Sabtu, 09 Mei 2015

Review - Avengers: Age of Ultron



Yeay! Akhirnya udah nonton film Avengers: Age of Ultron juga di bioskop. Entah kenapa saya selalu memprioritaskan film-film superhero Marvel untuk ditonton di bioskop daripada nonton film-film lainnya. Mulai dari Spider-Man, Iron Man, sampai terakhir The Amazing Spider-Man 2 yang saya tonton bulan Mei 2014 lalu. Tapi ada juga yang nggak sempat saya tonton di bioskop, misalnya aja Captain America: The First Avenger, Thor, dan The Amazing Spider-Man.



Entrance Cinema XXI, Mall Paragon, Semarang.


Seperti yang udah saya ceritain sebelumnyasaya ngajak seorang temen untuk nonton bareng film ini. Sebut aja namanya MJ (kali ini beneran inisial namanya, bukan Mary Jane lho ya hehehe). Hari Rabu kemarin, sepulang kuliah, saya langsung cabut ke Mall Paragon karena udah janjian sama si MJ untuk ketemuan jam 12:30 siang. Kita berniat untuk nonton di Cinema XXI. Saya tunggu dia lumayan lama, sampai sekitar jam 13:30 dia baru dateng, padahal film dimulai jam 13:45. Saya tanya kenapa dia dateng agak terlambat, ternyata dia nggak bisa cepet karena naik mobil dari kampusnya. Mepet banget sih, tapi syukur film bisa kita tonton dengan tepat waktu.



Tiketnya.


Nah, saya akan membahas gimana serunya film Avengers: Age of Ultron yang menurut saya bener-bener keren ini.




Plot

Film dimulai dengan bertempurnya pasukan The Avengers yang terdiri dari Captain America, Iron Man, Hulk, Hawkeye, Black Widow, dan Thor di sebuah kawasan di Sokovia untuk merebut kembali tongkat milik Loki yang disabotase oleh Hydra, antagonis pertama yang muncul dalam film. Nah di pihak musuh juga ada dua orang manusia super yang bernama Wanda Maximoff dan Pietro Maximoff, keduanya merupakan saudara kembar. Wanda memiliki kekuatan manipulasi pikiran dan telekinesis yang punya julukan sebagai Scarlet Witch, sementara itu Pietro punya kekuatan untuk bergerak dan berlari dengan kecepatan supersonik, yang dikenal juga sebagai Quicksilver. Sejalan dengan pertempuran itu, singkat cerita akhirnya Tony Stark (Iron Man) berhasil mengambil kembali tongkat Loki untuk diteliti sebelum diserahkan kepada Thor.



Scarlet Witch dan Quicksilver.


Penelitian Tony Stark atas tongkat Loki dibantu oleh Dr. Bruce Banner (Hulk). Mereka berambisi membuat sebuah robot yang bisa menjaga kedamaian dunia, dengan kecerdasan buatan yang ditemukan oleh Tony Stark dalam permata di tongkat Loki. Awalnya Dr. Bruce Banner nggak begitu menyetujui rencana Tony Stark, tapi dengan ambisi dan keyakinan yang kuat dari Tony Stark yang menginginkan kehidupan yang damai, akhirnya mereka memulai pembuatan prototipe robot tersebut dengan codename: Ultron.



The Avengers' Tower.


Di markas, yang dikenal juga dengan nama Avengers' Tower, sedang diadakan sebuah perayaan atas suksesnya tim Avengers merebut kembali tongkat Loki dari Sokovia. Di perayaan tersebut ada tim Avengers tentu aja, dan hadir juga James Rhodes (War Machine) yang turut serta membuat lelucon yang garing bagi Tony Stark dan Thor, namun lucu bagi orang-orang yang lainnya. Bapak Marvel, Stan Lee, juga hadir sebagai cameo disini. Setelah perayaan usai, tim Avengers melakukan sebuah game. Mereka satu per satu mencoba untuk mengangkat Mjolnir, palu milik Thor. FYI aja, Mjolnir hanya bisa diangkat dan dibawa oleh Thor seorang. Dimulai dari Barton Clint (Hawkeye), dia bener-bener nggak sanggup untuk mengangkat satu senti pun Mjolnir dari meja. Lalu Tony Stark mencoba dengan menyombongkan diri seperti biasa, namun gagal. Bahkan dengan bantuan armor Iron Man dan dibantu pula oleh James Rhodes dengan menggunakan armor War Machine, hasilnya tetap nihil. Steve Rogers (Captain America) pun juga gagal.




Sampai semua dikejutkan oleh terdengarnya sebuah suara dari sudut ruangan, dan muncullah sosok Ultron.



Ultron.


