Minggu, 18 Oktober 2015

Mencintai dalam Doa, Bisakah?



Hai. Di hari Minggu yang tenang begini, saya mau sedikit curhat mengenai, yeah, perasaan yang mungkin nggak akan pernah tersampaikan kepada seseorang yang saya ada rasa selama ini. Mungkin sedikit kedengeran lebay, tapi yaaah... beginilah adanya.


Pernahkah kamu menjadi seorang secret admirer? Atau masihkah kamu mencintai orang yang jelas-jelas udah nggak suka denganmu? Kalau udah begitu, apa yang bakalan kamu lakukan? Masih mengejarnya secara terang-terangan? Atau masih memberikannya perhatian yang ada kalanya nggak bakal dianggap olehnya?






Namanya juga cinta, pasti ada aja masalah yang bener-bener ribet sampai logika juga nggak akan pernah bisa memecahkan dan menyelesaikan masalahnya.


Well, cinta bisa diungkapkan dalam berbagai kata dan tindakan: mulai dari menyanjung seseorang, yang menempatkan yang dicintai sebagai idola, hingga pengorbanan dan waktu yang direlakan untuk memberikan pendampingan. Kuatnya energi cinta memang bisa membuat seseorang rela memberikan apa aja.


Tapi, apakah cinta hanya bisa dibuktikan lewat perbuatan yang bisa dilihat oleh mata? Nggak adakah cara lain untuk menunjukkan cinta tanpa harus menyentuh dan menaikkan suara? Dengan cara doa, misalnya?






Menurut saya sih... mencintai dalam doa merupakan tingkatan teratas bagi seseorang dalam mencintai. Pengorbanan yang dilakukan teramat tinggi, dan harapan yang diimpikan untuk pasangan atau orang yang kita cintai udah tentu teramat ikhlas. Saya akan menjabarkan satu per satu, bagaimana rasanya, bagaimana tulusnya, ketika kita mencintai seseorang dalam sebuah doa.



1. Doa adalah Bentuk Perpanjangan Tangan


Saat cinta nggak bisa terjangkau dengan tangan, doa bisa menjangkaunya. Nggak selamanya kita punya kesempatan dan kemampuan untuk mendampingi orang tercinta dalam berbagai tahap hidupnya. Sebagai manusia, kita seringkali terbatasi oleh kewajiban, pekerjaan, aktivitas, dan berbagai tanggung jawab yang menanti. Lalu, apa yang bisa diberikan kepada orang tersayang saat pendampingan di sisi lagi nggak sempat dilakukan?

Sebagai contoh aja, semisal kamu sedang berkuliah di luar negeri — dan di saat yang bersamaan pula — pacarmu sedang menghadapi sidang skripsi. Selain dukungan lewat Skype, BBM, dan berbagai media sosial lain, mengirimkan doa untuknya akan jadi pilihan yang paling masuk akal. Doamu adalah bentuk perpanjangan tangan dari dukungan yang ingin kamu berikan. Saat pasangan atau orang yang kamu cintai nggak terjangkau uluran lengan, doa akan selalu punya caranya sendiri untuk bisa tersampaikan. Menyebut namanya dalam doa yang kamu panjatkan setara dengan mengharapkan berbagai kebaikan datang padanya, dengan atau tanpa kehadiranmu di sisinya.



2. Doa adalah Cara Termanis untuk Menunjukkan Perhatian


Berbagai cara pasti pernah terpikirkan untuk menunjukkan perhatianmu ke orang yang kamu cinta. Misalnya, kamu bisa menghujaninya dengan stiker LINE lucu, mengiriminya bunga dan cokelat, sampai mendedikasikan waktu untuk mendampinginya kapanpun dibutuhkan. Namun, apa yang lebih manis selain diam-diam membawa nama pasangan dalam doa yang kamu panjatkan? Tanpa diminta, kamu memohonkan tercapainya harapan-harapan yang dimilikinya, dan mendukungnya dari balik kepala tanpa banyak suara.

Saat teman-temannya bilang, "Semangat ya, kamu pasti bisa!" — maka bagimu doa adalah dukungan sunyi yang akan membantunya meraih hal yang selama ini dia idam-idamkan. Lagipula, ada nggak sih bentuk cinta tertinggi selain menyisipkan namanya dalam bisik harapan dengan Tuhan?



