Jumat, 13 Juli 2018

Renewal of the Vow



Tulisan ini saya buat atas kesadaran diri untuk terus berbenah di segala waktu dan situasi, karena setiap orang pasti berubah dan saya percaya bahwa perubahan tersebut akan menuju ke arah yang lebih baik. Oh no, I will not change to be another person, of course. I'm still holding onto my own lion ideology, but to be a fully mature lion, a cub surely needs to learn more and more to rule even to himself. I'm your subscounsious, by the way. Let's start it, Dika. I have something to tell to you personally.


*****


Faktanya menjadi people pleaser atau yes person nggak membuat kita lebih dicintai atau lebih bahagia. Sebaliknya, kita akan lebih sulit untuk mencintai diri sendiri, atau malah lebih buruk: kehilangan jati diri sendiri.


Nggak apa-apa menjalani kehidupan yang nggak dimengerti orang lain, karena hidup kita toh nggak akan pernah menjadi milik orang lain, begitupun sebaliknya. Nggak masalah menyukai sesuatu yang orang lain benci, begitupun sebaliknya. Nggak apa-apa memimpikan sesuatu yang tidak diinginkan orang lain, begitupun sebaliknya. Nggak masalah bagi kita untuk tidak menyenangkan semua orang, begitupun sebaliknya.


Menerima diri sendiri adalah pelajaran pertama sebelum kita bebas menjadi diri sendiri dan merasa bahagia. Kita tidak sempurna, but that's okay! Be the best version of you. Your best version will always be enough. People come and go, yang terbaik akan tetap tinggal, yaitu mereka yang mengasihimu karena kamu adalah dirimu, dan mereka pasti tulus berharap yang terbaik untuk hidupmu.



Renew your vow, Dika...