Selasa, 29 April 2014

The Amazing Spider-Man 2: Rise of Electro


Sebagai penggemar fanatik dari superhero bernama Spider-Man, tentu saja film sekuel dari The Amazing Spider-Man ini nggak sabar ditunggu. Sejak awal-awal diumumkan akan dibuat sekuel, saya sendiri selalu mencari info mengenai kapan film ini rilis, bagaimana plot ceritanya, dan perubahan-perubahan karakter yang akan tampil di film tersebut.vSetelah sekian lama, film ini sebentar lagi tayang serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 30 April 2014, dan serentak di seluruh dunia pada tanggal 2 Mei 2014.


Plot cerita masih seputar kehidupan Peter Parker yang menjalani kehidupannya sebagai remaja biasa, dan sebagai Spider-Man. Masih memendam cinta kepada Gwen Stacy, namun Peter diharuskan menjaga jarak dengan Gwen demi keselamatannya.




Perubahan yang mencolok ada pada kostum Spider-Man yang mempunyai topeng dengan mata yang lebih besar, mengingatkan saya akan komik Ultimate Spider-Man, yang membuat karakter komik ini menjadi semakin hidup.


Plot Cerita:

PERHATIAN: TULISAN INI MENGANDUNG SPOILER, LEWATI INI JIKA KAMU BELUM MENONTON FILMNYA.

Seorang ilmuwan, Richard Parker, merekam sebuah pesan video untuk menjelaskan mengapa ia menghilang. Setelahnya, ia dan istrinya, Mary Parker, menaiki sebuah pesawat pribadi yang kemudian dibajak oleh seseorang yang dikirim untuk membunuh Richard. Dengan tewasnya sang pilot, pesawat mengalami kecelakaan.


Di waktu ini, anak laki-laki Richard, Peter Parker, melanjutkan membasmi kejahatan sebagai Spider-Man. Ia mengejar seseorang bernama Aleksei Sytsevich, yang mencoba untuk membajak sebuah truk yang memuat sesuatu yang disebut plutonium vials. Selama pengejaran, Spider-Man sempat menyelamatkan seorang pekerja dari OsCorp Industries bernama Max Dillon.




Saat berbicara dengan Gwen Stacy melalui telepon, Peter sekilas melihat sosok ayah dari Gwen - seorang kapten polisi, George Stacy - yang mengingatkan Peter dengan janji untuk menjauh dari Gwen agar Gwen tak menemui masalah yang berat. Setelahnya, Peter menemui Gwen di upacara kelulusan SMA mereka. Peter bersikeras untuk menepati janji George dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan antara Peter dan Gwen.




Teman semasa kecil Peter, Harry Osborn, kembali ke Manhattan untuk menjenguk ayahnya, Norman - yang juga seorang CEO di perusahaan OsCorp - yang sedang mengalami sakit parah. Norman menjelaskan bagaimana penyakitnya akan susah disembuhkan, dan Harry kemungkinan besar akan mengalaminya juga. Norman memberikan Harry sebuah alat yang diklaim berisi segala hal dalam kehidupan pekerjaannya. Keesokan harinya, Norman meninggal dunia dan Harry ditunjuk sebagai suksesornya, menjadi CEO dari OsCorp. Harry mengambil alih pekerjaan ayahnya di OsCorp, yang menguak bahwa ayahnya mengembangkan rahasia proyek "biogenetik" untuk kekuatan militer asing.


Mengira bahwa mereka sekarang berteman, Max menjadi terobsesi dengan Spider-Man. Saat bekerja di suatu laboratorium di OsCorp, Max mengalami kecelakaan dan terjatuh ke dalam sebuah tank berisi belut listrik yang secara genetikal telah dimodifikasi sedemikian rupa. Belut-belut tersebut menyerang Max, dan secara tidak sengaja Max bermutasi menjadi manusia yang dapat mengalirkan dan menyerap aliran listrik.


