Sabtu, 12 April 2014

Shadow of the Colossus


Konsol : Playstation 2
Publisher : Sony Computer Entertainment
Developer : Team Ico
Genre : Action-Adventure
Rilis : 18 Oktober 2005
Rating : ESRB Teen (T), PEGI 12+



Kali ini gue pengen bahas salah satu game jadul tapi keren dari Team Ico yang berjudul Shadow of The Colossus. Shadow of The Colossus adalah sebuah game Action-Adventure yang diriliskan oleh Sony Computer Entertainment yang awalnya khusus hanya untuk konsol Playstation 2. Namun Team Ico telah me-remake ulang game ini dengan kualitas grafik yang lebih baik untuk konsol Playstation 3 dengan judul Team Ico & The Shadow of The Colossus.



Wander




Game ini mengisahkan tentang pertualangan seorang pemuda bernama Wander yang nekad memasuki tanah terlarang yang berupa sebuah wilayah dengan hamparan yang sangat luas untuk mencari dan membunuh ke-16 makhluk raksasa yang diberi nama Colossus demi mengembalikan kembali nyawa seorang gadis yang telah tiada yang bernama Mono.



Karakter Dalam Game


Wander dan Mono.


Tokoh utama dalam game ini adalah seorang kesatria pemberani bernama Wander yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kekasihnya Mono yang mati karena mengorbankan dirinya. Dalam pertualangannya mencari Colossus ia tidak sendiri. Wander selalu ditemani oleh Agro, seekor kuda yang setia menemani perjalanan Wander dan banyak mengambil peran dalam membunuh para Colossus. Dalam pertualangannya,Wander juga dituntun oleh sosok semacam dewa yang disebut Dormin yang akan memberikan petunjuk kepada Wander dalam menemukan Colossus. Nantinya di akhir cerita akan muncul Lord Emon, seorang utusan dari kerajaan untuk menangkap Wander yang telah mencuri sebuah pedang berkekuatan magis yang dipercaya hanya satu-satunya senjata yang dapat mengalahkan Colossus milik kerajaan yang nantinya akan menjelaskan cerita dalam game ini.




Dormin.

Dormin adalah sesosok entitas, suara tanpa wujud yang misterius yang dapat berbicara dengan suara laki-laki maupun perempuan yang mendiami sebuah kuil kuno yang berada ditengah-tengah Tanah Terlarang. Menurut legenda dari dalam game ini, Dormin memiliki kekuatan untuk dapat menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Itulah alasan mengapa Wander nekad memasuki Tanah Terlarang untuk meminta bantuan kepada Dormin. Dormin menyanggupi permintaan Wander untuk menghidupkan Mono dengan syarat ia harus membunuh ke-16 Colossus yang tersebar di seluruh Forbidden Land (Tanah Terlarang).





Setelah membunuh semua Colossus, nantinya wujud Dormin aslinya seperti ini.




Lord Emon.

Lord Emon adalah seorang Sorcerrer (penyihir) yang datang ke Forbidden Land untuk menangkap Wander. Kedatangannya nanti akan menjelaskan isi cerita yang terjadi dalam game ini yang terkesan samar-samar pada awal permainan. Lord Emon datang ke Forbidden Land dengan membawa sekelompok pasukan kecil untuk mencegah Dormin dalam menggunakan forbidden spell dalam ritual pengembalian nyawa Mono yang bersyarat penghancuran ke-16 Colossus yang dapat mengembalikan kekuatannya setelah dikurung didalam pedang suci tersebut olehnya.




Colossus (tunggal: Colossi) adalah semacam makhluk raksasa humanoid yang berbentuk mirip berbagai macam binatang seperti kuda, naga, burung, singa, dan sebagainya.Tubuhnya terdiri dari semacam patung namun memiliki bulu di sekujur tubuhnya. Mereka dapat tinggal di berbagai ekosistem di seluruh Forbidden Land, misalnya tinggal di dalam gua, di dalam danau, di dalam bangunan runtuh, bahkan terbang di udara. Colossus tidak akan menyerang Wander di sembarang tempat dan tidak berkeliaran liar di Forbidden Land.Mereka hanya dapat ditemui di tempat yang terkesan tersembunyi dan akan menjadi tugas Wander untuk menemukannya.



