Rabu, 28 September 2016

Twenty-Two!




Uh oh! (hey!)
I don't know about you
But I'm feeling 22
Everything will be alright
If you keep me next to you
You don't know about me
But I'll bet you want to
Everything will be alright (alright)
If we just keep dancing like we're
22, ooh-ooh (oh, oh, oh)
22, ooh-ooh
I don't know about you
22, ooh-ooh
22, ooh-ooh




Err... mungkin lagunya Taylor Swift ini nggak ada hubungannya dengan post ini, but I'm glad that I'm 22 now!



Hei folks, yaa baru kali ini saya bisa blogging dengan tenang dan nyaman karena tugas saya dalam mengajar udah kelar. Kelar dalam artian selesai dengan syarat sih. Syaratnya adalah saya harus tetep masuk ke MAN 2 Semarang, cuma itu. Iya sih ngerepotin banget, karena jarak dari rumah saya ke MAN 2 Semarang jauh banget (belum lagi kalo banjir, astagaaa...), dan saya mesti bangun pagi-pagi tiap hari hanya untuk tidak melakukan apa-apa disana, kecuali browsingan pake WiFi.id disitu, dan sesekali nyicil laporan PPL yang ribetnya nggak kira-kira. Hominahhh...


Tapi, disela-sela kesibukan yang saya jalani, alhamdulillah banget saya masih bisa merayakan ultah yang ke-22 tahun ini. Terima kasih saya ucapkan buat keluarga, lalu buat sahabat rangkap saudara saya yaitu Ardan dan Aryo, lalu juga sohib-sohib kampus tercinta: Angger, Bayu, Nasila, sama Glatik. Lalu temen-temen mulai dari Dona yang ngucapin 3 menit sebelum tanggal 19 September (dianya malah ngambek waktu saya bilang meski 3 menit, tapi lumayan bisa dibikin masak mi. 3 menit kan walaupun sedikit tapi berharga, ya kaaan), Rahmad - adik kelas, Ginda (yang sempet-sempetnya ngucapin padahal lagi fakir sinyal gara-gara lagi KKN, wakakak!), Mutia, Nisrina, Putri, Engellice, Eva, Cindy (Unika), Alya, Afra temen manga SMP saya, mbak Tya, mbak Rita, mas Dany, beberapa temen PPL (Sam, Ulva, Ifa, Ahmad, dll), daaaaan masih ada lagi yang nggak bisa saya sebutin satu-satu karena tangan saya udah pegel buat ngetik, sekali lagi terima kasih banyak karena udah inget sama ultah saya. Saya menghargainya dengan sepenuh hati. *terharu*



Yeah,
We're happy, free, confused, and lonely in the best way
It's miserable and magical.
Oh, yeah
Tonight's the night when we forget about the heartbreaks
It's time




Oke, sekarang saya mau sedikit cerita mengenai momen ultah yang bisa dibilang nyumpel-nyumpeli gara-gara dilakuin ditengah kesibukan kita sebagai guru PPL dan sederhana aja karena saya nggak dalam lagi kondisi kaya-raya seperti biasanya.


Cerita diawali waktu saya jenuh banget gara-gara PPL nggak kelar-kelar dan pengen memanfaatkan waktu ultah buat ketemu sama sohib-sohib kampus yang terdiri dari (err... terdiri dari?) Angger dan Nasila... doang pada awalnya. Saya tanya sama mereka, enaknya waktu ultah kita mau kemana gitu. Karena mereka jawab terserah, ya udah saya cari tempat nongkrong yang enak sekaligus nggak mahal-mahal amat, dan Kedai Bang Juned-lah pilihan utama saya. Awalnya sih, saya ngajak Nasila, Angger, Bayu, Afhiyan, Eva, sama Janah. Tapi karena Afhiyan lagi di Magelang dan dia nggak bisa balik ke Semarang, dia nggak bisa ikut. Eva juga nggak bisa dateng karena bertepatan dengan perayaan anniversary-nya bersama pacarnya yang ke-5 tahun (happy anniversary to you, Eva!). Janah juga nggak bisa karena ada urusan keluarga... kayaknya, saya lupa dia bilang apaan. Akhirnya, saya ngajak Glatik buat join dan untung dianya bisa dan mau diajak. Yeay!


