Senin, 08 September 2014

Perbedaan Film Spider-Man, The Amazing Spider-Man, beserta Komiknya



Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya, kenapa ya film Spider-Man versi terbaru yang diperankan oleh Andrew Garfield sangat berbeda ya dengan versinya Tobey Maguire?




Sebagian orang ada yang suka dengan versi yang baru, namun ada juga dari mereka yang lebih suka dengan versi Tobey Maguire. Hal itu wajar, karena Spider-Man sendiri sudah dijadikan franchise (waralaba) oleh Marvel Comics dan sudah banyak dibuat serta ditulis dalam berbagai versi cerita yang berbeda, termasuk untuk komiknya sendiri. Puluhan seri komik Spider-Man mulai dari Spider-Man, The Amazing Spider-Man, The Spectacular Spider-Man, The Web of Spider-Man, Ultimate Spider-Man, Spider-Man Loves Mary Jane, dan sebagainya. Bahkan sampai banyak dibuat dunia alternatif lain untuk menceritakan Spider-Man. Mulai dari Spider-Man 2099 sampai Spider-Man Noir.


Spider-Man dianggap tokoh superhero yang kompleks dalam dunia komik yang banyak menceritakan sisi manusianya. Bahkan salah satu direktur dari perusahaan komik saingan Marvel, yaitu DC Comics menyebutkan kalau seandainya ada tokoh superhero yang bisa dibeli dan ditarik masuk ke line-up jagoan DC, pasti Spider-Man yang akan diambil.


Sosok Peter Parker yang kompleks, seorang remaja seperti remaja kebanyakan yang terasingkan, hubungan percintaan yang rumit, kesulitan finansial, dan hal-hal lain yang membuat cerita Spider-Man terasa dekat dengan keseharian para pembaca komik. Spider-Man nggak memiliki latar belakang seperti Superman yang seorang "alien" atau Batman yang mampu membeli apa saja berkat harta warisan keluarganya. Spider-Man berlatar belakang remaja biasa seperti layaknya remaja pada umumnya. Ini yang membuat Spider-Man sangat "akrab" dengan berbagai kalangan masyarakat. Ini adalah salah satu faktor yang membuat franchise Spider-Man sangat laku dan terus menerus dibuat dalam berbagai versi. Jadi, wajarlah bila Spider-Man versi Tobey berbeda dengan Spider-Man versi Andrew. Termasuk dalam membentuk karakter Peter Parker, supervillains, serta orang-orang yang memiliki kedekatan dengan Peter Parker.




Kedua film Spider-Man yang tayang di layar lebar, yaitu Spider-Man (2002) besutan Sam Raimi dan sekuel-sekuelnya, dan The Amazing Spider-Man (2012) besutan Marc Webb beserta sekuelnya The Amazing Spider-Man 2 (2014), memiliki konsep cerita yang sama-sama bagus. Kedua film itu juga sama-sama kuat menghidupkan karakter para tokoh, walaupun secara pribadi saya lebih menyukai film reboot Spider-Man versi Andrew Garfield. Karena bagi saya yang telah mengenal Spider-Man jauh sebelum kedua film tersebut ada, film The Amazing Spider-Man beserta sekuelnya versi Andrew Garfield terlihat lebih segar, humanis, dan tidak kaku dari segi plot cerita. Disini Spider-Man terlihat lebih manusiawi. Salah satu contoh sederhana adalah adegan Spider-Man yang sering membawa ponsel dan tas backpack untuk menaruh baju dan sepatunya. Termasuk ketika adegan Spider-Man yang sedang menghilangkan rasa jenuhnya dengan memainkan game di ponselnya saat sedang menunggu The Lizard keluar dari persembunyiannya. Kenapa saya bilang itu manusiawi? Karena dalam usia remaja yang mengalami masa pubertas, Spider-Man akan melakukan hal-hal tersebut seperti remaja kebanyakan.



Spider-Man memainkan ponselnya.


Di komiknya pun banyak adegan Spider-Man bergelantungan terbalik sambil menelpon Bibi May melalui telepon umum (jaman itu belum ada ponsel). Bahkan ada beberapa gambar komik Spider-Man yang membawa tas backpack yang Peter Parker buat dari jaringnya sendiri. Namun mungkin bagi penonton baru atau hanya mengenal Spider-Man melalui film versi Tobey Maguire, maka karakter Peter Parker versi Andrew Garfield akan terasa aneh dan bahkan banyak yang akan nggak suka dengan Spider-Man versi terbaru.



J. Jonah Jameson


Sama halnya ketika waktu pertama kali kita - yang menggemari komik Spider-Man sejak dulu - menonton film Spider-Man versi Tobey. Ada beberapa hal yang membuat kita bertanya-tanya:

"Kenapa yang jadi Peter Parker kok pendek ya?"