Ultron masih belum sempurna, tapi kecerdasannya yang berasal dari tongkat Loki udah mulai memberikannya ambisi untuk menciptakan kedamaian di Bumi. Singkatnya, Ultron mengatakan kepada tim Avengers untuk memusnahkan seluruh manusia di Bumi ini demi evolusi manusia yang hidup setelahnya, dengan campur tangan dari Ultron tentu aja. Ultron berpikir bahwa kedamaian nggak akan bisa diciptakan tanpa adanya evolusi atau perubahan terlebih dahulu. Bisa ditebak reaksi tim Avengers atas statement dari Ultron barusan, kan? Setelah perkelahian singkat antara Avengers melawan Ultron, akhirnya Ultron melarikan diri dan pergi ke sebuah gereja di Sokovia.


Scarlet Witch dan Quicksilver menyadari adanya sosok yang mengingatkan mereka akan Iron Man dan mencoba menemuinya, yang akhirnya diketahui bahwa dia adalah Ultron. Setelah pertemuan dan perbincangan singkat di antara mereka, Ultron membujuk Scarlet Witch dan Quicksilver untuk bergabung dengannya demi menciptakan kedamaian yang sesungguhnya, ideologinya, dengan berasumsi bahwa kedamaian yang ingin diciptakan Tony Stark merupakan omong kosong belaka. Belakangan diketahui bahwa Scarlet Witch dan Quicksilver menerima ajakan Ultron karena dendam dengan Tony Stark. Orangtua mereka tewas saat rumah mereka dibom dan ditembaki, dan sesaat mereka melihat sebuah bom yang gagal meledak, dan disitu tertulis: Stark Industries. Yap, teknologi senjata Stark yang disalahgunakan membuat mereka dendam terhadap Tony Stark dan memutuskan untuk membantu ideologi kedamaian yang diinginkan Ultron.


Dengan kekuatan Scarlet Witch dan Quicksilver, keduanya berhasil memecah tim Avengers. Dengan absennya Iron Man dalam grup karena harus melawan Ultron, Scarlet Witch berhasil memengaruhi Thor, Captain America, Black Widow, serta Hulk dengan kemampuannya mengendalikan pikiran seseorang. Hawkeye berhasil menghentikan Scarlet Witch pada awalnya, tapi kemudian tumbang karena satu serangan dari Quicksilver. Dengan pengaruh dari Scarlet Witch, Hulk mengamuk sampai diluar batas yang mengakibatkan sebuah kota menjadi hancur lebur. Polisi pun nggak sanggup untuk menghentikannya. Sampai Iron Man turun tangan setelah berhasil melumpuhkan Ultron. Sadar dengan amukan Hulk yang sangat berbahaya, Iron Man memerintahkan JARVIS untuk memanggil VERONICA, sebuah teknologi untuk mengatasi Hulk yang sedang diluar kendali. Dengan VERONICA, Hulk berhasil dikurung di sebuah penjara teknologi canggih, namun tetap, hasilnya gagal.



Hulk vs Hulkbuster Armor.


Akhirnya, Iron Man memutuskan untuk menggunakan VERONICA sebagai armor yang menurut saya sangat legendaris bahkan dalam cerita di komiknya sendiri: Hulkbuster Armor. Armor ini lebih gede dari Hulk, dan bisa menyamai kekuatan Hulk bahkan jika Hulk mengamuk diluar kendali (mungkin kecuali Grey-Hulk, amukannya istimewa). Pertempuran yang sangaaaat seru pun terjadi, pada akhirnya pertempuran usai dengan hasil Hulk kalah dari Iron Man.


Sesaat sebelum rencana Ultron berhasil, Scarlet Witch akhirnya menyadari gimana kejam dan brutalnya tujuan sebenarnya dari Ultron dengan membaca pikirannya, yang mengakibatkan Scarlet Witch dan Quicksilver berkhianat dari Ultron dan akhirnya berniat membantu The Avengers. Tony Stark berencana (lagi) untuk membuat (awalnya) robot dengan kemampuan kecerdasan buatan yang lain untuk mengalahkan Ultron, tetap dibantu oleh Dr. Bruce Banner. Dengan teknologi Tony Stark beserta kecerdasan JARVIS dan bantuan dari Dr. Bruce Banner dan Dr. Helen Cho, robot tersebut hampir selesai, hanya tinggal diberi tenaga dalam waktu 3 menit. Karena trauma dengan hasil yang gagal seperti Ultron, Captain America dan Hawkeye, dibantu oleh Scarlet Witch dan Quicksilver menentang rencana Tony Stark dan sempat terjadi perkelahian di antara mereka. Perkelahian dihentikan oleh munculnya Thor yang menggunakan kekuatan petirnya untuk mengisi tenaga sang robot. Sang robot dengan tubuh sempurna menyerupai manusia mulai bangkit, yang tak lain adalah Vision, interpretasi dari JARVIS dalam bentuk fisik. Vision pada akhirnya mempunyai tujuan, nggak sama dengan Ultron, yaitu menciptakan kedamaian dengan cara yang benar dan menghentikan Ultron.



Vision.


