Halo semua. Gimana kabar kalian saat liburan setelah UAS ini? Adakah kegiatan menyenangkan yang kalian lakukan? Saya sendiri mau berbagi mengenai kegiatan yang baru-baru aja saya lakukan setelah UAS berakhir.
Yep, saya ke Masjid Agung Jawa Tengah.
Ceritanya begini, selepas UAS, beberapa
dari temen saya yang merupakan panitia Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mengadakan
rapat mengenai barang seserahan apa yang pantas diserahkan kepada pihak yang
menjadi tujuan atau objek KKL kita nantinya. Saat rapat itulah, saya ikutan
nimbrung. Kita mendiskusikan barang yang bisa merepresentasikan ciri khas dari
kota Semarang, kota dimana Unnes berada. Prioritas kita adalah
mencari barang miniatur dari Tugu Muda, Lawang Sewu, atau bangunan ciri khas kota Semarang lainnya. Akhirnya kita memutuskan untuk
menyurvei beberapa tempat yang sekiranya menjual miniatur yang kita maksud, dan
sampailah saya dan temen-temen di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini.
Singkatnya, tanggal 16 Januari, kita
akhirnya memutuskan untuk membeli miniatur menara MAJT. Miniaturnya bagus,
terbuat dari ukiran kayu jati yang dipernis. Kita cari informasi mengenai
tempat dan harga dari miniatur tersebut, dan setelahnya kita jalan menuju
tempat pembelian souvenir di MAJT. Karena udah maghrib saat itu, dan toko yang
menjual miniatur tersebut sudah tutup, kita akhirnya memutuskan untuk pulang
dan kembali keesokan harinya. Tapi nggak lupa, kita juga berfoto-foto ria dulu
sebelum pulang.
Dari kiri ke kanan: Hanif, Adit, lalu saya. Temen saya yang fotoin namanya Nova.
MAJT di waktu malem.
Lebih deket lagi.
Keesokan harinya, tanggal 17 Januari, saya dan temen-temen kembali ke MAJT, dan betapa kecewanya kita setelah tahu bahwa toko souvenir yang menjual miniatur menara MAJT masih tutup, padahal kita ke MAJT masih sekitar jam 11 siang. Hanif berinisiatif untuk menghubungi si pemilik toko dan akhirnya kita tahu bahwa penjaga toko lagi sakit dan pemiliknya berada di Gresik. Setelah berdiskusi sejenak, saya menghubungi sahabat saya, Ardan, dan menanyakan tempat dimana kita bisa membeli miniatur bangunan khas kota Semarang selain di MAJT ini. Pilihannya ada 3 tempat: kawasan sekitar Simpanglima, pusat oleh-oleh sekitar jalan Pandanaran (yang akhirnya dipindah di toko buku Merbabu), dan pasar Johar. Karena kita nggak mau kecewa untuk kesekian kalinya, MAJT ini menjadi alternatif terakhir kita untuk beli miniatur bangunan khas kota Semarang.
Yep, dan nggak lupa lagi kita foto-foto sebelum pulang. Ini foto yang saya ambil dari smartphone saya sendiri.
Ini merupakan bentuk kubah bagian dalam dari MAJT.
Menara MAJT, entah tingginya berapa meter.
Nah, ini dia temen saya yang namanya Nova.
Ini namanya Janah, saya foto diem-diem hehehehe...
Singkatnya lagi, setelah kita muter-muter dari Simpanglima, Pandanaran, sampai ke pasar Johar, hasil yang kita dapatkan adalah nihil. Nggak ada miniatur yang sesuai dengan apa yang kita harapkan. Akhirnya, kita ambil alternatif terakhir, yaitu kembali ke MAJT dan berharap toko souvenir disana sudah buka keesokan harinya. Walaupun sangat melelahkan, saya akui perjalanan kali ini juga sangat membuat saya senang. Entah kenapa, saya nggak begitu ngerti.
Nah! Esoknya lagi, atau lebih tepatnya kemarin, karena Hanif lagi sakit, Adit pulang kampung, dan Janah lagi kecapekan, saya dan Nova kembali ke MAJT berdua untuk membeli miniatur yang udah kita rencanakan. Di perjalanan, saya berharap banget toko souvenir yang menjual miniatur menara MAJT udah buka. Sesampainya disana... tokonya tutup lagi! Alhasil, saya dan Nova agak frustrasi karena capek bolak-balik MAJT dan punggung saya mulai pegel-pegel karena sering naik motor sana-sini. Akhirnya Nova menghubungi si pemilik toko (atau mungkin si penjaga toko), dan leganya kita karena ternyata si penjaga toko cuma lagi istirahat makan. Miniatur akhirnya kita dapatkan, dan tugas kita untuk mencari barang seserahan untuk KKL selesai sudah...
Di hari ketiga saya dan Nova ke MAJT, kita nggak foto-foto dulu, keburu pengen pulang.
Yah... sekian buat post ini, jika ada kesalahan dalam bercerita maupun kesalahan lain yang saya sengaja atau nggak, buat temen-temen yang terkait dalam post ini, saya minta maaf. Karena susah buat merangkai kata-kata berdasarkan pengalaman yang ada di kepala saya.
Akhir kata, see you to the next post. Thanks for reading.