Ke-16 Colossus Itu Antara Lain...


1.) Colossus Valus the Minotaur (Minotaurus Colossus)




Raise thy sword by the light... 

and head to the place where the sword's light gathers...
There, thou shalt find the colossi thou art to defeat.




2.) Colossus Quadratus the Bull (Taurus Magnus)




Thy next foe is...

In the seaside cave...
It moves slowly...
Raise thy courage to defeat it.




3.) Colossus Gaius the Knight (Terrestris Veritas)




Thy next foe is...

A giant canopy soars to the heavens...
The anger of the sleeping giant shatters the earth...




4.) Colossus Phaedra the Horse (Equus Bellator Apex)




Thy next foe is...

In the land of the vast green fields...
Rows of guiding graves...
It is giant indeed but fearful, it is not.




5.) Colossus Avion the Phoenix (Avis Praeda)




Thy next foe is...

It casts a colossal shadow across a misty lake
as it soars through the sky...
To reach it is no easy task...




6.) Colossus Barba the Goliath (Belua Maximus)




Thy next foe is...

A giant lurks underneath the temple...
It lusts for destruction...
But a fool, it is not.




7.) Colossus Hydrus the Electric Eel (Draco Marinus)




Thy next foe is...

A ruin hidden in the lake...
A ripple of thunder lurks underwater...




8.) Colossus Kuromori the Lizard (Parietinae Umbra)




Thy next foe is...

A tail trapped within a pail deep within the forest...
A shadow that crawls on the walls.




9.) Colossus Basaran the Tortoise (Nimbus Recanto)




Thy next foe is...

The land where trees nary grow...
It sleeps in a dry lake bed...
A rude awakening.




10.) Colossus Dirge the Sandworm (Ignis Exqubitor)




Thy next foe is...

An isolated sand dune...
Its tracks are well hidden...
Shaking the earth, its gaze is upon thee...




11.) Colossus Celosia the Tiger (Harena Tigris)




Thy next foe is...

An alter overlooks the lake...
A guardian set loose...
It keeps the flames alive.




12.) Colossus Pelagia the Sea Monster (Permagnus Pistrix)




Thy next foe is...

Paradise floats upon the lake...
A silent being wields thunder...
A moving bridge to cross to higher ground.





13.) Colossus Phalanx the Dragon (Aeris Velivolus)




Thy next foe is...

The vast desert lands...
A giant trail drifts through the sky...
Thou art not alone.




14.) Colossus Cenobia the Lion (Clades Candor)




Thy next foe is...

A guardian set loose...
A closed-off city beyond the channel...
It lusts for destruction...




15.) Colossus Argus the Sentinel (Praesidium Vigilo)




Thy next foe is...

A giant has fallen into the valley...
It acts as a sentry to a destroyed city...




16.) Colossus Malus the Sorcerer (Grandis Supernus)




Finally, the last colossus...

The ritual is nearly over...
Thy wish is nearly granted...
But someone now stands to get in thy way...
Make haste, for time is short...




Kisah Cerita


Kisah The Shadow of The Colossus dimulai saat Wander memasuki Forbidden Land, sebuah area gersang yang sangat luas, berjalan melintasi sebuah jembatan yang sangat panjang yang merupakan satu-satunya pintu masuk diatas kudanya, Agro. Menurut penuturan Lord Emon pada kemunculannya di akhir cerita, sebelum memasuki Forbidden Land, sebelumnya Wander telah mencuri sebuah pedang suci milik kerajaan yang dipercaya bahwa pedang tersebut adalah senjata satu-satunya yang dapat digunakan untuk membunuh para Colossus.



