Kamis, 04 Mei 2017

Endlessness



Hai. Dalam kesempatan ini, saya pengen share mengenai salah satu short movie dari Final Fantasy XV yang berjudul Omen, yang entah kenapa saya bisa sangat tertarik buat share disini karena kisah Noctis yang mirip banget dengan apa yang saya rasakan sejak lama.


Tanpa basa-basi lagi ini dia movie-nya:


Million lights all washed away...
Empty space in all its grace...

Endlessness is here to stay...

Endlessness won't wash away...
Endlessness is here to stay...
Endlessness won't wash away...

Endlessness is here to stay...


Yeah, jadi disitu diceritakan sebuah ramalan untuk King Regis mengenai Noctis Lucis Caelum -- protagonis utama dari Final Fantasy XV -- dalam mengemban kewajibannya untuk merebut Insomnia, kerajaan yang dia pimpin sebagai seorang Pangeran, jika dia sendirian tanpa dibantu dan ditemani oleh siapapun. Hanya ada Lunafreya Nox Fleuret, tunangannya, yang menjadi secercah cahaya bagi Noctis dalam mengemban misi dari Regis, ayahnya.





Tapi, dimanapun Noctis mencari Luna, dia nggak bisa menemukannya sama sekali. Terlihat dari scene pertama Noctis mengunjungi sebuah pom bensin sampai saat dia membuka pintu, dia udah berada di kamar Luna, tanpa menemukan sosoknya. Hanya ada gaun pengantinnya disitu. Nggak patah semangat, Noctis mengendarai mobil ayahnya, Regalia, untuk tetap mencari Luna dimanapun dia berada, meski bayang-bayang Luna selalu ada untuk melihat Noctis, tapi Noctis jelas nggak bisa menyadarinya.





Dikejar dan ditembaki oleh Magitek Army yang merupakan pasukan musuh Insomnia, Noctis melihat Pryna, salah satu anjing milik Luna dan berusaha mengejar dan mengikutinya. Nggak disangka, Pryna ternyata ingin membawa Noctis pada Luna, meski dengan cara yang bisa dianggap susah sekali bagi Noctis hanya untuk bertemu dengannya. Dengan naik kereta yang membawa banyak pasukan Magitek, melawan Behemoth sendirian, sampai tiba di markas Magitek yang pada akhirnya Noctis kehilangan senjata dan kekuatannya karena lelah harus berjuang dan berusaha sendirian.





Pryna akhirnya mati di tangan Magitek Army, Noctis yang udah sangat putus asa dan memendam kesedihan yang cukup lama hanya bisa melawan segerombolan Daemons dengan tombak yang seharusnya milik Luna. Luna sebenarnya ada disitu untuk membantu, namun karena rasa frustasi yang hebat akibat sulitnya jalan yang ditempuh hanya untuk bertemu dengan Luna, membuat Noctis menjadi gelap hati dan membunuh Luna yang kemudian diakhiri dengan penyesalan yang begitu dalam.

*****


Jadi, yang bikin saya tertarik untuk share short movie yang rilis bulan Oktober 2016 silam ini adalah karena... keputusasaan Noctis, sebenarnya. Saya entah kenapa juga merasakan hal yang sama sejak lama, meski berbeda kasus. Saya punya banyak kewajiban yang harus saya lakukan, di antaranya adalah skripsi, wisuda, dan bekerja. Saya bisa melakukannya sendirian, tapi seiring berjalannya waktu, saya mulai berpikir: Saya butuh semangat, motivasi, dan seseorang yang bisa saya jadikan tujuan. Semangat saya sering banget naik-turun akhir-akhir ini.


Saat mulai mencari, dimanapun saya berada, saya selalu menyempatkan diri untuk mencari seseorang yang baru. Mulai dari yang udah saya kenal, dikenalin sama orangtua, sampai dengan seseorang yang saya bener-bener dari nol nggak mengenalnya sama sekali. Saya mencari nggak muluk-muluk juga, asal dia mau sama saya, asal dia tetep stay sama saya, asal dia bisa kasih saya motivasi untuk memperjuangkan dia, itu udah lebih dari cukup. Tapi dengan kriteria yang simpel begitu aja, nyatanya susah juga lho ketemunya. Entah saya aja yang terlalu idealis, udah banyak cewek yang saya kenal udah taken, atau cewek-cewek sekarang banyak banget kriterianya yang dimau.


Sampai saya bingung sendiri, saya ini sebenernya kurang apa sih? Apa yang sebenernya dilihat cewek tentang cowok jaman sekarang? Saya juga heran sendiri: sejak kapan saya jadi minder begini? Dan saat udah males, kadang saya balik arah, melihat ke belakang, mengenang masa-masa lalu, iya sih kebiasaan jelek. Begitu terus akhirnya sampai saya merasa terjebak di sebuah time loop. Lingkaran kegagalan. Endlessness.


Sadar akan endlessness ini juga butuh waktu lama buat saya karena terlalu terlena akan pencarian. Setelah saya merasa belum akan ada cewek yang bisa saya deketin disini, di lingkungan sekitar saya, dekat maupun jauh, saya akhirnya... menyerah. Kayak Noctis di atas, setelah putus asa cuma untuk ketemu sama Luna, dia membunuh tunangannya sendiri meski menyesal. Saya juga udah lelah berputar-putar terus di kegagalan yang sama, dan satu-satunya cara buat saya agar bisa keluar dari keputusasaan ini hanyalah berhenti mencari. Iya, saya juga berat mengambil keputusan itu sebenernya. Saya bingung gimana caranya, tapi yah... masih banyak hal yang harus saya lakukan di kehidupan ini. Terus mencari juga membuang waktu, karena menurut saya... sekali dapet pasangan, kan saya kan bisa fokus untuk mengerjakan hal-hal penting lainnya. Sekiranya masih ada sisa cewek buat saya, jika memang masih ada... for God sake, cuma hal itu satu-satunya hal yang bikin saya kepikiran. Saya nggak mau lagi membuang-buang waktu hanya untuk mencari seperti ini.



Even he's getting old, he still doesn't have a partner...


Keputusan yang saya buat ini belum saya pikirin matang-matang kok. Tapi jika waktunya tiba untuk memutuskan, saya hanya bisa berharap semuanya akan berakhir demi kebaikan. Saya nggak minta dikasihani hanya karena putus asa. Saya hanya mencurahkan semuanya disini, karena memang belum ada satu orang pun yang bisa saya percaya untuk berbagi.