Kamis, 04 Februari 2016

Usia 20 Tahunan Masih Jomblo? Jangan Sedih, Ada Dampak Positifnya



Kadang, bagi saya pacaran itu bikin serba salah. Saat SMP atau SMA, saya sering diledek orangtua dan ditegur kakek-nenek begini:


"Masih kecil kok udah pacaran."

Nah lebih serba salah lagi saat saya mulai menginjak usia kepala dua, karena saya belum punya-punya pacar, nggak sedikit orang nyinyir ke saya begini:


"Aduh, masa udah umur segini belom punya pacar? Udah 20-an loh kamu, haha."

Buat kamu yang belum punya pasangan di usia 20-an, jangan kuatir ya. Jomblo bukan akhir dunia. Nggak perlu terlalu pusing dengan status jomblo kamu ditengah teman-teman kamu yang lagi enak-enak berpacaran. Lagian, siapa bilang jomblo itu selalu ngenes? Sebenarnya, banyak hal yang bisa kamu nikmati dengan status jomblo kamu sekarang ini lho. Selalu ada sisi lain dalam setiap hal di dunia ini, termasuk ketika kita single, ada juga dampak positifnya ternyata. Memang apa aja dampak positif menjadi jomblowan-jomblowati di usia 20 tahunan? Yuk, kita bahas satu per satu.



1. Dengan status single-mu, kamu bebas bergaul dan menjalin hubungan baru.




Manfaat yang pertama dari status single adalah bebas bergaul dengan siapa aja tanpa harus memikirkan perasaan orang lain. Nggak akan ada yang ngelarang kamu menjalin hubungan dengan siapapun, dan yang pasti, nggak ada yang namanya cemburu-cemburuan. Apalagi kalo hubungan pacaran mengharuskan kamu untuk selalu bersama si dia tanpa punya waktu untuk bertemu orang lain.



2. Nggak punya orang yang harus diperhatikan secara spesial, kamu lebih bisa membagi waktu dengan sebanyak mungkin dengan sahabat dan teman-teman.




Yap, selain bergaul, kamu juga bisa punya kebebasan lebih untuk bercengkrama dengan sahabat dan teman-teman kamu. Kebanyakan sih, mereka-mereka yang udah berpasangan lama-kelamaan bakalan lupa sama sahabat. Sekalipun kamu lagi berkumpul dengan sahabat, pasti si pacar juga bakalan ada disana. Pacaran memang menuntut adanya komitmen dan keterikatan yang kuat, dan hal ini tentunya membuat kamu secara perlahan menarik diri dari lingkungan. Duniamu hanya dihabiskan berdua aja dengan pacarmu, nantinya. Kamu yakin pacaran itu hal terbaik di masa mudamu?



3. Mencintai diri sendiri bakal jadi kewajiban yang akan kamu nikmati.




Saat kamu menjalin hubungan dengan seseorang, tentu banyak sekali waktu yang kamu luangkan hanya untuk dia dengan mengorbankan waktu pribadi kamu. Kamu bahkan nantinya bakal melupakan bahwa cinta terhadap diri sendiri juga sama pentingnya. Memikirkan diri sendiri rasanya juga bakalan sulit. Beda halnya kalo kamu lagi berstatus single, banyak waktu yang bisa kamu habiskan untuk diri sendiri. Contohnya, merawat diri, berolahraga, main game, menjalankan hobi, magang atau cari kerja sambilan, dan lain sebagainya tanpa harus terbebani dengan permintaan pacar untuk diperhatikan yang akan menyita waktu. Just trust it.



4. Nggak ada yang perlu kamu cemaskan saat pergi keluar sendirian.




Hmm... Sebagai cowok, ada kalanya kita bakalan jadi supir pribadi buat cewek kita secara otomatis, walaupun nggak banyak juga cewek yang melakukan hal yang sama. Saat keluar bersama, pasti ada aja hal yang membuat kita jaim di depan pasangan. Misalnya, saat makan bareng si dia. Kamu dengan jaimnya memesan makanan sedikit biar si dia nggak ilfil dan nggak mikir kalo kamu rakus, padahal perut lagi laper-lapernya. Alhasil, saat pulang ke rumah, kamu makan lagi dengan porsi yang mungkin lebih banyak saat makan bareng si doi. Tapi saat lagi single, kamu bisa jalan dan melakukan apapun sesuka hati. Kamu bisa makan diluar sambil ngecengin cowok atau cewek disitu, memesan dan makan makanan sebanyak apapun, dan itu semua nggak perlu gengsi. Kesendirian nggak melulu harus negatif, kamu justru bisa mengubahnya menjadi kesempatan untuk mengembangkan diri secara maksimal menuju kemandirian dan kepercayaan diri lebih.