3. Mendoakan Orang yang Kamu Sayangi adalah Bentuk Cinta Tanpa Pretensi


Bukan cuma karir doang yang butuh integritas, mencintai seseorang pun membutuhkan tingkat integritas yang tinggi. Perlu diingat, cinta dibentuk dari sederet kata kerja yang membutuhkan usaha keras untuk mewujudkannya. Saat mencintai seseorang, kita bakal belajar untuk terus memenuhi kebutuhan orang yang kita cintai — yang tentu aja nggak selamanya sejalan dengan hal yang kita inginkan.

Seperti kata Salim A. Fillah dalam salah satu bukunya,

"…tapi disitulah tantangannya. Membuktikan ketulusan ditengah situasi yang sulit. Disitulah konsistensi teruji, tapi disitu juga integritas terbukti."

Doa adalah bentuk kasih sayang tertulus yang bisa kamu berikan kepada orang yang kamu cintai. Terlepas dari segala kesulitan dan kekesalan yang dia buat, terus mendoakannya akan jadi bukti kalau kamu berharap hanya kebaikan aja yang akan datang ke dalam kehidupannya. Saat kamu tulus mencintai seseorang, kamu toh nggak akan berat-berat amat menyelipkan namanya dalam doa-doamu.



4. Dengan Mendoakannya, Secara Nggak Langsung, Kamu Ingin Melibatkan Tuhan dalam Hubungan Kalian


Dari pengalaman selama ini, restu orang tua aja udah krusial banget untuk menentukan sukses atau tidaknya sebuah hubungan. Lalu gimana dengan restu Tuhan — yang menentukan segala hal yang terjadi di dunia ini? Bukankah sepatutnya restu-Nya inilah yang pertama kali kita cari? Sayangnya, banyak dari kita masih sering banget melupakan logika sederhana ini.

Mendoakan orang yang kamu kasihi adalah bentuk usahamu untuk melibatkan Tuhan dalam hubungan yang sedang dijalani. Lalu, mendoakan pasanganmu bisa diibaratkan sebagai proses curhat seorang anak kepada orangtuanya. Dari situ, orangtua akan tahu bagaimana watak dan kebiasaan pasangan lewat cerita yang diucapkan. Lewat doa-doa yang kamu panjatkan, dengan nama pasanganmu terselip di dalamnya, Tuhan akan tahu apa yang kamu harapkan dari hubungan yang sedang kamu rajut benangnya. Dia pun akan bisa menentukan, apakah ikatan ini memang layak dilanjutkan dan akan membawa kebaikan atau tidak.



5. Nggak Perlu Orang Lain Tahu bahwa Ada Kamu Disitu


Bagi beberapa orang, mendampingi dan memberikan perhatian terhadap pasangan harus ditunjukkan ke khalayak publik. Hal ini sering jadi bukti bahwa hubungan mereka udah sukses dan harmonis. Bahkan banyak pasangan dengan saaaangat jelas mengumbar kehangatan hubungan mereka di media sosial, yang kemudian kita kenal dengan istilah Public Display Affection (PDA).

Padahal, bentuk cinta paling dalam justru terjadi saat seseorang memutuskan untuk terus memberikan yang terbaik bagi pasangan tanpa harus mendapatkan credit dari orang lain. Seseorang itu hanya akan fokus untuk memenuhi segala kebutuhan pasangan dan membahagiakan orang yang disayanginya — bukannya agar dibilang mesra atau bahagia oleh orang lain. Namun, itulah hal yang seharusnya dilakukan. Mendoakan pasanganmu secara diam-diam menunjukkan keengganan untuk menonjolkan kebaikanmu di hadapan orang lain. Cukup deh pasanganmu yang merasakan, dan cukup pada Tuhan aja kamu sampaikan beribu-ribu permohonan demi orang yang kamu cintai.



6. Mendoakan Diam-Diam Menunjukkan Kamu Nggak Sedang Berhitung dalam Hubungan


Biasanya secara nggak sadar, kita sering memperlakukan hubungan seperti sebuah pertandingan atau kompetisi. Apa yang kita terima dari pasangan akan jadi patokan bagaimana kita bersikap balik kepadanya. Contohnya, kamu ditraktir dia, suatu saat nanti kamu pasti ingin traktir dia balik, dan seterusnya. Ibarat konflik juga sih, ada pola "tit for tat" yang tecetak dalam hubungan yang kini sedang dijalani bersama.

