![]() |
Saya ngerti kok siapa-siapa aja yang kadang suka nanya saran ke saya hanya untuk dibantah, hehe. Jadi misal mereka nanya mereka harus gimana, waktu saya nyaranin 'begini', mereka malah melakukan 'begitu'. Mereka seperti itu untuk membuktikan diri kalau mereka bisa juga melakukan apapun dengan cara mereka sendiri, dan juga membuktikan bahwa apapun yang saya bilang nggak harus sepenuhnya dituruti. Saya ya cuman:
"Whatever, I just give advice for those who ask me, tho."
Saya kan hanya berniat membantu.
Mau melebihi saya ya monggo-monggo aja gitu. Cuman konsekuensi dari apa yang mereka lakukan ya hadapi sendiri di akhir, saya kan cuma menyarankan hal yang terbaik dari kondisi mereka. Menurut saya, mereka ini tipikal orang yang baru mau nurut kalau udah beneran respek.
![]() |
| Source: Life Journey Counselling |
Yah saya anggap sih itu juga sebuah proses dari perjalanan mereka untuk menemukan diri sendiri yang sebenarnya. Mau dinasihatin seperti apa juga bakal kayak masuk dari kuping kanan, keluar dari kuping kiri. Tapi kan setidaknya kita udah ngasih nasihat ke mereka, jadi kalau mereka masih ngeyel kan kasarannya tinggal Tuhan aja nih yang bakal nyentil mereka untuk jadi versi terbaik diri mereka sendiri. Ibarat dalam satu pohon, ada buah yang matangnya lebih cepat, ada buah yang matangnya lebih lama. Kita nggak bisa memaksa buah yang masih mentah untuk cepat-cepat matang. Semua orang punya proses sendiri-sendiri untuk jadi versi terbaik diri mereka sendiri. Asal ada kemauan kuat, kemauan untuk matang, pasti bisalah.
Kamu nggak akan pernah ngerasa kedamaian hidup kalau di pikiranmu masih aja suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain, padahal nyata-nyata bidangmu dengan bidang orang tersebut benar-benar berbeda. Sebagai contoh, kamu nggak akan bisa jadi konselor kalau kamu memberi saran atas dasar pengalamanmu sendiri, apalagi cuman atas dasar perasaan pribadi (ujung-ujungnya malah ngomporin orang nanti). Begitu pula saya nggak akan bisa jadi akuntan, dokter, dan lain sebagainya karena itu bukan bidang saya. Kapasitasmu ya kapasitasmu, kapasitas orang lain ya kapasitas orang lain, dalam hal apapun itu.
Mind your limit, know your capability.