Kenapa saya nggak ngajak temen-temen yang dulu sempet ikut merayakan ultah saya yang ke-21 tahun?


Jawabannya sederhana, karena saya pengen merayakan ultah dengan orang-orang yang berbeda, mumpung belum punya seseorang yang khusus (kecuali mereka yang udah deket banget sama saya), nggak ada salahnya saya merotasi temen-temen, ya kaaan... Perbanyak temen dan menyamaratakan mereka (dikala sedang kere-kerenya) itu perlu. If you know what I mean about, hehehe!


Back to topic, pada hari Sabtu, sehari sebelum ultah saya , kita ngumpul di kedai Bang Jun. Kenapa sehari sebelum ultah? Karena pada hari Minggu-nya, temen-temen yang saya ajak ini nggak bisa dateng gara-gara urusan PPL yang emang bikin kita ribet, besoknya hari Senin kan soalnya. Awalnya, saya dateng duluan sama Angger. Bayu, Nasila, dan Glatik nyusul karena di Sekaran kabarnya lagi hujan. Setelah ketiganya dateng, saya dikasih surprise berupa mini cake berbentuk Hello Kitty berwarna pink yang sejatinya kontras sekali dengan saya yang macho bak Spider-Man ini, wakakak! Tapi, makasih banget! Cake-nya enak.




Ini waktu di Indomaret Hybrid sih sebenernya...


Selesai makan, kita menuju ke Indomaret Point (IP) Pemuda buat tongkrongan. Gegara waktu itu lagi hujan deres, alhasil IP Pemuda sedang dalam kondisi penuh-penuhnya akibat banyak orang yang lagi neduh disitu. Kita nunggu hujan sambil berdiri di pojokan, soalnya kursi udah penuh diisi orang-orang. Setelah hujan agak redaan, kita memutuskan buat pindah lokasi ke Indomaret Hybrid (IH) di jalan Pandanaran.


Perjalanan ke IH diwarnai oleh kejadian pisah jalan antara saya-Angger, Bayu, dan Nasila-Glatik. Saya sama Angger lewat jalan Pemuda, Nasila-Glatik lewat jalan Thamrin, sementara Bayu nggak ngerti lewat jalan mana. Saya sama Angger sampai duluan di IH, disusul Nasila dan Glatik. Kita duduk di depan IH, nungguin Bayu yang belum sampai-sampai. Ditunggu 30 menit, si Bayu belum sampai-sampai juga. Akhirnya, kita coba hubungin Bayu dan ternyata dia kesasar! Semelekete... Waktu ditanya dia lagi dimana, dia kesasar sampai ke deket-deket TLJ. Karena nggak mau menjadikan Bayu sebagai Bolang a.k.a Bocah Ilang, Nasila berinisiatif menjemput si Bayu sendirian.


Nggak beberapa lama kemudian, keduanya dateng. Nasila dengan raut wajah masam karena dalam semenit kejebak lampu merah sampai 3 kali (katanya), sementara Bayu bermuka cengengesan mirip bocah ilang yang abis ketemu lagi sama orangtuanya. Setelahnya ya... kita beli minuman sama makanan disitu, lalu cerita ngalor-ngidul, nggosip, dan berfoto-foto bersama. Sederhana kaaan, tapi saya ngerasa asyik kalo lagi sama mereka.







Ini waktu lagi di Kedai Bang Juned.








Ini waktu di Indomaret Hybrid.


Kita di IH sampai kira-kira jam setengah 12 malem. Sesampainya di rumah, saya makan cake pemberian mereka sendirian sambil nonton film, nungguin jam 00:00 tepat di tanggal 18 September.


Besoknya, gantian Ardan, Aryo, sama Rendra yang saya ajak makan-makan, tepat di hari Minggu-nya karena mereka nggak punya jadwal sepadat saya yang lagi PPL. Sederhana lagi kok, saya cuma ngajak mereka makan bakso iga sapi yang lokasinya di jalan Sambiroto.