Perlahan namun pasti, Wander menunggangi kudanya Agro menuju sebuah kuil tua, Shrine of Worship tepat di tengah padang gurun tersebut. Ia juga terlihat membawa tubuh seseorang yang tertutup oleh jubah diatas kudanya.



Setibanya disana, Wander melelakkan tubuh seseorang yang terbalut oleh kain diatas sebuah altar. Setelah balutan kain itu dibuka, tampak wajah seorang gadis mungil yang bernama Mono.
Tak lama kemudian terdengar suara tak berwujud yang dikenal sebagai Dormin menggema ke seluruh ruangan kuil. Terkejut, Wander pun segera memberitahukan maksud kedatangannya. Ia meminta Dormin untuk menngembalikan nyawa kekasihnya kembali.Dormin pun menyanggupi permintaan Wander dengan syarat ia harus mengalahkan ke-16 Colossus sebagai persyaratannya. Ia berkata bahwa Wander hanya dapat mengalahkan Colossus di seluruh Forbidden Land dengan pedang yang ada di tangannya. Kemudian Dormin mengatakan sebuah kalimat petunjuk pertamanya :



"Raise thy sword by the light...
and head to the place where the sword's light gathers...
There, thou shalt find the colossi thou art to defeat."




Berbekal senjata pedang dan busur panah di tangannya, Wander segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Dormin. Tak ada petunjuk lain selain kalimat tersebut untuk dapat menemukan sang colossus. Akan tetapi pedang yang ada ditangannya bukanlah pedang biasa. Dengan mengangkatnya ke udara maka pedang tersebut akan memancarkan sinar yang sangat kuat yang akan menunjukkan arah dimana lokasi sang Colossus berada.




Dengan petunjuk yang ditunjukkan dari sinar yang terpancar dari pedangnya, Wander segera memacu kudanya ke arah sinar mengarah.



Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya tibalah ia pada sebuah bangunan runtuh. Karena rintangan di depan cukup sulit, maka Wander terpaksa harus meninggalkan Agro di belakang. Wander harus memanjat bangunan tersebut untuk mencapai tempat dimana sang Colossus berada. Setelah melewati rintangan yang cukup sulit, akhirnya tibalah Wander di tempat dimana sang Colossus berada. Saat itulah akhirnya Wander bertemu dengan Colossus Valus.



Kemudian Wander menyelinap bersembunyi dibalik pohon. Terlihat Colossus Valus melintas melewati area itu. Untuk menarik perhatiannya, Wander memanah Valus dari belakang namun sama sekali tidak melemahkan tubuhnya. Valus pun kini mulai mendekat menyerang Wander. Wander tidak tahu cara apa yang harus digunakan untuk mengalahkan Valus.






Namun dengan pedang suci yang dibawanya, Wander berhasil menemukan titik kelemahannya. Titik kelemahan pertama terletak di bagian betisnya. Dengan gagah berani Wander berlari mendekati Valus dan melewati sela-sela diantara kedua kakinya. Setelah berhasil mendekat kemudian Wander berhasil menaiki kaki Valus dan perpegangan erat pada rambut yang tumbuh dikakinya.Namun Valus tidak tinggal diam.Ia mencoba mengoncangkan Wander dengan menggerak gerakan kakinya. Dengan susah payah Wander merayap mendekati titik lemahnya.



Saat ada kesempatan, Wander mengumpulkan seluruh kekuatannya dan menikamkan pedangnya tepat di titik kelemahannya atau juga dikenal sebagai Sigil Weakpoint. Darah hitam pun menyembur dari betisnya. Hal ini membuat Valus berlutut dan berhenti bergerak untuk sementara. Melihat hal itu, Wander segera memanjat punggung Valus dan menemukan titik kelemahannya yang kedua lalu menusukkannya. Darah hitam pun kembali menyembur dan membuatnya lemah. Untuk membuatnya semakin tidak berdaya, Wander juga merayap ke lengan kanan Valus dan menikamnya. Tikaman itu membuat tangan kanannya melemah sehingga tidak dapat memegang senjata dan menjatuhkannya.