5. Terhindar dari stress dan sakit hati.




Manfaat single lainnya adalah terhindar dari stress, itu pun kalo kamu bisa menerima dan enjoy dengan status lajangmu. Soalnya sih, dari pengamatan saya di jaman yang makin kesini makin kekinian ini, banyak banget orang-orang galau gara-gara ngidam punya pacar karena nggak bisa enjoy dengan status single-nya. Selain stress, status jomblo ini juga bisa menghindarkan kamu dari masalah sakit hati. Banyak kok mereka-mereka yang berpasangan malah sulit untuk setia. Apalagi buat yang mempunyai status LDR (siap-siap aja, bagi saya sih LDR berarti Lama-lama Di-Rebut! :p). Sakitnya? Udah pasti disini, di hati, dan di pikiran.



6. Dengan status single, kamu nggak perlu ribet dengan rasa galau.




Hmph... Mau galauin siapa coba? Pacar aja nggak punya, gebetan pun belum tentu ada, masa galauin pacar orang? Bisa aja sih, tapi apa kamu betah lama-lama galauin pacar orang? Eh, poin ini dimaksudkan untuk orang-orang yang legowo dengan status lajangnya ya, bukan bagi mereka-mereka yang sedemikian hausnya mengidamkan pacar.



7. Kamu bisa terbebas dari drama dan masalah klasik gara-gara pacaran.



Pacaran membutuhkan dedikasi dan kerja keras, dan hal itu mutlak. Akan ada banyak masalah sepele yang bakal kamu hadapi, apalagi kalo pacar kamu overprotektif, tukang drama, dan tipikal orang ngambekan. Banyak drama-drama yang akan kamu jalani seperti drama-drama FTV dan sinetron yang makin kesini makin nggak mutu. Sebagai seorang jomblo? Kita toh tinggal menikmati drama dari mereka-mereka yang taken aja, huehehehe.



8. Menjadi lebih sehat.




Stress? Nggak. Sakit hati? Nggak juga. Hidup kamu tentunya akan lebih tertata. Makan cukup, tidur cukup, ngapa-ngapain tanpa harus sibuk menemani pacar kesana-kesini atau bertelepon hingga larut malam sampai menyiapkan ucapan selamat tidur yang puitis buat dia. Kamu bakal punya banyak waktu untuk istirahat kan, jadinya?



9. Irit biaya.




Well, nggak perlu menyiapkan dana untuk dua orang saat kamu akan melakukan sesuatu. Kamu bisa pergi kemanapun sesuka hati tanpa harus memikirkan isi kantong. Ya nggak? Nggak bisa dipungkiri, saat kita bersama pasangan, terutama cowok-cowok sih... pasti uang yang keluar akan jadi double! Gengsi dong kalo ngajak pacar cuma duduk-duduk aja di mall. Belum lagi, untuk membuat hubungan awet diperlukan juga kejutan-kejutan kecil. Kado atau bunga, misalnya. Mana sempet kamu punya tabungan untuk diri sendiri, pernikahan, dan masa depan kalo begini terus caranya?



10. Lebih banyak waktu untuk keluarga.




Ini poin favorit saya. Biasanya saat kita punya pasangan, waktu akan lebih banyak tersita untuk sang pacar. Sedangkan keluarga? Hanya dijadikan urutan kedua atau malah urutan kesekian. Nah, kalo kamu single, otomatis banyak waktu yang bisa kamu habiskan bersama keluarga. Lagian, keharmonisan dengan keluarga lebih penting daripada keharmonisan dengan pacar kan?



11. Leluasa mewujudkan rencana sendiri.




Kita ambil sebuah contoh aja... Misalnya, kita mendapat beasiswa keluar negeri, tapi di lain sisi kita terhalang dengan keinginan pacar yang mau kita tetap tinggal di Indonesia. Dilema kan pastinya? Apa yang bakal kamu pilih? Cita-cita atau cinta semu di masa muda?