Sementara itu, Peter mencoba untuk menjaga persahabatannya dengan Gwen pasca mereka putus pacaran. Ternyata, Gwen memberitahu Peter bahwa kemungkinan ia akan pindah ke Inggris untuk bersekolah di jenjang berikutnya. Sebelum Peter berusaha untuk mendiskusikan hal tersebut kepada Gwen, Max - yang sekarang mempunyai kekuatan listrik - dalam kebingungan berjalan di suatu tempat bernama Times Square dan tidak sengaja menimbulkan suatu masalah: memadamkan listrik seantero blok. Spider-Man mencoba untuk menenangkannya, tapi di luar dugaan polisi malah menembaki Max, membuatnya marah dan kemudian menyerang balik. Spider-Man akhirnya dapat menghentikannya, dan Max kemudian dibawa ke Ravencroft Institute.


Gejala pertama penyakit yang diderita Harry mulai tampak, dan ia memutuskan untuk menggunakan alat yang diberikan Norman kepadanya. Hal tersebut membuatnya menyimpulkan bahwa darah dari Spider-Man dapat membantu menyembuhkannya. Harry menanyai Peter, yang selama ini telah menjual beberapa foto Spider-Man untuk Daily Bugle, untuk membantunya menemukan Spider-Man. Peter menolak, ia tidak yakin terhadap dampak yang akan terjadi jika Harry mentransfusikan darah Spider-Man terhadap dirinya sendiri.


Beberapa petinggi OsCorp menuduh Harry adalah dalang dibalik peristiwa Max Dillon beberapa waktu yang lalu, dan memecat Harry sebagai CEO OsCorp. Asisten Harry, Felicia, memberi tahu bahwa ada suatu peralatan canggih yang dapat membantunya. Ia bekerja sama dengan Max (yang sekarang menyebut dirinya sendiri sebagai "Electro") untuk membuat Harry dapat memasuki gedung OsCorp.


Di suatu ruangan di dalam OsCorp, Harry menemukan sebuah pakaian armor dan peralatan canggih lainnya yang dibuat oleh Norman beberapa waktu silam. Ia juga menemukan racun dari laba-laba genetis yang sekarang telah dihancurkan. Harry mencoba menggunakannya, berharap penyakitnya segera sembuh. Tanpa disangka, racun tersebut membuatnya berubah menjadi seperti goblin.
Peter menggunakan informasi yang ditinggalkan oleh ayahnya untuk melacak sebuah pesan video yang terletak di sebuah laboratorium tersembunyi di rel kereta api bawah tanah yang sudah tak terpakai. Di dalam video tersebut, Richard menjelaskan ia harus segera pergi karena ia tak ingin bekerja sama dengan Norman Osborn dalam menciptakan senjata biogenetis.


Peter kemudian mendengarkan voice mail dari Gwen, yang mengatakan bahwa ia sudah diterima oleh sebuah institut di Inggris dan sekarang sedang menuju bandara, lebih awal dari yang Peter dan Gwen harapkan. Peter berhasil mengejar Gwen tepat waktu, dan akhirnya menyatakan cintanya kepada Gwen. Setelahnya, mereka memutuskan untuk pergi ke Inggris bersama.


Sementara itu, Electro membuat listrik kembali padam lagi. Merasa aneh dengan hal tersebut, Peter akhirnya memutuskan untuk melawan dan mengalahkan Electro. Gwen ikut serta, dan akhirnya mereka mengalahkan Electro dengan mengaliri listrik ke dalam tubuhnya sampai di luar batas, menyebabkan overload listrik dalam tubuh Electro.


Harry, yang telah bertransformasi menjadi Green Goblin, melihat Gwen bersama dengan Spider-Man, membuatnya menyimpulkan siapakah identitas Spider-Man sesungguhnya. Demi membalas dendam karena Spider-Man tak ingin mentransfusikan darahnya, Green Goblin menculik Gwen. Demi menolong Gwen, Spider-Man bertarung dengan Green Goblin di sebuah menara jam, dan walaupun Spider-Man dapat mengalahkan Harry, ia tak dapat menyelamatkan Gwen.