Padahal di komik, Peter Parker merupakan remaja dengan perawakan jangkung kurus.

"Kenapa yang jadi Mary Jane harus Kirsten Dunst?"
Perawakan dan sosoknya nggak mewakili Mary Jane yang saya kenal di komik.

"Kenapa jaring Spider-Man harus keluar secara alami dari tangannya?"
Padahal di komik, Peter Parker membuat jaring sendiri dengan sebuah alat yang bernama Web Shooter.

"Kenapa Green Goblin topengnya seperti itu?"
Padahal Green Goblin seharusnya nggak memakai topeng besi.

"Kenapa Spider-Man/Peter Parker terlihat kaku dan terlalu pendiam?"
Padahal Spider-Man itu suka ngelawak dan bercanda, bahkan cenderung banyak ngomong dan agak jahil.


Mungkin yang kita suka dari film versi Tobey itu adalah karakter J. Jonah Jameson yang lucu dan kostum Spider-Man-nya yang lebih detail. Sedangkan di film The Amazing Spider-Man kita merasa telah menemukan sesuatu yang seharusnya ada di film Spider-Man versi dulu, sesuai yang saya baca di komik Spider-Man awal-awal. Ya walaupun ada yang kurang suka dengan kostum Spider-Man versi Andrew karena mirip bola basket, serta adanya kenyataan bahwa kalimat "With the great power comes great responsibility" dari paman Ben nggak dipakai di film tersebut. Tapi toh akhirnya cerita di kedua film tersebut memang berbeda, karena dibuat dalam versi perusahaan film yang sudah membeli franchise Spider-Man. Sam Raimi telah mengembangkan franchise Spider-Man dalam bentuknya tersendiri, begitu pula dengan Marc Webb yang bahkan berani memasang Gwen Stacy sebagai pacar Peter Parker dan menceritakan apa yang terjadi dengan kedua orang tua kandung Peter Parker.




Bisa dibilang Peter Parker versi Tobey itu terlihat seperti remaja "nerd" atau cupu. Sedangkan versi Andrew dibuat lebih ke tipikal remaja "geek" (kalau tidak tahu "geek", silakan cari artinya di Google, saya agak susah menjelaskannya hehe). Kalau di versi komik awalnya, Peter parker itu gabungan antara "nerd" dan "geek". Peter Parker terlihat "nerd" dan "inferior" di awal-awal sebelum dia digigit laba-laba dan menjadi Spider-Man. Tapi setelah digigit, dia lebih terlihat seperti seorang "geek" yang labil dan sibuk dengan dunianya sendiri.


Ini dia perbedaan-perbedaan antara Spider-Man versi Tobey, Spider-Man versi Andrew, serta Spider-Man versi komik besutan Stan Lee dan Steve Ditko di The Amazing Fantasy 15:

Momen Tergigit oleh Laba-laba


Spider-Man Comic



Spider-Man (2002)



The Amazing Spider-Man (2012)

Peter Parker versi Tobey digigit oleh laba-laba mutant hasil pengembangan rekayasa genetik saat tur ilmiah sekolah.
Peter Parker versi Andrew digigit oleh laba-laba hasil rekayasa genetik yang dikembangkan ayahnya melalui perusahaan OsCorp Industries.
Sedangkan Peter Parker versi komik awal (The Amazing Fantasy #15 1962), dia digigit oleh laba-laba radioaktif yang melintas dan terkena sinar radiasi di pameran ilmiah sekolahnya.

Web Shooter



Spider-Man (2002)



The Amazing Spider-Man (2012)



Spider-Man Comic


Di dalam film Spider-Man versi Tobey, jaring laba-laba yang dipakai berayun itu keluar secara alami dari pergelangan tangannya.
Di versi Andrew, Peter Parker membuat alat khusus penembak jaring yang bahan-bahannya terbuat dari jaring pengganti nirkabel yang sedang dikembangkan oleh OsCorp dari laba-laba rekayasa genetika.
Sedangkan di versi komik, Peter Parker membuat penembak jaring laba-laba dari bahan yang dinamakan web fluid yang terbuat dari silikon cair yang akan mengeras bila kena udara dan menguap beberapa jam kemudian.

Love Interest



Di versi Tobey, Peter Parker berpacaran dengan Mary Jane Watson.
Sedangkan di versi Andrew, Peter Parker berpacaran dengan Gwen Stacy.
Sedangkan di komik, saat SMA Peter Parker nggak mempunyai pacar. Peter Parker mulai pacaran dengan Gwen Stacy saat Peter sudah masuk kuliah. Sedangkan Peter Parker berpacaran dengan Mary Jane Watson setelah Gwen Stacy tewas secara mengenaskan akibat Spider-Man gagal menyelamatkannya setelah dilempar oleh Green Goblin dari atas jembatan.