Gini, bukannya cinta sebenarnya hanya fokus pada hal memberi saja? Apa yang kita terima bukanlah jadi kewajiban pasangan atau orang yang kita cintai. Tuhan dan semestalah yang akan menentukan bagaimana balasan dari kebaikan-kebaikan kita yang layak kita terima nanti. Kita hanya perlu terus bekerja keras dan mencurahkan segala yang kita miliki, kalau bisa sih sebaik mungkin. Inilah kenapa mendoakan dalam diam bisa disebut sebagai bentuk cinta paling dalam. Saat kamu mendoakan seseorang, kamu akan mengesampingkan bagaimana perlakuannya selama ini padamu. Berapa banyak lubang kekecewaan yang telah dia bentuk di hatimu? Tanpa harus dia tahu, kamu akan melupakan kepahitan yang telah dia ciptakan, sambil terus memohonkan agar yang datang ke hidupnya hanyalah kebaikan semata.



7. Doa dalam Diam Memperlihatkan bahwa Dia Nggak Akan Pernah Lepas dari Ingatan


Menaruh foto pasangan di dompet agar bisa terlihat sepanjang waktu, memasukkan tanggal bertemu atau pertama kali kencan ke kalender, dan berkirim kabar sepanjang hari — memang jadi cara untuk membuat pasangan selalu ada di pikiran.

Tapi, mendoakan pasangan juga bisa jadi bukti nyata bahwa dia nggak akan pernah lepas dari ingatanmu. Saat kamu menyisipkan namanya dalam doa-doa yang kamu panjatkan di tengah kesibukan, berarti kamu memaknai keberadaannya lebih dari sekedar pengisi waktu aja. Kamu mengingatnya sebagai makhluk yang layak untuk terus dibawa namanya dalam percakapan paling intim dengan Sang Pencipta. Nah, mana deh yang lebih nggak mudah terlupa: SMS-an setiap saat, atau mendoakan setiap ada kesempatan?



8. Doa adalah Bentuk Ketulusan Tertinggi yang Bisa Kamu Berikan pada Seseorang


Sesempurna apapun pasanganmu, dia PASTI tetap punya kemampuan untuk menyakiti hatimu. Akan ada masanya kamu pasti kecewa, merasa kehadiranmu nggak dianggap, dan disia-siakan olehnya. Cinta yang nggak tulus udah pasti akan membuatmu menyesali keadaan, menyalahkan pasangan, dan bahkan menyudutkannya.

Hanya perasaan tulus yang mampu membuatmu melupakan segala kepahitan yang telah dia buat dalam hidupmu, sembari dengan ikhlas terus mendoakannya dan memohon pada Tuhan agar hanya kebaikan yang datang ke hidupnya.



9. Pasangan yang Saling Mendoakan akan Lebih Kuat Bertahan


Pernah saya baca sebuah kutipan yang berbunyi:

"The couple who prays together, stay together."

Doa, se-absurd apapun konsep itu buat kamu, akan jadi kekuatan saat hubunganmu dan pasangan dilanda masalah. Kekuatan besar di luar dirimu akan jadi pegangan yang bisa membuatmu tetap bertahan dalam hubungan yang sedang limbung.



10. "Kita Bertemu Dalam Doa Dulu, Ya?" adalah Kata Termanis saat Pertemuan Fisik Nggak Mungkin Dilakukan


Ditengah kesibukan yang menyita waktu dan tenaga, doa bisa jadi cara paling menentramkan hati untuk meredam rindu saat kita nggak bisa bertemu dengan pasangan. Terbiasa saling mendoakan diam-diam akan membuat kamu dan pasangan nggak lagi cemas ketika nggak sempat bertemu secara langsung. Toh kamu dan pasangan masih bisa saling bertemu dalam doa, bukan?



Walaupun sulit dan terkadang masih terlupakan, mencintai dalam doa juga punya poin-poin indah yang mungkin cuma segelintir orang yang pernah merasakannya. Maka dari itu, buat kamu yang masih bisa bertemu dengan pasanganmu, buat kamu yang selalu lancar dalam berhubungan dengan pasanganmu, bersyukurlah karena kamu hanya harus berdoa demi kelancaran yang akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.



Menjadi secret admirer? Belum bisa move on dari seseorang yang jelas-jelas nggak suka kamu? Doa dalam diam ini juga bisa jadi alternatif yang bagus untuk minta referensi pada Tuhan untuk — paling tidak — memberimu seseorang yang berbeda dengan kepribadian yang sama jika memang seseorang yang kamu cintai bukanlah orang yang tepat buatmu.



Inti dan yang terpenting dari semua ini adalah: Mencintai jangan pamrih. Dasar dari mencintai hanyalah dalam hal memberi dan berkorban, biar Tuhan yang memberi balasannya. Kita tunggu aja betapa nikmatnya anugerah Tuhan dalam diri seseorang yang nantinya akan menjadi pasangan kita kelak, itu pun bagi orang-orang yang mau bersabar.