12. Fokus pada karier.




Nah ini poin penting buat masa depan. Misalnya, saat kita belum punya pasangan, kita bisa lebih fokus mengejar hal yang kita mau, terutama karier. Saat kita difokuskan dengan pekerjaan akhir pekan, bekerja lembur, atau ditugaskan kemanapun demi meningkatkan karier, kamu nggak perlu minta izin ke pasangan. Keluarga sih mungkin, tapi itu pengecualian. Memang sih kadang kita butuh pasangan sebagai penyemangat tapi belum tentu semua pasangan bisa mengerti dengan kesibukan dan rutinitas kita. Otomatis pikiran kita akan terbagi-bagi, antara fokus pada pekerjaan atau kepentingan pacar. Intinya, kita harus fokus pada satu tujuan. Karena apapun yang dijalani dengan fokus, hasilnya pasti nggak akan mengecewakan.



13. Bebas melakukan kesenangan dan hobi.




Absolutely right! Usia 20-an adalah zona waktu yang ideal untuk selalu mencoba hal baru dan menantang zona nyaman. Ini adalah waktunya kamu untuk menjelajah ke tempat-tempat yang selama ini cuma bisa kamu lihat di TV atau internet. Mumpung masih muda, kuat, syukur-syukur udah bisa mencari uang sendiri, dan nggak ada yang melarang, gunakanlah kesempatan ini untuk melihat dunia di luar sana. Bayangkan kalo hobi kamu adalah travelling ke alam hijau, sementara pasangan kamu hobinya nge-mall. Ketemunya dimana? Biasanya akan ada suara ngomel-ngomel saat kamu ijin:


"Say, aku minggu depan mau ke Dieng, naik dataran tinggi. Boleh yah?"

Ijinnya perlu waktu berbulan-bulan, padahal ya bukan dia yang bayar. Kampret kan?

Hmm... Atau kalo kamu punya hobi nge-game atau futsal buat para cowok, bisa jadi akan ada kalimat klise seperti ini:


"Jadi, futsal/game lebih penting daripada aku? Oke, pacaran aja sama bola/game!"

Bener-bener bikin sakit telinga kalo semisal ada ucapan seperti itu dari sang pacar... Ternyata, jaman penjajahan itu masih ada.



14. Siapa sih sebenarnya dirimu? Tanpa ada yang menuntut ini itu, kamu jadi lebih bisa memahami tentang dirimu sendiri.




Jika terbiasa selalu bersama pacar, kamu akan sulit menemukan identitasmu. Kamu nanti pasti mulai suka makan di tempat favoritnya, pakai baju ini-itu yang dia suka, atau sekedar menonton film favoritnya biar ada obrolan. Coba deh kamu pikir, kamu melakukannya karena suka atau hanya demi memuaskan dirinya?



15. Bebas memilih pakaian.




Banyak pasangan yang suka sekali mengatur bahkan mengomeli penampilan. Syukur-syukur kalo pilihan dan aturannya cocok sama kamu, nah kalo nggak? Sabar aja deh. Kamu nggak bisa bebas berekspresi dalam penampilan. Tapi saat kamu single, kamu jadi bebas memakai busana apapun yang kamu sukai. Asal pede dan sopan, nggak ada yang berani mengkritik atau berusaha mengubah penampilan kamu.



16. Nggak perlu wajib lapor.




Lah, udah kayak RT/RW aja harus wajib lapor. Berapa kali kamu harus menelepon atau mengirim chat ke dia untuk ngabarin kamu ada dimana, sedang apa, dan sama siapa? Ya itu sih udah konsekuensi punya seorang pacar. Yang single? Mau ngapain aja, dimana aja, sama siapa aja, bebas!



Yap, Itu dia. Selagi kamu belum bertemu dengan tambatan hati yang kelak akan menjadi jodoh, kamu bisa menunggu atau mencarinya dengan melakukan hal-hal yang terbaik. Nikmati hidupmu selagi muda. Jangan sia-siakan waktumu hanya dengan menggalau ria tanpa tahu harus melakukan apa di usia 20 tahunan ini. World is wide, dude, deal with it.