Captain George Stacy

Di film The Amazing Spider-Man, Kapten George Stacy (ayahnya Gwen Stacy) mati di tangan The Lizard. Sedangkan kalau di komik aslinya, Kapten Stacy meninggal terjatuh karena berusaha menolong anak kecil saat Spider-Man sedang bertarung dengan Dr. Octopus.

Harry Osborn


Spider-Man (2002)



The Amazing Spider-Man 2 (2014)


Di film Tobey yang pertama, Peter Parker berteman dengan Harry Osborn semenjak SMA.
Sedangkan dalam versi komik aslinya, Peter Parker berteman dengan Harry Osborn saat kuliah. Dan masih banyak lagi perbedaan antara film versi Tobey dan Andrew dengan versi komik awalnya.

Fakta unik yang banyak jarang diketahui dari Spider-Man:


Spider-Man & Black Cat


- Sebelum berpacaran dengan Gwen Stacy dan Mary Jane, Peter Parker sempat punya hubungan dengan Betty Brant, sekertaris di Daily Bugle serta Liz Allan, teman sekolahnya waktu SMA. Bahkan Peter Parker sempat mempunya banyak hubungan dengan beberapa gadis termasuk Felicia Hardy (Black Cat).

- Selain sebagai pegulat pro, Peter Parker sempat bekerja sebagai seorang perfomance ala sirkus dalam rangka mencari uang untuk membantu bibi May. Namun setelah J. Jonah Jameson, bos Daily Bugle menulis berita yang menjelekkan dirinya, Peter diusir dari tempat perfomance-nya. Tapi akhirnya ia malah mendapat pekerjaan dari J. Jonah Jameson untuk memotret Spider-Man alias dirinya sendiri.



- Orang tua kandung dari Peter Parker, Richard dan Mary Parker sebenarnya merupakan sepasang agen S.H.I.E.L.D yang dituduh berkhianat. Sedangkan di film The Amazing Spider-Man 2, orangtua Peter dituduh berkhianat dari Norman Osborn (CEO OsCorp Industries) karena menyembunyikan riset mengenai laba-laba. Orangtua Peter mengetahui bahwa riset tersebut akan disalahgunakan oleh Norman.

- Flash Thompson, orang yang suka membully Peter Parker semasa SMA ternyata sangat mengidolakan sosok Spider-Man. Dia nggak tahu kalau sosok yang diidolakannya itu merupakan orang yang sering diganggunya waktu SMA.



- Musuh Spider-Man yang pertama kali muncul dan menjadi lawannya di komik adalah Chameleon, seorang agen asal Rusia yang pintar menyamar menjadi siapapun. Di beberapa serial lainnya, Chameleon bisa mengubah wajah dan tubuhnya melalui alat khusus yang bisa menciptakan bentuk hologram dari penyamarannya. Tapi musuh terbesar Spider-Man sesungguhnya itu ada tiga: Green Goblin, Dr. Octopus, dan Venom.



- Spider-Man pernah bergabung bersama Fantastic Four dan dia menggunakan nama "The Bombastic Bag-Man" yang memakai kostum ala Fantastic Four dan menggunakan tas dari kertas belanja sebagai topeng sementara.

- Spider-Man memiliki banyak kostum, salah satunya adalah Iron Spider berwarna merah kuning yang dibuatkan oleh Tony Stark alias Iron Man, Spider-Man Negative Zone, Captain Universe, dan lainnya. (Bisa dilihat DISINI)


Masih banyak hal lainnya dari cerita Spider-Man yang dibuat dalam berbagai versi. Masing-masing pembuat cerita baik itu di film, animasi kartun, game, serta komik lanjutan memilih jalur ceritanya sendiri tanpa menghilangkan trademark khusus yang udah melekat di dunia Spider-Man yang dikenal oleh para Spidey Fans, selama tidak menghilangkan sisi humanis dan nggak terlalu jauh melenceng dari trademark Spider-Man itu sendiri. Karena pada akhirnya, kisah dari tokoh Spider-Man itu sendiri yang membawa kita ke dunia fantasi yang terasa dekat dengan keseharian kita sehingga kita berkata "Wah! Kok jalan hidupnya agak mirip dengan yang saya alami ya?"



Satu hal yang menarik dari Spider-Man/Peter Parker, meskipun Peter Parker terlihat kesulitan disana-disini seperti dibully, kesulitan finansial, kisah cinta yang rumit, dan berbagai keterbatasan lainnya, tapi Peter menyembunyikan kesedihannya dengan topeng dan kostum Spider-Man miliknya. Dia terus maju berjuang menolong orang lain walaupun dibenci sebagian warga, tertawa penuh canda saat meladeni musuh-musuhnya, dan tetap ceria bergelantungan dimana pun sambil menyebarkan salam hangat sekaligus meyakinkan pada penduduk kotanya bahwa Spider-Man adalah salah satu warga yang ramah.