Sigil Weakpoint.



Setelah membuatnya sekarat, Wander pun segera memanjati tubuhnya untuk menikamkan pedangnya di titik kelemahannya yang terakhir yaitu di kepalanya. Daerah ini merupakan bagian tersulit sebab Valus masih belum menyerah dan membuatnya semakin agresif menjatuhkan Wander. Saat kesempatan itu muncul, Wander pun menghunuskan pedangnya di atas kepala Valus berkali-kali.Karena banyaknya darah yang menyembur dari kepalanya, akhirnya sang Colossus pun tumbang.



Setelah berhasil membunuh Valus, semacam aura hitam yang sesungguhnya adalah bagian kecil dari esensi tubuh Dormin keluar dari tubuh Valus dan kemudian merasuk ke dalam tubuh Wander. Selanjutnya Wander menemui kudanya Agro dan kemudian kembali ke Shrine of Worship.
Patung Valus yang berada di Hall Shrine of Worship kini pun hancur menandakan sang Colossus telah berhasil dikalahkan. Namun semua itu belumlah cukup. Wander harus mengalahkan ke-16 Colossus sebelum permintaannya dikabulkan.



Terdorong oleh keinginannya untuk mengembalikan Mono serta tugas yang diberikan oleh Dormin untuk diselesaikan, Wander pun kini bergegas menyusuri Forbidden Land untuk mencari dan membunuh seluruh Colossus. Seiring dengan terbunuhnya setiap Colossus satu per satu, perawakan Wander lama kelamaan kian berubah. Disaat ia berhasil membunuh Colossus ke-8 nya, terlihat jelas wajah Wander memucat, warna rambutnya semakin gelap, dan goresan hitam muncul di wajahnya. Keesokan harinya, dalam tidurnya ia juga bermimpi Mono terbangun dan memanggil-manggil namanya. Saat Wander mencoba mendekat, tiba-tiba suara itu lenyap dan ia pun terbangun. Dari saat itulah Wander mulai mendengar suara Mono meskipun samar-samar setiap kali ia membunuh Colossus. Dan setelah berhasil mengalahkan Colossus ke-12, dalam tidurnya ia bermimpi bahwa Lord Emon datang menyusulnya ke Forbidden Land.



Setelah bersusah payah mengalahkan Colossus demi Colossus, akhirnya tibalah saatnya bagi Wander untuk mengalahkan Colossus yang ke-16 sekaligus yang terakhir. Petunjuk terakhir dari Dormin dari atas langit-langit kuil kini pun menggema terdengar menyelimuti ruangan :



"Finally, the last colossus...
The ritual is nearly over...
Thy wish is nearly granted...
But someone now stands to get in thy way...
Make haste, for time is short..."




Setelah sampai di tempat Colossus terakhir berada, Wander harus menggunakan cahaya dari pedangnya untuk membuka pintu gerbang raksasa menuju tempat Colossus ke-16 bersemayam. Saat berjalan menuju lokasi, Wander harus menyebrangi sebuah jembatan yang menghubungkan Forbidden Land dengan lokasi sang Colossus. Saat berjalan perlahan menyebrangi jembatan sambil menunggangi kudanya Agro, tiba-tiba jembatan yang dilaluinya separuhnya runtuh. Sebelum tempat pijakannya runtuh ke jurang, Agro nekat melompat ke sisi jurang dan membuat Wander terlontar ke tepi jurang dan akhirnya selamat. Tapi malang bagi Agro. Agro terjatuh ke dalam jurang karena mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Wander. Kini Wander sangat sedih karena telah kehilangan teman terbaiknya.



Namun tak ada gunanya menyesali, Wander harus menyelesaikan tugasnya dan melanjutkan perjalanan. Di depannya terdapat tebing bangunan tua yang sangat tinggi. Wander harus memanjat demi mencapainya. Seiring semakin tinggi ia mendaki, cuaca pun mulai berubah. Angin bertiup kencang, hujan semakin deras, dan kilatan petir yang membutakan mata.




