial Spider-Man sebanyak 41 episode yang ditayangkan dari tanggal 17 Mei 1978 sampai tanggal 14 Maret 1979. Cerita ini diawali dengan sang tokoh utama bernama Takuya Yamashiro yang menemukan UFO mendarat di Bumi. Ternyata UFO tersebut adalah sebuah kapal perang dari planet Spider yang bernama Marveller. Ayah Takuya, Dr. Hiroshi Yamashiro, seorang arkeolog luar angkasa tewas terbunuh ketika sedang menyelidiki kasus ini. Hal ini menarik perhatian Professor Monster dan pasukan Iron Cross Army-nya yang ingin menguasai alam semesta. Takuya akhirnya bertemu dengan Garia, satu-satunya penduduk planet Spider yang selamat sebelum dibasmi oleh Professor Monster. Garia akhirnya meminta Takuya untuk melanjutkan tugasnya membunuh Professor Monster. Garia kemudian menyuntikkan darahnya ke dalam tubuh Takuya. Reaksi pertemuan dua darah berbeda spesies tersebut membuat Takuya memiliki kekuatan seperti laba-laba. Garia pun memberikan Takuya sebuah gelang yang dapat mengeluarkan kostum pelindung, menembakkan jaring laba-laba, serta mengontrol kapal Marveller yang dapat berubah menjadi sebuah robot bernama Leopardon.

Meski banyak yang nggak suka karena ketidaksesuaian dengan sumber aslinya (iya sih, menurut gue kalo superhero Amerika dibikin tokusatsu sama Jepang hasilnya pasti ancur abis), tapi Stan Lee memuji serial ini. Disamping kehebatan stuntman dan special effect yang digunakan, gerakan yang digunakan oleh sang tokoh utama sangat mirip dengan gerakan seekor laba-laba.




7. Peter Parker mendapatkan penghasilan dengan cara menjual foto-foto Spider-Man ke Daily Bugle, sebuah kantor berita dan koran di New York. Peter sengaja membawa kameranya ke setiap tempat dimana Spider-Man akan beraksi dan memasangnya di tempat yang strategis. Setiap foto yang dihasilkan pasti menempatkan sosok Spider-Man pas di tengah-tengah foto. Kenapa bisa gitu? Karena Peter menggunakan semacam sensor yang akan mengaktifkan trigger kamera ketika dia lewat di depan lensa sebagai Spider-Man.




8. Seperti yang gue bilang di awal tadi, Spider-Man merupakan karakter Marvel terpopuler dan memiliki fans paling banyak. Padahal Spider-Man hampir aja nggak jadi dibuat. Pada awalnya seorang petinggi Marvel pada saat itu, Martin Goodman, merasa bahwa banyak orang akan membenci karakter ini. Hanya karena satu alasan: manusia takut laba-laba.




9. Salah satu bahan perdebatan yang cukup hebat di saga Spider-Man adalah dalam storyline Spider-Clone Saga di tahun 1990-an. Setelah cerita yang sangat panjang dan memusingkan tentang kloning-kloning si Web-Head, akhirnya para pembaca dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa salah satu kloning Spider-Man yang bernama Ben Reilly (Scarlet Spider) ternyata adalah Spider-Man yang asli, sementara Peter Parker sendiri adalah hasil klon. Para pembaca akhirnya banyak yang nggak suka dengan keputusan ini. Sebagian nggak suka karena terlalu pusing, dan sebagian lagi nggak suka karena merasa dibohongi selama 3 dekade lamanya dalam mengikuti kisah Spider-Man ini. Karena apa? Ternyata Peter Parker bukan Spider- Man asli. Menanggapi kekecewaan ini, akhirnya para petinggi Marvel memutuskan untuk memperbaikinya dengan menceritakan bahwa hal membingungkan tersebut adalah trik busuk dari Green Goblin. Hasilnya, Peter Parker memang Spider-Man yang asli, dan Ben Reilly merupakan kloning dari Spider-Man.




10. Ketika mendengar bahwa presiden Barrack Obama merupakan fans Spider-Man, pihak Marvel memanfaatkan momentum ini dengan memunculkan sang presiden di komik Amazing Spider-Man #583 yang terbit di tahun 2009. Keduanya berkolaborasi untuk menghentikan rencana jahat The Chameleon.



Yap, itulah 10 fakta tentang Spider-Man yang bisa gue uraikan disini. Ada lagi yang bisa menambahkan? Terima kasih udah membaca. See you to the next post.