Pertempuran utama akhirnya dimulai. Dengan sengitnya, The Avengers berusaha menggagalkan rencana Ultron yang ingin menghancurkan populasi manusia di Bumi. Lama pertempuran terjadi, akhirnya dimenangkan oleh Avengers. Hasil dari pertempuran tersebut ialah kematian Quicksilver, perginya Hulk dari tim Avengers, berhentinya Hawkeye dari tim Avengers untuk lebih memperhatikan keluarganya, dan pembentukan markas baru The Avengers di kawasan New York. Tony Stark sempat berbicara dengan Steve Rogers mengenai proyek baru yang akan dilakukannya setelah pertemuan The Avengers kali ini, dan Thor akhirnya pulang kembali ke Asgard. Di akhir cerita, diperlihatkan anggota-anggota baru untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan anggota The Avengers yang berhenti, seperti War Machine, Falcon, dan tentu aja Scarlet Witch sendiri (mungkin Vision juga bakal bergabung). Dalam mid credit scene, diperlihatkan pula ultimate enemy dari The Avengers nantinya yang sedang memakai Infinity Gauntlet, bertahta di galaksi yang luas: Thanos.



Thanos.



Review dan Kesimpulan

Review saya mengenai film ini sih... yah, nggak buruk-buruk amat untuk sebuah sekuel film yang rata-rata is much worse than the prequel. Porsi scene untuk masing-masing anggota The Avengers menurut saya udah pas, sama rata. Jokes ada yang kena, semisal saat Tony Stark memberi lelucon kepada Dr. Bruce Banner, bahkan saat pertempuran Hulk vs Iron Man (Hulkbuster Armor) ada jokes yang sangat menarik buat saya. Yah walaupun ada juga jokes yang terkesan garing, tapi nggak masalah buat saya. Lalu, yang bikin saya bingung di film ini juga mengenai intrik-intrik asmara antara Dr. Bruce Banner dan Natasha Romanoff. Hey, sejak kapan Hulk menjalin asmara dengan Black Widow? Padahal di prekuel filmnya, jelas-jelas Black Widow memulai jalan hubungannya dengan Hawkeye, bukan dengan Hulk. Masih inget kan gimana ganasnya Hulk saat mengejar Black Widow di Helicarrier? Kok sekarang malah menjalin asmara? Nah itu dia. Buat penonton yang udah menebak-nebak alur asmara Black Widow dengan Hawkeye, selamat! Pasti kalian kecewa.


The coolest scene ever after is the battle between Hulk and Iron Man, and that's totally epic! Amukan Hulk yang gila cuma bisa ditandingi oleh Iron Man Hulkbuster Armor. Keren sumpah, coba tonton aja sendiri. Saya sendiri sampai berkaca-kaca saking senengnya nonton superhero yang selama ini saya baca di komik, bisa sekeren ini jika tampil dalam mode live-action, bertarung pula. Yeah, walaupun saya berharap Spider-Man akan se-epic itu nantinya di Captain America: Civil War atau di upcoming film Spider-Man tahun 2017 mendatang.



Ini cuma poster buatan fans kok.


Dan... peran Vision sendiri sempat bikin saya agak kaget karena kehadirannya yang 'tiba-tiba'. Saya tahu kalo di film Avengers: Age of Ultron ini bakalan ada superhero pendatang baru, dan dugaan saya cuma Scarlet Witch dan Quicksilver ini. Ternyata dugaan saya salah. Ada War Machine, Falcon juga, dan Vision ini sendiri, yang punya andil besar dalam storyline.



Efek animasi CGI ada yang masih kelihatan kasar walaupun secara kasat mata masih bisa ditoleransi (dibandingkan dengan film The Avengers sebelumnya). Alur cerita juga agak-agak membosankan di bagian pertengahan film, yang sempat bikin saya menguap sekali-dua kali karena bosan. Tapi, secara keseluruhan, film ini udah layak diacungi jempol. Dalam skala 1 sampai 10, saya beri rating 8/10 untuk film ini. Marvel, you did a good job! And don't forget to include Spider-Man in Avengers: Infinity War!



Oke... Setelah nonton, saya jadi merasa excited dan menebak-nebak bagaimana alur cerita dalam Avengers: Infinity War nantinya. Tentu aja harus ada film-film yang berkaitan untuk membangun cerita di film Avengers: Infinity War, sebut aja Ant-Man, Captain America: Civil War, dan Spider-Man: Homecoming di tahun ini sampai tahun 2017 mendatang. Yang paling saya  tunggu tentu aja film Captain America: Civil War, karena ada rumor bahwa Spider-Man akan menampilkan debutnya disana. Yeah, worth to wait. I can't even imagine that Spider-Man would joins The Avengers eventually.



Yap, segini aja review dari saya mengenai film superhero yang baru aja booming akhir-akhir ini. Nantikan post saya selanjutnya ya. Terima kasih udah mampir dan membaca. Sekian, and see you!





Nb: Buat MJ kalo baca ini, pokoknya kita harus nonton bareng lagi kalo ada film superhero di bioskop. Hehehe, canda.