Colossus Malus.



Di atas tebing dari kejauhan terlihat Colossus Malus menunggunya. Tubuhnya jauh lebih besar dari Colossus yang lain. Ia juga dapat menembakkan bola energi dari kejauhan. Setelah berjuang mati-matian melawan Colossus Malus, akhirnya ia dapat ditakhlukkan. Setelah menyerap aura terakhir dari Colossus Malus, perwujudan Wander kian mengerikan. Kulitnya sepenuhnya pucat dan sepasang tanduk yang muncul di dahinya menandakan bahwa tubuhnya sepenuhnya telah dikuasai oleh aura kematian.



Sementara itu di kuil tua, Lord Emon akhirnya tiba di Forbidden Land sesuai mimpinya. Ia juga membawa beberapa kesatria bersamanya. Bersamaan dengan dikalahkannya Colossus Malus, patung terakhir pun hancur.




Wander semakin mengerikan.



Setelah tiba di Shrine of Worship, Wander pun bertemu dengan Lord Emon. Dengan segera Lord Emon memerintahkan beberapa prajuritnya untuk membunuhnya. Saat Wander berjuang mencapai Mono, tiba-tiba salah satu prajurit Lord Emon memanah dan mengenai kaki Wander, membuatnya tak sanggup berjalan.



Kemudian prajurit yang lain seketika menusuknya dengan pedang dari belakang dan menusukkan ke dadanya. Darah hitam kini pun mengucur dari jasad Wander dan membanjiri lantai seperti yang di alami para Colossus. Wander tak berhasil meraih Mono.



Tiba-tiba, roh dari Dormin yang terkumpul di dalam tubuh Wander kini keluar dan berubah menjadi sesosok raksasa bayangan bertanduk. Dormin berbicara dengan suara yang menggelegar bahwa akhirnya dirinya dapat kembali setelah bagian tubuhnya dipisahkan menjadi 16 bagian yang tersegel pada setiap Colossus. Seluruh bala tentara Lord Emon lari ketakutan. Sementara sambil menyelamatkan diri dari Dormin, Lord Emon menjatuhkan pedang suci yang telah direbutnya ke dalam sebuah kolam di pintu keluar kuil.



Pedang yang dilemparkannya kemudian menciptakan angin puyuh yang sangat dasyat. Dormin berusaha menghindar dari angin puyuh tersebut akan tetapi akhirnya ia tersedot juga ke dalam angin tersebut, begitu pula tubuh Wander juga terseret masuk ke dalam kolam tersebut. Lord Emon beserta anak buahnya pun melarikan diri. Jembatan panjang yang merupakan satu-satunya pintu masuk ke tanah terlarang perlahan-lahan runtuh seiring mereka melarikan diri.



Setelah Lord Emon beserta prajurit lainnya berhasil sampai di akhir jembatan dekat pintu masuk dengan selamat, ia berharap jika Wander berhasil selamat suatu hari nanti dia ingin menebus semua atas apa yang telah dilakukannya.



Sementara itu di kuil tua, Mono akhirnya terbangun dari tidur panjangnya sesuai janji yang telah disepakati oleh Dormin. Tak lama kemudian muncul Agro berjalan tertatih-tatih karena kakinya yang patah. Agro berhasil selamat. Mono menghampiri Agro kemudian Mono dan Agro menghampiri kolam dimana tubuh Wander berada.



Sesampainya disana mono mendapati seorang bayi anak laki-laki kecil bertanduk dari dalam kolam. Mono membawanya menuju sebuah taman yang dipenuhi beberapa binatang seperti rusa dan burung di puncak Shrine of Worship dan hidup menetap disana.



Sekian review game yang penuh nostalgia ini. Jadi pengen mainin gamenya lagi deh, hehehe.
Akhir kata, semoga bermanfaat. :)