Tadaaa..! Porsi gede, kenyang maksimal.


Cuma, kali ini nggak ada sesi foto bareng dan saya nggak dapet kado lagi dari Aryo, hahaha. Nggak masalah sih, udah tradisi kita juga kalo tiap ulang tahun pasti dirayain dengan mentraktir temen-temen. Syukur-syukur dapet kado atau surprise juga.


Eits, nggak sampai disini doang lho ceritanya.


Hari Jumat kemarin, tanggal 23 September, saya ngumpul lagi sama sohib-sohib saya di Greenblack Coffee. Dengan diterjang hujan dan mati listrik yang cukup lama di daerah situ, kita toh tetep bisa leluasa ngumpul sembari ngopi, makan, dan main kartu disitu. Ada hal yang bikin saya tengsin setengah mati waktu lagi main kartu sama mereka, yaitu tantangan Truth or Dare (yang kemudian diganti dengan tantangan Truth doang setelah susah menentukan tantangan Dare karena lagi di dalem kafe) bagi siapapun yang kalah dalam permainan kartu. Sialnya, saya kalah sampai tiga kali dan terpaksa menjawab dengan sejujur-jujurnya pertanyaan sialan dari Nasila yang bikin tengsin setengah hidup. AAARRRGGGHHH... tapi nggak apa-apa, kalo nggak begini, kumpul malah jadi bosenin kan. Oh ya, dan nggak lupa kita foto-foto lagi.
















Waktu lagi di Greenblack Coffee.


Hari Sabtu-nya, tanggal 24 September, saya main lagi kali ini sama kedua sohib saya doang, si Bayu sama si Angger. Ceritanya, si Bayu ini lagi galau (saya nggak mau cerita tentang kegalauannya disini, wakaka! Nggak kenapa-kenapa sih, it's just about privacy concern), dan dia ngajak main entah kemana yang penting have fun. Oke deh, karena saya juga butuh main, saya iyain aja. Setelahnya kita ke rumah Angger, dan sempet bingung juga mau main kemana. Awalnya, kita berencana nonton Warkop DKI Reborn (saya belum nonton itu sampai sekarang, pengen sih, tapi kok malas...), tapi karena kurang gitu seru, ya udah deh kita karaokean di Inul Vizta yang terletak di kompleks Thamrin Square. Kita nyanyi-nyanyi riang, galau, sendu, sampai rada edan disitu, yang bikin saya sampai lupa kalo ada match antara Manchester United vs Leicester City saking girangnya. Para Gondeswati (sebutan buat Nasila sama Glatik) juga kita bikin iri dengan mengirimi mereka foto selfie kita karena mereka nggak ikutan, hahaha. Walaupun akhirnya mereka ke kafe (lagi) berdua buat bales dendam. Setelah karaoke, kita menuju warung bakso untuk makan, dan ke IH Thamrin buat nonbar sebentar antara Manchester United vs Leicester City (alhamdulillah menang tuan rumah 4-1) dan antara Liverpool vs Hull City (yang sialnya malah menang telak Liverpool dengan skor 5-1).




Ini dia selfie yang saya maksud.



Nonbar selesai, kita pulang. Yaaah walaupun udah lewat dari ultah saya, tapi saya anggap ngumpul temen-temen begini sebagai perayaan ultah saya juga karena masih bulan September. September ceriaaa~ September ceriaaaa~ Gitu kan lagunya?


Oke, segini aja cerita yang bisa saya tulis. Semoga di usia 22 tahun ini saya bisa berubah. Bukaaan, bukan berubah jadi makin tua. Semoga saya berubah menjadi seorang laki-laki yang lebih dewasa, menjadi seorang teman yang lebih berguna buat sesama, menjadi anak pertama yang bisa diandalkan keluarga, menjadi pria yang bisa melindungi dan mengayomi wanita entah-siapa-itu-kelak, serta bisa menatap masa depan yang lebih baik dengan memotong dan melupakan semua masa lalu yang udah terjadi, aamiin...


Terima kasih udah membaca post yang nggak ada manfaatnya ini, dan sampai ketemu lagi di post selanjutnya.