Lima bulan kemudian, Peter sudah menyerah melanjutkan aksinya sebagai Spider-Man, dan seringkali berkunjung ke makam Gwen. Harry sudah pulih dari transformasinya menjadi Green Goblin, dan asosiasinya ("seseorang dalam bayangan" yang berbicara dengan Doctor Curt Connors di dalam penjara di film pertama) membebaskan Sytsevich dari penjara, memberinya kode nama "Rhino", dan mempersenjatai dirinya dengan pakaian armor elektro-mekanikal. Rhino membuat keributan di seluruh jalanan. Sementara itu, sebuah rekaman pidato Gwen menginspirasi Peter untuk kembali menjadi Spider-Man dan menghadapi Rhino.

Review:

Maybe this movie has the best Spider-Man costume ever! Soalnya apa ya... saya suka lihat bagian mata Spider-Man disini lebih gede daripada prekuel-prekuel filmnya. Persis kayak di komik Ultimate Spider-Man, dan komik itu juga favorit saya di semua serial Spider-Man.


Oke, mengenai storyline sih bagi saya agak-agak mengecewakan... Musuh Spider-Man disini banyak memang, pembawaannya juga bagus, cuman sayangnya... motivasi dan character build dari villains disini agak kurang masuk akal. Hello? Electro jadi jahat karena kecewa dia nggak dianggap sama Spider-Man? Sejak kapan orang jadi jahat karena ngefans sama Spider-Man? Dan aneh juga disini Max Dillon beneran terobsesi sama Spider-Man (just-like-me, I know).


And... Harry Osboooorn... Really? He's the Green Goblin? Cuma karena frustasi penyakitnya nggak kunjung sembuh dan ogah bersabar nungguin obatnya yang nantinya bakal dibikinin Peter alias sahabatnya sendiri, so it can make people turn bad? Even to his best friend? Come ooon... Backstory dari kedua villains inilah yang bikin saya nggak gitu sreg sama The Amazing Spider-Man 2, masih lebih mending The Rhino yang pure evil karena latar belakang dia nggak banyak kita ketahui. Atau The Lizard di prekuelnya, mayanlah ada motivasi dia yang mau jadiin manusia berevolusi seperti dirinya. I just feel that Electro and Green Goblin are like labile teenagers, cuman gitu aja bisa jadi jahat. Gosh...


Tewasnya Gwen Stacy disini jujur aja bikin saya patah hati, huhuhu... berkat pembangunan karakter yang udah dijalankan sejak prekuel filmnya, saya jadi merasakan apa yang dirasakan Spider-Man saat Gwen Stacy kehilangan nyawanya waktu jatuh dari ketinggian. Iya, saya sampai meneteskan air mata di scene itu. Tapi ya di film ini, adegan romance-nya lebih buanyak ketimbang adegan action-nya, ini film superhero lhooooo, Sony. Ironisnya, adegan romance itulah adegan terbaik yang bisa kamu tonton di film ini. Balikin Spider-Man ke Marvel Cinematic Universe as soon as possible!


Skor dari saya 3/5, kalau nggak ya 7/10. Biasa aja jika ini adalah film superhero, tapi menyentuh kalau ini adalah film genre romance.

Cast:

- Andrew Garfield sebagai Spider-Man / Peter Parker
- Emma Stone sebagai Gwen Stacy
- Jamie Foxx sebagai Electro / Max Dillon
- Dane DeHaan sebagai Green Goblin / Harry Osborn:
- Colm Feore sebagai Donald Menken
- Felicity Jones sebagai Felicia
- Paul Giamatti sebagai Rhino / Aleksei Sytsevich
- Sally Field sebagai Aunt May (bibi May)
- Campbell Scott sebagai Richard Parker
- Embeth Davidtz sebagai Mary Parker
- Marton Csokas sebagai Dr. Ashley Kafka
- Louis Cancelmi sebagai Man in Black Suit (seseorang berpakaian hitam)
- Max Charles sebagai Peter Parker muda


Intinya, film kedua ini akan lebih seru dari film pertama karena hadirnya tiga musuh utama Spider-Man, yaitu Electro, Green Goblin, dan Rhino jika memiliki latar belakang dan motivasi mereka yang kuat dan masuk akal.


nb: Film ini udah saya tonton sampai berulang kali, but still, never bored. Meski nggak begitu bagus.